
Aku akan mencoba hal baru, yaa sedikit perubahan di diri ku boleh juga.
"Apa anda Tuan Ken?" Tanya seorang pria yg tak lain adalah Tuan Alan.
"Ya saya Ken. Anda Tuan Alan Smith?" Jawab Ace.
"Iya betul, saya tidak menyangka kalau anda masih muda," ujar Tuan Alan.
"Anda juga masih muda," balas Ace.
Tuan Alan dan Ace berbincang ringan seputar kemampuan Ace dalam hal bela diri dan pertahanan. Tuan Alan kagum dengan Ace yg memiliki banyak kemampuan bela diri juga dibuktikan dengan banyaknya mendapat pengakuan/penghargaan dari berbagai pertandingan.
Tuan Alan menyukai karakter Ace yg santai namun memiliki prinsip kuat. Tuan Alan akhirnya memutuskan untuk merekrut Ace sebagai tim pengamanan tamu negara yg akan berkunjung ke Stockholm 1 bulan mendatang.
"Besok kamu bisa datang ke dorm untuk berlatih tata cara dan kedisiplinan bersama tim lainnya," ujar Tuan Alan.
"Baik, terima kasih Tuan," jawab Ace ramah.
"Kalau begitu saya pamit dulu, sampai bertemu besok," ujar Tuan Alan berpamitan.
"Hati-hati Tuan," balas Ace.
Tak lama setelah Tuan Alan pergi, Ace juga langsung meninggalkan kafe untuk segera pulang.
20 menit kemudian,
Ruby menciumi seluruh wajah Ace. Ruby senang Ace di terima bekerja sebagai salah satu anggota pengamanan.
"Apa kamu senang?" Tanya Ace.
"Ya aku senang," jawab Ruby tersenyum lebar.
"Kenapa?" Tanya Ace lagi.
"Karena kamu bisa menghasilkan uang dari keringat dan kerja keras mu sendiri, bukan dari warisan kedua orang tua mu," jawab Ruby.
Deg!
Ace hanya diam.
"Aku juga bekerja Ruby. Aku bahkan pernah jadi tukang pukul, apa kamu mengira aku anak orang kaya yg mengandalkan harta warisan saja?" Batin Ace sedikit kecewa dengan jawaban Ruby.
Ruby melihat Ace yg hanya diam saja lalu,
"Ace? Hei...," panggil Ruby.
"Iya," jawab Ace.
"Kamu kenapa?" Tanya Ruby.
"Aku tidak apa-apa kok. Eehm, mulai besok aku akan ke Dorm setiap sore sampai malam untuk latihan menjelang acara," ujar Ace memberi tahu.
"Aku akan sendirian di rumah?" Tanya Ruby dengan raut wajah sedih.
"Ini lah kemauan mu By. Bila kamu mau menghargai peninggalan kedua orang tua ku, aku akan selalu bersama mu," batin Ace.
"Iya, aku kan harus bekerja. Kamu tidak apa-apa kan?" Jawab Ace tersenyum.
"Heem, aku akan membiasakan diri," jawab Ruby lirih.
"Aku ingin kamu mengerti tidak semua anak orang mampu itu tidak bisa apa-apa. Harta warisan orang tua ku juga di peroleh dengan kerja keras," batin Ace yg sebenarnya sangat tidak bisa meninggalkan Ruby sendirian.
Keesokan harinya,
Hari ini Ruby tidak ada kegiatan di luar rumah sama sekali. Ruby hanya akan berada dirumah saja.
"Mau berangkat sekarang?" Tanya Ruby kepada Ace.
__ADS_1
"Iya sayang," jawab Ace yg sedang memakai sepatu.
Ruby nampak murung, karena selama menjadi kekasih Ace, Ruby tidak pernah jauh dari Ace. Dulu pernah, saat Ace menyelesaikan masalah dengan Inara.
"Baik-baik di rumah ya? Hubungi aku bila kamu ada apa-apa, aku hanya sampai jam 7 malam," ujar Ace mengusap kepala Ruby.
"Jangan lama-lama ya?" Balas Ruby.
"Iya sayang. Aku mencintai mu," jawab Ace.
"Aku juga mencintai mu," balas Ruby.
Ruby melambaikan tangannya saat mobil Ace melaju meninggalkan rumah mereka.
Ruby masuk ke dalam rumah dan tak lupa mengunci pintu rumahnya.
Puk!
Ruby duduk di sofa yg ada diruang televisi.
Pov Ruby,
Sepi, ya Sepi. Pria ku tidak di sini, pria ku sedang mencari nafkah untuk ku. Aku senang dia memiliki pekerjaan, tapi... Aku merasa sendiri dan kesepian. Biasanya dia akan selalu mengkhawatirkan ku bila aku sendirian, dia akan selalu cemas bagaimana aku nanti bila dia pergi? Tapi, kali ini dia memilih bekerja untuk ku. Aku sudah merindukan mu Ace, aku memang tak bisa jauh darimu.
End.
Sementara itu,
Ace dengan mudah masuk ke dalam tim di pekerjaan barunya. Ace tidak perlu susah payah mempelajari tentang bela diri, teknik pengamanan dan menggunakan senjata api. Ace sudah hafal dan sangat handal dalam hal tsb, karena sejak kecil Tuan Kenzo sudah mengajarkannya kepada Ace.
Ada sekitar 20 orang termasuk Ace yg akan menjadi tim pengamanan nanti. Salah satunya adalah Nicholas Sanders, pria asal Spanyol yg sejak awal Ace datang langsung mengakrabkan diri dengan Ace.
"Wajah mu tidak mirip orang Jepang?" Tanya Nicho, panggilan Nicholas.
"Mirip. Kamu saja yg kurang teliti," jawab Ace.
"Ini tim khusus untuk mengamankan sisi luar tamu negara nantinya, kamu kira tim kejar daku kau ku tangkap haa?" Jawab Ace tak habis dengan Nicho.
"Sudahla Ken, yg penting aku akan satu tim dengan mu," sahut Nicho.
Ace hanya melirik Nicho tanpa mau membalas celotehannya.
Waktu berjalan cepat, tiba saatnya Ace pulang.
Ceklek!
Tap
Tap
Grep!
"Aku merindukan mu,"
Baru beberapa langkah Ace masuk ke dalam rumah, Ruby langsung berlari dan menubruk tubuh Ace. Ace tersenyum melihat Ruby yg begitu merindukannya tapi,
"Ini yg kamu inginkan By," batin Ace.
"Baru beberapa jam kita tidak bertemu, kenapa sudah seperti 1 tahun tidak bertemu heem?" Ujar Ace membalas pelukan Ruby.
Ruby menggeleng dalam pelukan Ace.
"Masih ada 29 hari lagi yg harus kamu lalui," ujar Ace lagi.
"Aku mengerti Ace," jawab Ruby seperti menahan tangis.
"Aku mau mandi dulu. Mau ikut mandi?" Tanya Ace.
__ADS_1
"Mau," jawab Ruby tetap memeluk Ace.
Ace lagi-lagi tersenyum.
Hap!
Ace langsung mengangkat Ruby.
"Buat aku lebih nyaman, bisa?" Tanya Ace menatap Ruby yg ada dalam gendongannya.
"Bisa! Aku akan membuatmu sangat nyaman," jawab Ruby dengan nada menggoda.
Ace menjatuhkan tas jinjingnya di lantai begitu saja, dan langsung menuju kamar mandi bersama Ruby.
15 menit berlalu, namun Ruby dan Ace masih belum keluar dari dalam kamar mandi. Justru terdengar suara-suara d*sahan lembut dari Ruby maupun suara gahar dari Ace.
1 jam kemudian,
"Kapan kita menikah Ruby?" Tanya Ace yg duduk bersandar di atas ranjang.
"Kamu yakin Ace?" Tanya balik Ruby.
"Apa yg aku lakukan selama ini kurang untuk membuktikan kesungguhan ku By?" Ujar Ace.
"Aku percaya Ace, tapi aku merasa tidak percaya diri menjadi istri mu," jawab Ruby.
"Lupakan itu! Belum ada 10 menit yg lalu, aku menjamah mu. Dan hampir setiap hari kita melakukan itu By, apa yg membuat mu tidak percaya diri? Aku bahkan meninggalkan Tokyo agar bisa mewujudkan setiap keinginan mu, aku sangat mencintai mu sayang. Tolong jangan membuat yg mudah menjadi sulit By," ujar Ace menumpahkan isi hatinya.
Mata Ruby mulai terasa panas dan berkaca-kaca mendengar setiap kalimat yg keluar dari Ace.
"Aku minta maaf Ace," ucap Ruby.
Ace mengusap wajahnya kasar.
"Kemari By, cepat!" Ujar Ace.
Ruby langsung menggeser tubuhnya mendekati Ace. Ace memeluk Ruby dengan lembut.
"Maaf aku agak keras bicara kepada mu," ucap Ace.
"Aku yg salah Ace. Aku selalu mengecewakan mu," balas Ruby
"Setelah selesai pekerjaan ku, kita akan menikah oke?" Ujar Ace.
Ruby langsung mengangguk cepat.
"Aku mau."
Hari-hari berlalu dengan cepat, begitu pula dengan pekerjaan Ace. Ace setiap hari datang ke dorm untuk menerima materi dan pelatihan, begitu pula pertemanannya dengan Nicho yg juga semakin baik.
"Kurang 2 hari lagi Ken, pekerjaan yg sesungguhnya di mulai," ujar Nicho.
"Ya," jawab Ace.
"Bagaimana kalau setelah pekerjaan kita bekerja sama membuat usaha?" Ujar Nicho.
"Nanti saja dipikirkan, konsentrasilah ke pekerjaan kita besok lusa," jawab Ace.
"Oke aku mengerti," balas Nicho.
"Aku pulang dulu," ucap Ace berpamitan.
"Hati-hati," jawab Nicho.
Sesampainya dirumah,
"Sayang,
__ADS_1
Tbc,