
Aku mencintai mu Ruby. Aku akan menyelesaikan semuanya, tunggu sebentar lagi. Ini tidak akan lama, cukup setia disamping ku dan mencintai ku.
Ace sedang berada didalam mobil yg berhenti tepat diseberang rumah keluarga Mikhailov yg kini tak berbentuk lagi akibat kebakaran hebat yg terjadi 5 tahun lalu. Sehari setelah sampai di Saint Petersburg, Ace langsung memulai pekerjaannya untuk mencari informasi tentang keluarga Mikhailov yg mungkin masih tersisa sesuai dengan permintaan Tuan Kurt Edlind.
Ace turun dari mobil dan berjalan ke samping rumah keluarga Mikhailov yg masih diberi garis polisi yg tentunya sudah sangat usang. Baru saja Ace berjalan menyusuri gang sempit disamping rumah keluarga Mikhailov, Ace di kejutkan dengan,
"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya seorang pria kisaran usia 50 tahunan.
Ace berbalik dan,
"Maaf saya tersesat," jawab Ace menggunakan bahasa Inggris.
"Aah bule tol*l tidak bisa mengerti bahasa kami," umpat pria itu.
Ace tersenyum tipis, pria didepannya ini mengira bahwa Ace tidak bisa bahasa Rusia.
"Dasha!!!! Kesini, bantu aku! Ada orang asing," teriak pria itu dengan keras.
Tak lama kemudian muncullah seorang gadis muda mungkin seusia dengan Ruby atau bahkan lebih muda, yg berlari ke arah Ace dan Pria tsb.
"Ya Papa," ujar gadis bernama Dasha.
"Dia tidak bisa bahasa kita, suruh dia pergi dari lingkungan Tuan Igor," ujar Pria itu.
Gadis bernama Dasha itu mengangguk.
"Tuan maaf! Tolong anda pergi dari sini, rumah Keluarga Mikhailov ini masih dalam pengawasan kepolisian. Jadi mohon untuk meninggalkan tempat ini bila tidak memiliki kepentingan," ujar Dasha kepada Ace menggunakan bahasa Inggris.
"Maafkan saya, saya mencari alamat teman saya. Ini," jawab Ace menyerahkan ponselnya kepada Dasha.
"Aaa, anda salah Tuan. Alamat ini di jalan besar kedua di seberang sana," ujar Dasha.
"Waah saya salah ya? Maaf ya saya salah tempat. Saya penasaran saja dengan rumah megah ini, sekali lagi maafkan saya," balas Ace.
"Tidak apa-apa Tuan, maafkan Papa saya yg kurang sopan," ujar Dasha dengan sopan.
"Tidak masalah. Kalau begitu saya permisi dulu," jawab Ace yg kemudian berjalan meninggalkan Dasha dan Papanya.
1
2
3
"Tuan tunggu, apa perlu saya antarkan? Nanti anda salah lagi," cegah Dasha.
"I got you!!" Batin Ace senang saat Dasha memanggilnya.
"Apa tidak merepotkan mu Nona?" Tanya Ace menghentikan langkahnya.
"Tidak Tuan, sama sekali tidak merepotkan. Eehm, Tuan tunggu dulu ya?" Ujar Dasha yg berlari ke dalam rumahnya yg ada di seberang rumah keluarga Mikhailov.
Sementara Papa Dasha hanya diam kebingungan apa yg dibicarakan anaknya dan Ace.
Tak lama kemudian Dasha kembali.
"Ayo Tuan saya antar," ujar Dasha.
__ADS_1
"Apa benar-benar tidak merepotkan?" Tanya Ace sekali lagi.
"Tidak Tuan, ayo!" Jawab Dasha tersenyum manis.
"Baiklah kalau begitu, terima kasih ya? Eeh, siapa nama mu?" Tanya Ace.
"Aku Dasha," jawab Dasha.
"Aku Ken," balas Ace.
"Papa, aku akan mengantarkan Tuan Ken ke rumah temannya yg ada di jalan utama ke dua. Papa jangan khawatir," ujar Dasha berpamitan kepada sang Papa.
"Terserah pada mu," jawab Ayah Dasha yg pergi begitu saja meninggalkan Dasha dan Ace.
"Apa Papa mu marah?" Tanya Ace.
"Aah dia memang suka begitu, maaf dia sedang sakit," jawab Dasha.
"Yaa sudah! Kita jalan sekarang?" Ajak Ace.
"Iya Tuan," balas Dasha.
Blam..
Pintu mobil tertutup dan mobil yg di tumpangi Ace bersama Dasha melaju meninggalkan area rumah keluarga Mikhailov.
Selama perjalanan Ace hanya diam saja tidak ingin mengajak Dasha berbicara. Namun,
"Tuan orang mana?" Tanya Dasha.
"Aku orang Jepang tapi kewarganegaraan ku Swedia," jawab Ace mengarang bebas.
"Kenapa rumah mewah itu tadi diberi garis polisi?" Tanya Ace.
"Itu adalah rumah keluarga Mikhailov yang sangat kaya raya. 5 tahun yg lalu, seluruh keluarga Mikhailov meninggal dunia akibat kebakaran hebat. Padahal Tuan Igor Mikhailov sangat baik," jawab Dasha dengan nada sendu.
Ace sangat beruntung bisa bertemu dengan Dasha. Ace dengan mudah mengambil hati gadis bermata bulat itu. Dasha tipe gadis yg ceria dan mudah bergaul, maka dari itu Ace dengan mudah pula mendapatkan informasi tentang Keluarga Mikhailov dan silsilah keluarga malang itu.
Ace terus mengorek informasi dari Dasha, dan Dasha pun dengan santai menceritakan semua tentang keluarga Mikhailov yg dia ketahui dari Ayahnya yg dulu menjadi supir pribadi Tuan Igor Mikhailov.
"Dasha, teman ku mengirimkan pesan kalau dia ternyata masih belum pulang bekerja," ujar Ace.
"Yaah!! Anda sudah jauh-jauh kesini tapi teman anda malah tidak ada dirumah," sahut Dasha.
"Tidak apa-apa Dasha. Mungkin besok aku akan kesini lagi lagipula aku sudah hafal jalannya," ujar Ace.
"Baiklah kalau begitu," jawab Dasha.
Ace memutar balik mobilnya dan mengantarkan Dasha pulang. Sesampainya dirumah Dasha,
"Tuan Ken, bisakah saya memiliki nomor ponsel Tuan?" Tanya Dasha malu-malu.
"Boleh, ini silahkan di catat," jawab Ace menyodorkan ponselnya.
Dasha dengan wajah berbinar langsung mencatat nomor ponsel Ace.
"Lain kali bolehkah kita bertemu lagi Tuan?" Tanya Dasha sambil mengembalikan ponsel Ace.
__ADS_1
"Tentu saja boleh. Tapi, bisakah aku tahu 1 hal Dasha?" Jawab Ace.
"Apa itu Tuan?" Tanya Dasha penasaran.
"Apakah benar semua keluarga Mikhailov sudah meninggal? Aku mendengar banyak kabar, ada yang masih hidup dan mereka sengaja bersembunyi," ujar Ace memancing Dasha.
"Itu aku tidak tahu Tuan. Tapi Papa selalu bilang ada 1 yg masih hidup dan memang tidak pernah bersama Tuan Igor. Entah apa maksudnya itu Tuan," jawab Dasha.
Ace tersenyum mendengar penuturan Dasha.
"Yaa semoga masih ada yg hidup dan baik-baik saja ya. Eehm, ya sudah kalau begitu aku pulang dulu ya Dasha," ujar Ace.
Dasha mengangguk dan mengantarkan Ace sampai masuk kedalam mobil.
Brummm!!!
Mobil Ace melaju meninggalkan rumah Dasha.
"Kamu tampan dan gagah sekali Tuan Ken."
Malam hari,
"A..ce, aahh!!"
D*sahan demi d*sahan terus keluar dari bibir Ruby yg tak kuasa menerima gelombang ken*kmatan yg diberikan oleh Ace.
"Kamu begitu n*kmat Ruby," gumam Ace yg terus bergerak di atas t*buh Ruby.
"Aku ke..luar Ace," seketika tub*h Ruby bergetar hebat.
Ace tersenyum puas melihat wanita yg amat dicintainya itu entah sudah berapa kali merasakan kl*maks dalam percintaan mereka.
"Masih mau lagi sayang?" Tanya Ace.
Ruby menggeleng dengan lemas.
"Oke, sekarang giliran ku," ucap Ace yg kemudian mempercepat gerakan p*nasnya di atas tub*h Ruby dan,
"Aaakkh!!!"
Lah*r pan*s menyemb*r bebas didalam rah*m Ruby.
Bruk!!
Ace menjatuhkan tubuh kekarnya disamping Ruby.
Grep!
Ruby memiringkan tubuhnya dan kemudian memeluk Ace.
"Aku mencintai mu," ucap Ruby.
"Aku lebih mencintai mu," balas Ace.
"Semoga kali ini kamu cepat hamil By," batin Ace.
Sementara di tempat lain,
__ADS_1
"Jaga dia untuk ku. Dia putra kebanggaan Inagawa."
Tbc,