
Semakin sering aku menghabiskan waktu dengan mu, semakin aku merasakan kenyamanan sama seperti aku bersama Okachan. Nyaman dan begitu menenangkan.
Ace berdiri dibelakang Ruby yg sedang berdoa untuk mendiang kedua orang tuanya. Ace ikut mendoakan yg dalam hati agar kedua orang tua Ruby mendapat tempat yg layak disisi Tuhan.
"Ayo Ken," ajak Ruby.
"Oke," jawab Ace mempersilahkan Ruby berjalan lebih dulu.
Sesampainya dihalte bus.
"Kamu tumben nggak bawa motor?" Tanya Ruby.
"Itu kemarin motor Bos aku, aku hanya pinjam saja. Aslinya ya gini, aku kemana-mana naik bus atau jalan kaki," jawab Ace tentu saja berbohong.
"Jangan sedih, aku juga tidak punya apa-apa yang terpenting kita sehat itu sudah lebih dari cukup Ken. Mau sekaya apapun orang kalau tidak sehat, kekayaannya tidak akan ada artinya. Jadi harus selalu bersyukur dan berusaha sehat ya Ken?" Ujar Ruby dengan senyum mengembang di bibirnya.
"Sederhana sekali pemikiran mu Ruby," batin Ace.
"Eeh itu busnya! Ayo," ujar Ruby yg langsung berjalan kearah bus.
Ace mengangguk dan mengikuti Ruby.
35 menit kemudian,
"Aku langsung pulang ya? Eeh, aku boleh meminta no telepon mu?" Tanya Ace.
"Boleh Ken. Sebentar," jawab Ruby yg kemudian menuliskan no teleponnya disecarik kertas.
"Ini no telepon ku. Maaf aku tidak bisa berkirim gambar atau video, hp ku versi sangat lama," ujar Ruby tetap dengan senyum cantiknya.
"Lihatlah! Ponsel ku juga tidak bagus," jawab Ace memperlihatkan ponsel jadul entah milik siapa.
"Sepertinya aku memilih teman yg tepat," ujar Ruby.
"Maksudnya?" Tanya Ace bingung.
"Kamu sama seperti ku. Aku tidak kaya justru cenderung miskin dan kamu memiliki ponsel yg mirip dengan ku, jadul. Jadi aku dan kamu sama-sama orang biasa bukan orang kaya yg suka menghina orang miskin seperti ku. Terkadang aku sedih setiap orang menganggap ku Gaijin (orang asing) yg miskin, aku selalu dipandang remeh. Eehm, tapi aku sekarang memiliki teman, yaitu kamu Ken," jawab Ruby kembali tersenyum cantik.
Deg!
"Apakah seperti ini rasanya bahagia bagi mu Ruby? Hanya dengan memiliki teman?"
"Iya aku bukan orang kaya Ruby, dan aku akan menjadi teman mu yg tidak memandang mu sebagai orang asing atau menghina mu. Ya sudah aku pulang dulu ya? Cepat istirahat," ujar Ace mengusap kepala Ruby dengan lembut.
Ruby mengangguk dan melambaikan tangannya kepada Ace.
"Hati-hati Ken."
Sore hari dirumah mewah Ace,
"Sudah puas mengerjai ku?" Ujar Diego dengan wajah kesal.
"Maafkan aku," jawab Ace menahan senyumnya.
"Sekali lagi kau menipu ku. Awas!!" Ancam Diego.
Ace mengangkat kedua tangannya seolah-olah ketakutan.
__ADS_1
"Siapa perempuan itu?" Tanya Diego.
"Dia gadis Rusia yg hanya sebatang kara di dunia ini seperti diri mu dan aku. Dia sangat sederhana dan mudah sekali puas dalam hidup, hanya dengan sehat dan memiliki teman, dia bisa bahagia dan berkali-kali tersenyum," jawab Ace terbayang wajah cantik Ruby.
"Rusia?" Tanya Diego heran.
"Aku belum menyelediki latar belakangnya tapi dia sangat lucu dan menyita perhatian ku," jawab Ace senyum-senyum sendiri.
"Akan aku cari tahu siapa gadis itu," sahut Diego.
"Heem terima kasih. Kamu suka gadis Jepang yg lemah lembut kan?" Tanya Ace.
"Tentu saja," jawab Diego langsung penuh semangat.
"Temui seorang gadis bernama Reina Yamada di Cafe Z, malam ini jam 8 malam," ujar Ace.
"Dia gadis yg Uncle Tetsuya kenalkan kepada mu?" Tanya Diego.
"Ya," jawab Ace singkat.
"Baiklah, akan aku temui dia. Siapa tahu dia gadis yg selama ini aku cari hahahaha," ujar Diego senang.
Ace hanya menggelengkan kepalanya saat melihat Diego yg begitu senang akan bertemu Reina. Diego sangat menyukai gadis Jepang yg lemah lembut cantik seperti Reina.
Cafe Z,
Mata Diego dibuat terpana saat melihat seorang gadis cantik duduk seorang diri dimeja yg telah dipesan olehnya.
"Dengan Nona Yamada?" Tanya Diego sopan.
"Iya saya Reina Yamada. Tuan?" Jawab Reina seraya bertanya.
"Oow, lalu kemana Ace? Dan kenapa Tuan Diego yg datang?" Tanya Reina bingung.
"Ace sedang sibuk dengan pekerjaannya. Karena tidak ingin membuat Nona Yamada kecewa, Ace meminta saya untuk menemui Nona Yamada," jawab Diego dengan ramah juga senyum menawannya.
Deg!
"Kenapa tampan sekali pria ini? Seperti pemain telenovela jaman Ibu saja," batin Reina terpesona melihat ketampanan Diego.
"Nona Yamada?" Panggil Diego.
"Aah, iya.. silahkan duduk Tuan Diego," jawab Reina salah tingkah.
Diego tersenyum penuh kemenangan.
"Kamu tidak akan bisa lepas dari pesona ku Nona Yamada," batin Diego.
Makan malam antara Diego dan Reina berjalan lancar dan terkesan romantis. Karena Diego sangat handal dalam hal wanita. Reina merasa senang karena Diego pria yg menghargai wanita dan pandai memahami perasaan wanita.
"Reina, kamu bawa mobil sendiri atau?" Tanya Diego.
"Aku diantarkan supir tadi. Tapi belum datang sepertinya," jawab Reina.
"Aku antar saja, bagaimana?" Tanya Diego.
"Apakah tidak merepotkan?" Tanya balik Reina.
__ADS_1
"Tentu saja tidak! Untuk wanita secantik dirimu aku tidak akan bisa berkata tidak," jawab Diego.
"Baiklah," ujar Reina setuju diantar pulang oleh Diego.
Valley memarkirkan mobil mewah Diego tepat didepan pintu keluar Cafe dan menyerahkan kunci mobil ke Diego.
"Silahkan Cantik," ujar Diego membukakan pintu mobil untuk Reina.
Reina tersenyum cantik dan kemudian masuk kedalam mobil.
Blam!
Diego menutup pelan pintu mobil, lalu pria tampan itu memutari mobil dan masuk kedalam mobil.
Bruumm!!!
Deru suara mobil mewah Diego terdengar meninggalkan area Cafe.
30 menit kemudian,
Mobil yg ditumpangi Diego dan Reina sudah sampai di halaman rumah Reina.
"Apakah aku perlu turun Rei?" Tanya Diego.
"Tidak perlu, Papa ku sedang berada di Hokaido," jawab Reina.
"Baiklah, segera beristirahat ya cantik," ujar Diego.
Reina mengangguk dan saat Reina akan membuka pintu mobil, Diego menahan tangan Reina.
"Ada apa?" Tanya Reina.
"Bolehkah aku menatap wajah mu sebentar saja?" Tanya Diego.
Blush!
Seketika wajah Reina memerah.
Diego menatap wajah Reina penuh damba, sementara Reina menahan malu karena Diego terus menatapnya.
Tangan Diego menyentuh dagu Reina agar wajah cantik Reina tidak menunduk.
"Rei?" Panggil Diego lembut.
"Ya," jawab Reina.
Wajah tampan Diego perlahan mendekat dan semakin mendekat ke wajah Reina.
Entah apa yg ada dibenak Reina, gadis cantik itu seolah terhipnotis oleh Diego. Reina perlahan ikut memajukan wajahnya mendekati wajah tampan Diego dan,
Cup!
Diego mengecup bibir mungil Reina dengan lembut.
"Selamaat malam Reina Ku," bisik Diego.
Reina hanya mengangguk kaku dan segera keluar dari mobil Diego. Reina berlari masuk kedalam rumahnya.
__ADS_1
"Kamu akan menjadi milik ku Rei,"
Tbc,