The Ace

The Ace
Daily


__ADS_3

Entah apa yang aku rasakan, tapi merasakan kekaguman, kenyamanan dan aku sangat menyukai kecantikan mu Ruby.


Hari berganti,


Ace sedang berada di Markas Inagawa bersama Diego dan Tuan Tetsuya.


"Ace, kamu harus lebih sering masuk kedalam organisasi. Jangan terus-terusan bermain," ujar Tuan Tetsuya.


"Aku sudah bosan," jawab Ace santai.


Diego menahan tawanya saat mendengar jawaban Ace.


"Diego kamu juga! Harusnya kamu itu mengingatkan saudara mu agar lebih aktif dalam organisasi. Bukan malah mendukung kegiatan tidak bermanfaatnya itu," bentak Tuan Tetsuya kepada Diego.


Diego menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


"Kalau ingin aku aktif dalam organisasi. Uncle jangan sibuk mencarikan aku istri dong! Aku tidak akan bisa konsentrasi dalam organisasi bila otak ku sudah teracuni wanita," sahut Ace.


"Hahhahahahahha," tawa Diego akhirnya pecah setelah mendengar alasan dari Ace yang sangat berlebihan.


"Kalau bukan Anak Kenzo dan Aya sudah ku penggal kepala mu," ujar Tuan Tetsuya menahan emosi.


"Ckk, ancaman yg tidak mengerikan sama sekali," ucap Ace.


"Pergi ke Yamaguchi, kamu ditunggu seseorang," ujar Tuan Tetsuya.


"Ayo Diego," ajak Ace yg langsung pergi meninggalkan Tuan Tetsuya.


"Aku pergi dulu Uncle," pamit Diego.


Tuan Tetsuya mengangguk.


"Anak mu benar-benar unik Ken," gumam Tuan Tetsuya.


Sore hari yg cukup cerah,


Ruby tengah menunggu para wisatawan yg sedang berada didalam kuil yg populer di Kota Tokyo. Hari ini adalah hari libur, jadi Ruby mencoba berjualan di tempat wisata dan Ruby berharap dagangannya laris manis.


"Semoga hari ini jualan ku laku semua," gumam Ruby penuh harap.


10 menit kemudian,


Para wisatawan mulai keluar dari Kuil dan mulai menyebar melihat-melihat para penjual yg menjajakan berbagai macam jualan mulai dari makanan, minuman, sovenir dll yg ada disekitar Kuil.


"Silahkan Tuan dan Nyonya, ini adalah mochi dingin isi selai kacang merah," teriak Ruby menawarkan jualannya.


Tak ada rasa lelah bagi Ruby, gadis cantik itu terus berteriak menawarkan jualannya, walau baru 2 kue mochi yg terjual. Tiba-tiba,


"Ayo Tuan dan Nyonya, mampir kesini!! Ini mochi dingin yg sangat enak, ayo dicoba!!" Teriak Ace yg tiba-tiba berada disamping Ruby.


Ruby hanya terperangah saat Ace tiba-tiba ada disebelahnya. Bagaimana pria tampan ini bisa tahu dia ada disini? Itulah yg ada dibenak Ruby.


"Waah kamu tampan sekali anak muda! Berapa ini 1 kue mochi?" Tanya seorang wanita paruh baya.


"400 yen, tapi bila Nyonya membeli 3 kue mochi cukup membayar 1.100 yen saja,"jawab Ace.


"Berikan aku 10 biji kue," ujar Nyonya tsb.


"Baik Nyonya," jawab Ace.


"Ruby siapkan," perintah Ace.

__ADS_1


Ruby hanya mengangguk dan segera menyiapkan kue mochinya.


"Silahkan Nyonya, totalnya 3.500 yen. Saya berikan diskon lagi karena Nyonya sudah membeli 10 kue mochi kami," ujar Ace menyodorkan sekotak kue Mochi.


"Terima kasih tampan, bolehkah aku berfoto dengan mu?" Ujar Nyonya tsb.


Ace tersenyum dan menerima ajakan Nyonya itu berfoto.


"Dia memang benar-benar tampan dan seperti hantu yg tiba-tiba datang," gumam Ruby tidak habis pikir dengan tingkah Ace.


Setelah Nyonya pembeli itu pergi, pembeli lain mulai berdatangan hingga kue mochi Ruby habis tak tersisa.


"Kamu benar-benar hebat dalam berjualan Ken," puji Ruby.


"Sekarang waktunya kamu harus menggaji ku," jawab Ace.


"Ini separuh hasil jualan aku bagi dengan mu," ujar Ruby tersenyum dan memberikan uang kepada Ace.


Ace begitu gemas dengan sikap Ruby, hingga membuat Ace mengacak-acak rambut panjang Ruby.


"ihh, rambut ku," ujar Ruby tidak suka.


"Hahahaaa, simpan uang mu Ruby. Traktir aku makan ramen saja di ujung jalan itu," jawab Ace menunjuk sebuah kedai ramen yg berada tak jauh dari posisi mereka.


"Bilang dong! Oke, aku bereskan semua dulu lalu aku traktir makan ramen," balas Ruby bersemangat.


"Oke, ayo aku bantu," ujar Ace langsung membantu membereskan barang-baranv Ruby.


30 menit kemudian,


Ace dan Ruby berjalan kaki menuju kedai ramen yg tak jauh dari Kuil.


"Kita makan disini saja ya?" Ujar Ruby.


Ruby dan Ace masuk ke dalam kedai Ramen.


"Bagaimana kamu bisa tahu aku jualan di Kuil?" Tanya Ruby penasaran.


"Aku tadi kerumah mu, kata orang sekitar katanya kamu jualan di Kuil," jawab Ace bohong. Karena sebenarnya Ace meminta salah satu anak buahnya mengawasi Ruby.


"Ooo, kamu pasti bertanya kepada Bibi Nori ya?" Tanya Ruby lagi.


Ace hanya mengangguk.


Tak lama kemudian pesanan 2 mangkok ramen telah tersaji di depan mereka.


"Itadakimasu," ucap Ruby dengan ceria.


"Ooh iya iya itadakimasu," sahut Ace seenaknya sendiri.


Kedua orang itu terlihat menikmati ramen yg sangat menggugah selera dan tak sampai 15 menit Ace juga Ruby sudah menghabiskan ramen mereka masing-masing.


"Kamu mau langsung pulang?" Tanya Ace.


"Eehm, aku harus membeli bunga dulu dan setelah itu aku ke makam kedua orang tua ku," jawab Ruby.


Entah apa yg ada dipikiran Ace, pria tampan berambut gondrong itu menatap Ruby dengan tatapan sulit diartikan.


"Aku antar ya?" Ujar Ace.


"Apa kamu tidak repot? Eeh tunggu dulu, kamu tidak pergi dengan pacar mu?" Tanya Ruby.

__ADS_1


"Aku tidak punya pacar. Siapa juga yg mau berkencan dengan mekanik biasa seperti ku?" Jawab Ace.


"Tapi kami tampan dan tinggi Ken, jadi pasti ada yg mau dengan mu," ujar Ruby.


"Heii, kamu memuji ku? Wah, kamu menggoda ku ya?" Goda Ace.


"ihh kamu terlalu percaya diri Ken," jawab Ruby.


"Tapi menurut mu aku tampan kan?" Goda Ace sekali lagi.


"Iya iya kamu tampan. Ayo cepat antar aku," ujar Ruby.


"Let's go," balas Ace.


Sementara ditempat lain,


"Ace benar-benar kurang ajar. Aku harus mengikuti pertemuan para yakuza senior yg membosankan ini," gerutu Diego.


Flashback On,


Saat diperjalanan menuju markas Yamaguchi, tiba-tiba ponsel Ace berdering.


"Ya halo."


"......"


"Benarkah?"


"......."


"Dimana?"


"......."


"Oke terima kasih."


Tut!


"Siapa?" Tanya Diego.


Ciit....


Ace tiba-tiba mengerem mendadak mobil yg dikemudikannya.


"Astaga Ace, G*la kamu!!!!" Umpat Diego yg kesal dengan Ace.


"Perut ku sakit. Tolong kamu pergi ke Yamaguchi dulu nanti aku menyusul. Ini benar-benar sakit," ujar Ace memasang wajah kesakitan.


"Sana pergi! Awas kalau kamu bohong," jawab Diego.


Ace mengangguk dan langsung keluar dari mobil.


Setelah mobil yg dikemudikan oleh Diego pergi, Ace tertawa terbahak-bahak karena merasa Diego benar-benar mudah dibohongi.


"Silahkan mengikuti pertemuan super membosankan itu saudara ku," monolog Ace.


Flasback Off.


Diego sangat kesal saat anak buahnya memberitahu bahwa Ace sekarang sedang bersama seorang wanita.


"Awas saja kau Ace."

__ADS_1


Tbc,


__ADS_2