
Akan aku atasi semuanya, kamu tidak perlu khawatir karena aku akan selalu menjaga mu.
Ace berdiri dengan wajah dingin tanpa ekspresi di depan Tuan Tetsuya.
"Aku sudah melenyapkan orang yang menyakiti gadis mu," ujar Tuan Tetsuya.
Ace melirik kearah Diego.
"Maaf Ace," ucap Diego.
"Lalu?" Tanya Ace kepada Tuan Tetsuya tanpa menjawab perkataan Diego.
"Kenji Shinoda ingin Inara dan kamu memiliki hubungan yg jelas dan bisa menyatukan antara Yamaguchi dan Inagawa," jawab Tuan Tetsuya.
Deg!
"Apa-apaan pria tua itu?" Batin Ace geram.
"Lalu apa jawaban Uncle?" Tanya Ace.
"Aku menyerahkan semuanya kepada mu," jawab Tuan Tetsuya.
"Aku tidak mau!" Ujar Ace dengan tegas.
Haaahh!!! Tuan Tetsuya menghembuskan nafasnya kasar.
"Kenji menekan kita Ace, dan Inara sudah memutuskan ingin menikah dengan mu," ujar Tuan Tetsuya.
"Aku hanya akan menikah dengan Ruby," balas Ace.
Diego hanya bisa diam karena ini adalah suatu masalah yg rumit dan menyangkut banyak pihak.
"Inagawa kalah jumlah. Kita bisa hancur bila Yamaguchi menyerang. Mereka terlalu kuat untuk kita Ace," ujar Tuan Tetsuya khawatir.
"Apa Uncle mau menikah dengan wanita yg sama sekali Uncle tidak cintai?" Tanya Ace tiba-tiba.
Jeder!
"Maafkan Uncle, Ace." Batin Tuan Tetsuya tersadar.
"Kenapa diam? Jawab!!!!!! Apa Uncle mau menikahi wanita tanpa adanya cinta? Jawab Tetsuya Jiro!!!" Ace sampai berteriak keras.
"Ace jaga sopan santun mu!" Ujar Diego tidak suka dengan sikap Ace.
"Diam kau Diego!!! Kenapa harus aku yg berkorban? Haa? Kenapa tidak kau Diego? Atau mungkin Uncle? Haa? Otouchan saja bisa memilih wanita yg ingin di nikahi, lalu kenapa aku harus menikah dengan wanita yg sama sekali tidak aku sukai?" Balas Ace.
"Maafkan Uncle, Ace." Ujar Tuan Tetsuya menunduk tidak bisa menjawab setiap pertanyaan Ace.
"Aku akan menghubungi Uncle Okada! Aku masih punya Vasquez yg akan melindungi Inagawa. Bila memang takdir memutuskan Inagawa tumbang, ya sudah! Terima takdir itu," ujar Ace.
"Uncle tidak ingin sampai terjadi perpecahan," balas Tuan Tetsuya.
"Bila mereka tidak mengusik ku, aku tidak akan bertidak. Bilang kepada Kenji, aku tidak mau menikahi Inara," jawab Ace tegas.
Tuan Tetsuya mengangguk.
"Diego ikut aku," ujar Ace yg langsung meninggalkan ruangan Tuan Tetsuya.
Diego mengikuti Ace dari belakang.
Blam!
__ADS_1
Ace menutup pinu mobilnya dengan keras.
"Beri penjagaan disekitar apartemen Ruby," ujar Ace.
"Inara tidak akan berbuat macam-macam jadi ti.."
"Lakukan saja apa yg aku perintahkan!" Potong Ace.
"Oke Ace," jawab Diego.
"Inara wanita aneh, dia pasti bertidak semauanya. Jangan remehkan wanita itu, dia bisa semua ilmu bela diri. Jadi waspadalah," ujar Ace.
"Oke aku mengerti," balas Diego yg langsung menghubungi para kobun.
Sementara itu,
Ruby sedang berada di kedai untuk membuat beberapa tester mochi yg akan dibagikan ke orang-orang.
"Nak Ruby, ini sudah sangat enak. Jadi tidak perlu ditambah apa-apa lagi," ujar Paman Takagi.
Ace meminta Paman Takagi untuk selalu bersama Ruby. Paman Takagi sangat senang saat Ace bercerita bila sudah menemukan gadis yg dicintainya, maka dengan senang hati Paman Takagi ikut bekerja di kedai mochi Ruby yg akan dibuka tsb. Paman Takagi berpura-pura sebagai saudara Ace dari desa yg sudah tidak memiliki siapa-siapa.
"Benarkah Paman?" Tanya Ruby memastikan.
"Iya Nak, ini sudah sangat enak," jawab Paman Takagi.
"Ken harus menyicipinya Paman," balas Ruby tersenyum.
"Eeh, nanti saja. Tadi Ken berpesan kalau dia sedang berada dilapangan jadi tidak bisa menjawab telepon," cegah Paman Takagi kepada Ruby yg akan menghubungi Ace.
"Oow, ya sudah kalau begitu. Kita langsung bagikan ke orang-orang disekitar sini saja Paman," ajak Ruby dengan ceria.
"Ayo Nak," jawab Paman Takagi.
Ruby begitu bahagia, karena impian mendiang Ibunya memiliki kedai mochi akhirnya terwujud berkat bantuan Ace.
Bertemu dengan Ace adalah suatu keberuntungan dalam hidup Ruby yg malang. Ace bagai penerang untuk dunia Ruby Ishikawa yg gelap gulita dan jauh dari kata bahagia.Kini di hati Ruby hanya ada Ace, Ruby sudah mulai mencintai Ace sepenuh hati. Namun akankah Ruby bisa menerima siapa jati diri Ace sebenarnya? Dengan segala resiko yg harus dihadapi Ruby menjadi gadis seorang pria mafia.
"Paman sudah habis semua!!" Ujar Ruby begitu senang.
"Iya Nak, semoga pembukaan kedai besok lusa berjalan lancar dan banyak yg datang," jawab Paman Takagi.
"Semoga ya Paman. Ya sudah, ayo kita masuk Paman," ajak Ruby.
Paman Takagi mengangguk dan berjalan beriringan dengan Ruby masuk ke dalam kedai.
Namun dari dalam sebuah mobil berwarna hitam, nampak seorang pria Jepang tengah mengawasi dan beberapa kali mengambil foto Ruby.
"Gadis itu bersama orang Tuan Ace."
"......."
"Kedai Kue Mochi."
"......."
"Saya sudah mengambil fotonya, dan beberapa orang saya juga sudah mendekat."
"......"
"Baik Nona. Saya mengerti."
__ADS_1
"......."
Tut!
"Aku yg selalu bersama mu Nona, tapi tak pernah mendapat perhatian mu sama sekali."
Hari beranjak malam,
"Ken, sudah hentikan," ujar Ruby berusaha melepaskan pelukan Ace.
"Diam Ruby!" Bentak Ace.
"Kamu kenapa sih?" Tanya Ruby bingung.
"Aku merindukan mu Ruby. Jadi diam lah," jawab Ace.
Ruby akhirnya memilih diam dan membiarkan Ace memeluk tubuhnya.
Pov Ace,
Aku ingin sekali membawa mu pergi jauh. Tapi aku harus menyelesaikan urusan ini dengan Inara wanita gila itu. Aku akan menjaga mu sayang, bertahanlah dengan ku. Kita akan menikah dan memiliki anak-anak yg lucu.
End.
"Ruby?" Panggil Ace.
"Ya," jawab Ruby.
"Aku ingin menginap lagi," ujar Ace.
"Tapi tidak tidur 1 kamar lagi ya?" Jawab Ruby tidak mau sekamar lagi dengan Ace.
"Tidak mau, aku ingin mengulangi seperti kemarin itu," ujar Ace.
"Ken, aku takut kamu lepas kendali. Aku tidak ingin terjadi hal-hal yg justru akan berakibat buruk," balas Ruby takut.
"Tidak akan. Ini ganti baju mu pakai kemeja ku," jawab Ace menyodorkan kemejanya.
Ruby diam saja dan terus menatap Ace.
"Kenap lagi? Aku tidak akan lepas kontrol Ruby. Ayolah," ujar Ace lagi
"Pemaksa!!!!!" Teriak Ruby.
Ruby mengambil kemeja Ace dan masuk kedalam kamar mandi untuk berganti.
"Ckk, kamu juga menikmatinya Sayang. Lagipula siapa suruh kamu begitu indah, jadi mana bisa ku melewatkan keindahan yg ada didepan mata ku," monolog Ace sendirian.
Beberapa saat kemudian,
Ruby keluar dari kamar mandi dan naik ke atas ranjang tidurnya. Ace tersenyum melihat Ruby yg tenggelam dalam kemeja hitam miliknya.
"Kenapa kamu begitu cantik Ruby?" Ujar Ace menarik Ruby agar naik ke atas pangkuannya.
Blush!
Wajah Ruby memerah mendengar pujian Ace yg terkesan menggodanya. Kekesalan Ruby akan sikap Ace, langsung hilang seketika tatkala perlakuan manis dan romantis yg selalu Ace berikan.
"Jangan pernah berani memikirkan pria lain di otak cantik mu. Hanya aku yg boleh mengisi dan memenuhi kepala mu," ujar Ace lembut.
"Iya aku mengerti Ken," jawab Ruby.
__ADS_1
"Ayo kita nikmati malam ini."
Tbc,