The Ace

The Ace
Getting Closer


__ADS_3

Kenapa aku selalu ingin bertemu dengan mu?


Tuan Tetsuya terus memaksa Ace untuk lebih sering bergabung dengan organisasi. Tuan Tetsuya ingin Ace mengambil peran di Yakuza agar Ace memperluas jaringannya.


"Aku bosan Uncle." Itulah jawaban yg selalu Ace berikan kepada Tuan Tetsuya. Ace selalu merasa bosan dengan kegiatan yg ada di dalam organisasi.


Ace adalah anak Kenzo, yang merupakan salah satu petinggi di Inagawa, jadi Ace otomatis juga berada di jajaran atas yg tugasnya seperti para petinggi yg lain dan Ace merasa itu membosankan.


"Uncle sudah tua Ace. Kalau Uncle meninggal lalu siapa yg meneruskan?" Ujar Tuan Tetsuya.


"Haaa," Ace menghela nafasnya.


"Cobalah dulu. Kamu bisa ambil bagian di lapangan, itu akan jauh lebih cocok dengan mu yg tidak suka berdiam diri," ujar Tuan Tetsuya menambahkan.


"Oke, minggu depan saja. Aku muak masuk organisasi," jawab Ace memilih mengalah.


"Terima kasih Ace," ujar Tuan Tetsuya.


Ace mengangguk.


"Kalau tidak ada yg dibicarakan, aku mau ke toko buku," ujar Ace.


"Iya pergilah," jawab Tuan Tetsuya.


Ace segera keluar dari ruang kerja Tuan Tetsuya.


To : Rubyna


Kamu dimana Ruby?


Klik, terkirim.


Ace kemudian memasukkan ponsel jadulnya kedalam saku namun,


Kling, pesan masuk di ponsel Ace.


From : Rubyna


Ini siapa ya?


Ace tersenyum membaca pesan dari Ruby.


"Aku lupa kalau dia belum tahu ini nomor ku," gumam Ace.


To : Rubyna


Ini aku Ken. Aku ingin mengajak mu jalan-jalan sekaligus makan malam, aku baru saja gajian.


Klik, terkirim.


Ace masih duduk diatas motor besarnya menunggu balasan dari Ruby.


Kling..


From : Rubyna


Boleh, tapi aku masih membantu tetangga ku di kantin rumah sakit. Apa kamu mau menunggu?


"Kami bekerja terlalu keras Ruby," batin Ace.


To : Rubyna


Aku akan menunggu mu. Rumah sakit mana? Aku akan kesana.


Klik, terkirim.


Kling..


From : Rubyna


Rumah sakit ZY. Tunggu saja di kantinnya.


To : Rubyna

__ADS_1


Baiklah.


Klik, terkirim.


Ace langsung memasukkan ponselnya dan menyalakan mesin motor lalu berangkat menuju rumah sakit tempat Ruby bekerja.


Namun tanpa Ace sadari ada sepasang mata yg melihat Ace yg sedari tadi berbalas pesan dengan Ruby.


"Kamu sudah menemukan wanita pilihan mu ternyata."


Kantin Rumah Sakit.


Ace membiarkan rambut gondrongnya tanpa di kuncir seraya, menikmati sebatang rokok sambil duduk santai disalah satu kursi yg ada di kantin rumah sakit tsb.


Banyak mata yg melihatnya berdecak kagum karena ketampanannya juga gaya kerennya.



Ace tidak menghiraukan sama sekali tatapan penuh minat dari kamu hawa yg berlalu lalang disekitarnya. Ace sedari tadi memperhatikan gadis cantik yg tengah menata meja dan mengangkat barang-barang karena stand jualan akan tutup.


"Kamu seharusnya menjadi anak orang kaya Ruby, kamu cantik dan sempurna walau kamu pas-pasan dalam hal uang tapi kulit, rambut dan wajah mu tetap bagus," monolog Ace sendiri.


Kling,


From : Rubyna


Ken, aku sudah selesai. Kamu dimana?


Ace tidak membalas pesan Ruby, tapi Ace langsung mendatangi Ruby dan,


"Aku disini," ujar Ace yg berdiri dibelakang Ruby.


"Aaakkh! Kamu," ucap Ruby yg kaget.


"Heheheh maaf," jawab Ace.


"Ruby, ayo aku antar!" Ujar seorang pemuda yg tiba-tiba datang.


"Kamu siapa?" Tanya pemuda bernama Hanawa tsb kepada Ace.


"Perkenalkan aku pacar Ruby. Kami baru 1 minggu jadian," jawab Ace tersenyum manis.


Mata Ruby terbelalak mendengar jawaban Ace yg berbohong kepada Hanawa.


"Iya kan Sayang?" Ujar Ace seraya merangkul pinggang Ruby.


Ruby yg kaget dan juga bingung hanya mengangguk saja.


"Kenapa kamu tidak bilang kalau sudah punya pacar Ruby? Aku jadi berharap kepada mu," ujar Hanawa kecewa.


"Maaf ya! Mungkin Ruby masih malu, ya sudah kami permisi dulu," jawab Ace yang langsung menggandeng tangan Ruby meninggalkan Hanawa yg kecewa berat.


Sesampainya diparkiran.


"Kamu kenapa seenaknya sendiri mengatakan aku pacar mu!" Ujar Ruby tidak suka dengan sikap Ace.


"Pemuda itu playboy, dia suka gonta ganti wanita. Kalau dia berani mengantar mu pulang, lama-lama kamu akan jadi korbannya," jawab Ace yg entah benar atau berbohong.


"Kamu jangan asal menuduh! Hanawa anak pemilik stand kedai tempat ku bekerja," balas Ruby.


"Kamu tidak percaya kepada ku Ruby?" Tanya Ace memasang wajah memelas.


Ruby terdiam saat Ace mengatakan hal tsb.


"Oke aku percaya! Sudah sekarang ayo ajak aku jalan-jalan," ujar Ruby cemberut.


Ace tersenyum dan mencubit pipi Ruby.


"Kamu sangat cantik Ruby," puji Ace.


Blush!


Pipi Ruby langsung memerah.

__ADS_1


"Ck.. ayo," ujar Ruby yg sudah salah tingkah.


Ace tersenyum melihat Ruby yg salah tingkah karena pujiannya.


Bruung....!!


Motor besar Ace melaju di jalanan kota Tokyo.


20 menit kemudian.


Ace mengajak Ruby kesebuah Mall besar di Tokyo dan masuk kesebuah gerai brand ternama dunia yg menjual pakaian, sepatu, tas dll.


"Ken? Kenapa kita kesini? Ini brand mahal," ujar Ruby panik.


"Sudah diam saja. Ayo," jawab Ace menggandeng tangan Ruby.


"Selamat datang Tuan A..."


Salam salah satu karyawan Toko terhenti saat Ace memberi isyarat agar diam dan tidak menyapa Ace langsung.


"Saya mau mencari tas ransel untuk kekasih saya," ujar Ace.


"Ken, kamu apa-apaan? Gaji mu bisa habis kalau begini caranya! Aku punya uang sendiri, aku bisa membelinya di pasar," ujar Ruby yg panik.


"Diam Ruby," ujar Ace.


Ruby yg gelisah hanya bisa diam saat Ace sedikit membentaknya.


"Kamu tunggu sini," ujar Ace yg kemudian berdiri menghampiri manager toko.


"Tuan Ace, terima kasih sudah mampir ke Toko kami. Apa yg anda butuhkan?" Tanya Sang manager.


"Berikan tas ransel untuk gadis ku, jangan memanggil ku Ace. Anggap kita tidak kenal dan rubah harga tas nya menjadi 1000 yen saja," jawab Ace.


"Baik-baik akan saya lakukan! Silahkan di tunggu Tuan," ujar Manager toko langsung sigap dengan permintaan Ace.


Karyawan toko langsung memberikan tas ransel berukuran sedang bermotif monokrom itu kepada Ruby. Ruby sangat menyukai tas ransel tsb, namun gadis cantik itu takut bila harganya sangat mahal.


"Hanya 1000 yen Ruby, ini lagi diskon. Kamu mau?" Tanya Ace.


"Masih mahal Ken," jawab Ruby berbisik.


"Aku akan membelikannya untuk mu," balas Ace.


"Jangan Ken, jangan! Begini saja, aku bayar 500 yen kamu bayar 500 yen. Tapi anggap aku hutang ya? Nanti aku bayar bulan depan," ujar Ruby.


"Oke," sahut Ace cepat.


Ace langsung memberikan tas kepada salah satu karyawan untuk membungkus tas tsb.


"Terima kasih atas kunjungannya," ucap salah satu karyawan kepada Ace dan Ruby yg keluar dari toko.


"Ken, kita makan dirumah ku saja ya? Uang mu terpakai untuk membelikan tas untuk ku, jadi lebih baik aku masakan saja ya?" Ujar Ruby.


"Boleh. Ayo kita kerumah mu! Eeh, apa sudah ada bahan untuk memasak?" Tanya Ace.


"Sudah ada kok, ayo!" Jawab Ruby.


Ace dan Ruby turun ke parkiran dan segera pulang kerumah Ruby.


Sementara itu toko brand ternama,


"Kenapa Tuan Ace berbohong ya?" Ujar manager toko.


"Mungkin dia lagi menyamar," jawab salah satu karyawan.


"Iya mungkin saja ya! Mana ada tas ransel dari produk kita harga 1000 yen, ada-ada Tuan Ace itu," ujar manager toko.


"Iya betul Pak. Padahal harga asli nya 700 ribu yen (setara 90juta rupiah)," jawab karyawan toko.


"Iyaa betul," sahut yg lain.


Tbc,

__ADS_1


__ADS_2