The Ace

The Ace
Ruby!


__ADS_3

...Ruby, jangan tinggalkan aku!!!...


Still flashback,


"Ruby?" Tanya Nyonya Audrey.


"Iya, Jeremy memberitahu ku kalau Ruby bukan gadis biasa. Dia merupakan putri salah satu orang penting di Rusia," jawab Tuan Tetsuya dengan terus berusaha menghubungi Diego.


"Astaga!! Apalagi ini? Jangan sampai ada apa-apa dengan Ace," ujar Nyonya Audrey sangat khawatir.


"Aku juga berharap begitu," balas Tuan Tetsuya.


Kringg.


"......."


"Kesini sekarang!"


"......."


"Cepat!"


Tut!


"Aku akan berusaha menjaga Ace, untuk kalian Kenzo dan Nyonya Ayana."


Flashback Off.


Hari berganti,


"Sayang, bolehkah aku ikut?" Pinta Ruby dengan manja kepada Ace.


"Aku hanya sebentar, sebelum sore aku sudah pulang kerumah Sayang," tolak Ace halus karena pria tampan ingin bertemu dengan Dasha untuk mencari siapa Putri Tuan Igor Mikhailov.


"Ckk, aku tidak mau di tinggal sendiri Ace," ujar Ruby terus merengek.


Ace mengusap lembut pipi Ruby.


"Aku akan meminta Nyonya Roxana menemani mu ya? Hanya sebentar sayang," jawab Ace.


Grep!


Ruby memeluk Ace dengan erat. Ace merasa heran kenapa kekasih hatinya ini begitu manja tidak mau ditinggal.


"Aku takut tidak bisa bertemu dengan mu lagi, aku takut Ace!" Ujar Ruby dengan suara parau menahan air mata.


"Heii, lihat aku! Aku selalu bersama mu By, aku milik mu. Kita tidak akan terpisah, aku akan mencari mu kemanapun itu bila kita sampai terpisah," balas Ace menenangkan Ruby.


"Aku sangat mencintai mu Ace," ujar Ruby.


"Aku jauh lebih mencintai mu, aku akan mati bila tidak bersama mu," balas Ace.


"Tunggu disini," ujar Ace beranjak dari sofa.


Ruby hanya mengangguk.


Tak lama kemudian Ace kembali membawa sebuah sweter rajut berwarna merah maroon.


"Ini adalah sweter yg dibuat oleh Okachan ku sendiri sebagai hadiah ulang tahun ku yg ke 13 tahun. Aku selalu membawanya kemanapun aku pergi," ujar Ace yg kemudian memakaikan sweter tsb ke tubuh Ruby yg ternyata pas.


"Hahahaha.. kenapa bisa pas begini? Padahal itu hadiah saat aku berusia 13 tahun," ujar Ace lagi tertawa melihat sweternya


pas ditubuh Ruby.


"Kamu dari kecil memang sudah besar Ace," balas Ruby menggelengkan kepala.


"Hehehehe, iya juga ya! Eehmmm, anggap aku selalu memeluk mu dan percayalah aku akan selalu bersama mu," ujar Ace.


Grep!


Ruby langsung memeluk Ace.


"Aku hanya mencintai mu."


Setelah sesi kemesraan antara Ace dan Ruby, Ace langsung pergi ke rumah Nyonya Roxana untuk meminta menemani Ruby selama Ace pergi.


"Aku pergi dulu ya By, Nyonya Roxana akan segera kesini untuk menemani mu," ujar Ace berpamitan.


"Iya aku mengerti, cepat pulang ya aku ingin selalu bersama mu," balas Ruby.


Cup!


"Aku mencintai mu," ucap Ace mengecup bibir Ruby.


"Aku juga sangat mencintai mu," balas Ruby.


Ruby melambaikan tangannya saat mobil Ace melaju meninggalkan area rumahnya.


"Hati ku sungguh tidak nyaman," batin Ruby resah tak menentu.


Saat Ruby berbalik badan akan masuk kedalam rumah tiba-tiba,


"Ruby, aku datang untuk menemani mu Nak," ujar Nyonya Roxana yg berjalan mendekat ke arah rumah Ruby.


Ruby tersenyum melihat wanita yg masih sangat cantik di usia senjanya itu.


"Maafkan saya merepotkan Nyonya Ana," balas Ruby yg berjalan menghampiri Nyonya Roxana.

__ADS_1


"Aku senang bisa banyak mengobrol dengan mu. Ayo lebih baik kita masuk, aku ajarkan memasak masakan khas Rusia," ujar Nyonya Roxana.


"Iyaa aku mau," jawab Ruby begitu antusias.


Ruby dan Nyonya Roxana bergandengan tangan masuk ke dalam rumah Ace dan Ruby.


Namun,


tak jauh dari rumah Ace, nampak segerombolan orang yg kira-kira berjumlah 5 orang berpakaian santai tsb terlihat sedikit berlari menuju rumah Ace dan Ruby.


Dan,


Tok!


Tok!


Tok!


Tok!


Ceklek!


"Mohon kerjasama nya Nona."


"Akh!!!!!"


Ace sedang duduk disebuah kafe yg ada di pusat kota Saint Petersburg menunggu Dasha yg belum datang.


"Hii," panggil Dasha dengan senyum cerianya.


Ace mengangguk.


Puk!


Dasha duduk di kursi yg ada didepan Ace.


"Maaf aku terlambat Ken," ujar Dasha.


"Tidak masalah, aku juga baru datang. Mau pesan sesuatu?" Tanya Ace.


"Ehmm, nanti saja. Aku ingin memberi tahukan sesuatu kepada mu hal penting yg kemarin aku dengar dari Papa ku," ujar Dasha dengan raut wajah serius.


"Apa itu?" Tanya Ace penasaran.


Srek!


Dasha menyodorkan selembar foto yg sangat usang kepada Ace.


"Itu adalah foto putri Tuan Igor yg telah dengan sengaja di "buang"," ujar Dasha dengan menekankan kata di buang.


Ace mengerutkan keningnya.


Deg!


Jantung Ace tiba-tiba berdetak kencang saat mendengarkan cerita Dasha tentang putri Tuan Igor. Mata Ace mengamati foto balita berusia kurang lebih 2 tahun itu dengan seksama.


Kring....


Kring...


"Aku angkat telepon dulu," ujar Ace kepada Dasha.


"Silahkan," jawab Dasha.


Ace menjauh dari kursi tempat Dasha duduk.


"Halo."


"......."


"Aku dan Ruby baik-baik saja. Kenapa lagi ha?"


"......."


"Aku tidak bekerja untuk siapa-siapa Diego."


"........"


"Jangan mengarang."


"......"


"Apa maksud mu? Bicara yg jelas!"


"......"


"Shiiitt!!!"


"........"


"Aku pulang sekarang!"


Tut!


Ace langsung berlari meninggalkan Dasha tanpa berpamitan kepada gadis tsb. Ace memacu mobilnya dengan sekencang mungkin agar bisa sampai di rumah secepatnya.


Namun naas, ada kecelakaan yg membuat jalanan menuju rumah Ace menjadi macet total. Seluruh mobil terjebak di jalanan tsb, Ace tanpa pikir panjang langsung meninggalkan mobilnya dan berlari terus menuju rumahnya.

__ADS_1


"Bodoh kau Ace!! Brengs*k!!" Umpat Ace dan terus berlari.


Beberapa saat kemudian,


Lutut Ace terasa lemas saat melihat banyak tubuh manusia tergolek berlumuran darah di halaman rumahnya dan,


Kriet!


Mata Ace terbelalak melihat tubuh Nyonya Roxana tergeletak dilantai bersimbah darah.


"Nyonya Ana!!!" Ace menggoyangkan tubuh Nyonya Roxana.


Namun, Nyonya Roxana sudah tewas dengan luka tembakan tepat di kepalanya.


Jantung Ace berdetak sangat kencang, mata tajamnya menyapu seluruh ruangan mencari dimana Ruby dan,


"Nona Ruby dibawa oleh orang bernama Kurt Edlind," ujar seorang pria dengan susah payah karena perutnya tertembak.


"Kalian?" Tanya Ace dengan nada bergetar.


"Ka..mi orang Tuan Je..re..my, akhh!" Jawab pria tsb.


Brukk!!


Tubuh Ace limbung saat mendengar ucapan pria yg merupakan anak buah Jeremy tangan kanan Tuan Okada, yg akhirnya juga menghembuskan nafas terakhirnya dan meninggal dunia.


Kring!!!


"Ya."


"......"


"Dia membawa Ruby."


"......"


"Ini semua orang Jeremy?"


"......"


"Aku yg bodoh Diego. Maafkan aku!"


"......"


"Aku menunggu mu."


"......" Tut!


Bugh!!


Bugh!!


Ace memukul lantai dirumahnya dengan sangat keras hingga lantai berlapis keramik tebal itu pecah. Darah merembas di tangan kekar Ace, namun Ace tidak nampak kesakitan sama sekali.


Pov Ace,


Betapa bodohnya aku! Aku bahkan terlambat menyadari bahwa kamu putri Igor Mikhailov. Aku bingung kenapa aku begitu bodoh!! Aku linglung, aku tidak tahu harus berbuat apa? Dunia ku seperti hancur saat kamu pergi. Ruby ku, gadis ku, milik ku ... Jangan tinggalkan aku Ruby!


End.


Ace menyandarkan punggung kokohnya di dinding, matanya sayu menatap seluruh ruangan di rumahnya yg di penuhi mayat orang-orang suruhan Jeremy dan...


Deg!


Ace langsung berdiri dan menghampiri satu tubuh mayat pria.


Srekk!


Ace meyingkap jas hitam yg dipakai pria tak bernyawa itu dan,


"Aku akan menjemputmu Ruby," gumam Ace yg menemukan sebuah pena pendeteksi yg melekat di kemaja pria yg diyakini Ace sebagai anak buah Tuan Kurt Edlind.


Ace menutupi tubuh Nyonya Roxana dengan kain dan kemudian langsung pergi meninggalkan rumahnya untuk pergi ke suatu tempat.


Ace berlari ke arah rumah nyonya Roxana dan mengarah ke belakang rumah wanita malang itu dan membuka pintu sebuah gudang.


Ceklek!


Ace menyingkap kain penutup mobil yg berada didalam gudang dibelakang rumah Nyonya Roxana.


Ya! Ace sengaja menyembunyikan mobil daruratnya disana untuk alasan mendesak tak terduga seperti ini.


Bruummm!!


Mobil Ace melaju dengan cepat, Ace seperti orang kesetanan saat mengendarai mobil. 1 jam berlalu, sampailah Ace disebuah rumah mewah. Ace langsung turun dari mobil dan meminta kepada penjaga rumah mewah itu untuk membukakan gerbang agar Ace bisa bertemu pemilik rumah mewah tsb.


Penjaga langsung membukakan pintu gerbang dan mempersilahkan Ace masuk kedalam. Ace memarkir mobilnya sembarangan di halaman rumah mewah itu, dan langsung berlari masuk ke dalam rumah tsb.


Belum Ace membuka pintu besar rumah tsb, pintu itu terbuka dari dalam.


Ceklek!


"Ternyata kau sangat pintar Ace, langsung sadar siapa aku."


Tbc,


__ADS_1


Hiiii, maaf ya luama bangets up nya🥰


__ADS_2