
Aku akan membawa mu pergi, seperti yg pernah Otouchan lakukan bersama Okachan. Kita akan hidup bahagia dengan anak kita nanti.
Ace meminta salah satu bawahan Paman Takagi yg masih berusia muda untuk bekerja di Kedai Mochi Ruby agar membantu Ruby agar gadis cantik itu tidak kecapekan.
"Perkenalkan nama saya Sumire Nozomi," ujar seorang wanita yg kira-kira berusia 30 tahun yg merupakan asisten Paman Takagi di rumah besar Ace.
"Senang bisa bertemu dan bekerja sama dengan anda Nina Sumire. Nama saya Ruby Ishikawa," balas Ruby yg menyambut jabat tangan Sumire.
"Saya juga senang bisa bekerja disini, karena saya sangat membutuhkan pekerjaan untuk membantu kedua orang tua saya," jawab Sumire berbohong.
"Kita bertiga akan bekerja sama dengan baik agar Kedai kita maju dan laris manis," ujar Ruby penuh semangat.
"Kita Bisa!!!" Sorak Ruby, Sumire dan Paman Takagi bersamaan.
Ini adalah hari pembukaan Kedai Mochi, yg diberi nama Wagashi yg artinya Dessert atau makanan penutup khas Jepang. Ruby tidak ingin nama yg aneh-aneh untuk kedai Mochi nya yg penting mudah di ingat orang.
Baru beberapa saat Kedai dibuka, sudah ada beberapa orang yg mampir dan mencoba tester yg telah disediakan. Ruby sengaja menyediakan tester mochi utuh tanpa di potong-potong agar orang-orang bisa merasakan kelezatan mochi buatannya secara pasti. Itu juga akan mempermudah untuk menentukan kue mochi rasa apa yg akan mereka beli.
Ruby tersenyum senang saat orang-orang yg datang ke Kedainya tidak hanya mencicipi tester namun mereka semua membeli mochi buatan Ruby.
Tanpa terasa sudah masuk jam makan siang, Ruby menutup Kedainya, dan akan membukanya kembali pukul 5 sore.
"Aku datang!" Ujar Ace yg baru saja datang dan membawa beberapa kantong kertas berisi makan siang.
"Ken, Ken orang-orang banyak yg datang dan membeli mochi ku," ujar Ruby yg begitu bersemangat.
"Aku senang kalau kamu bahagia Ruby," batin Ace bahagia melihat tawa cantik Ruby.
"Benarkah? Waaah, sebentar lagi kamu akan menjadi milyader Ruby," jawab Ace menggoda Ruby.
"Cckk, kamu ini selalu saja," balas Ruby.
"Aku ikut senang bila dihari pertama, kue mochi buatan mu banyak yg membelinya," ujar Ace.
Grep!
"Ini semua karena mu! Andai Tuhan tidak mempertemukan kita, mungkin aku masih bekerja dikantin rumah sakit dan berjualan dipinggir jalan. Terima kasih Ken, aku mencintai mu," ujar Ruby seraya memeluk Tubuh Ace.
Ace tersenyum bahagia melihat sikap Ruby, apalagi Ruby telah mencintainya.
Paman Takagi dan Sumire ikut bahagia, akhirnya Ace menemukan wanita yg dicintainya.
"Aku juga mencintai mu sayang. Ayo kita makan siang dulu," ujar Ace lembut.
Ace, Ruby, Paman Takagi dan Sumire menikmati makan siang yg dibawakan oleh Ace.
Setelah makan siang selesai, mereka berempat beristirahat sejenak sebelum nanti pukul 5 sore Kedai dibuka lagi.
__ADS_1
"Ruby, apakah benar kamu sudah mencintai ku?" Tanya Ace yg tidur-tiduran di p*ha Ruby.
"Iya Ken, aku sudah mencintai mu. Mungkin sudah sejak dulu, tapi aku tidak menyadari hal itu. Saat kamu menc*mbu ku, aku tidak terpaksa sama sekali bahkan mungkin aku menikmatinya," jawab Ruby seraya mengusap lembut rambut gondrong Ace.
"Terima kasih ya sayang. Aku sangat senang dan bahagia ternyata kamu sudah mencintai ku," balas Ace.
"Heem, aku yg harusnya berterima kasih kepada mu Ken. Kamu segalanya untuk ku," jawab Ruby.
Cup!
Ace mengecup bibir Ruby.
"Aishiteru Rubyna," ujar Ace.
"Rubyna?" Tanya Ruby.
"Entahlah, aku sejak bertemu dengan mu. Aku menganggap nama mu itu Rubyna," jawab Ace.
"Iya sudah terserah kamu saja Ken. Eeh, kamu nggak balik kerja?" Tanya Ruby.
"Nggak! Udah selesai kok kerjaannya, aku akan membantu mu di Kedai. Boleh?" Jawab Ace.
"Tentu saja boleh. Ya sudah istirahatlah dulu, aku mau ke dapur dulu," ujar Ruby.
"Aku ikut," sahut Ace cepat.
Ace merangkul pundak Ruby dan mereka menuju dapur.
Beberapa jam kemudian,
Ace membuka Kedai Mochi dan ikut membantu Ruby dan yg lainnya. Ace lega ternyata banyak yg menyukai serta antusias dengan mochi buatan Ruby.
"Aku mencintai mu Ruby."
Pukul 10 malam.
Ace kembali menginap di apartemen yg ditempati oleh Ruby. Ace benar-benar tidak bisa jauh dari Ruby, Ruby bagai magnet untuk Ace. Ace selalu tertarik dengan apa yg Ruby lakukan atua ucapkan.
"Ruby, ayo kita menikah saja," ujar Ace.
"Apa?" Tanya Ruby kaget.
"Aku ingin kita menikah," jawab Ace mengulangi perkataannya.
"Ken, kita butuh waktu untuk saling mengenal satu sama lainnya. Aku tidak mau ada penyesalan di kemudian hari yg bisa berakibat perceraian," ujar Ruby memberikan alasan.
"Oke oke, aku mengerti. Kita bicarakan itu nanti saja ya? Sekarang ganti baju mu dengan kemeja ku," balas Ace melepaskan kemejanya lalu menyodorkan kemeja biru tua miliknya kepada Ruby.
__ADS_1
Ruby mengambil kemeja milik Ace dan beranjak ke kamar mandi.
Ace melihat pintu kamar mandi tertutup.
"Apa aku hamili saja ya? Agar Ruby mau menikah dengan ku?"
Hari berlalu dengan cepat,
Ruby semakin sibuk dengan kedai mochinya, bahkan terkadang Ruby harus pulang malam karena semakin banyak yg datang untuk memeli mochi buatannya.
Sementara Ace harus mengalah dan tidak ingin mengekang Ruby yg sedang giat-giatnya dalam membangun usahanya.
Sore yg cerah di Kedai Wagashi,
Seorang wanita cantik tengah memilih kue mochi yg berbentuk lucu dengan aneka rasa yg menggugah selera.
"Ada yg bisa saya bantu Nona?" Tanya Ruby.
"Aah, saya ingin memberikan kue mochi untuk teman kerja saya yg baru saja pindahan rumah," jawab wanita cantik itu.
"Bagaimana kalau sepaket mochi matcha? Akan sangat cocok untuk orang yg sudah dewasa sambil menikmati teh di sore hari," saran Ruby.
"Baiklah, berikan saya 2 paket ya?" Jawab Wanita Cantik itu.
"Baik, mari ikut saya ke kasir," ajak Ruby.
Wanita cantik itu mengikuti Ruby.
Ruby memberikan nota tagihan kepada wanita cantik itu. Saat wanita cantik itu mengambil dompet dari dalam tasnya, Ruby sekilas melihat ponsel mahal wanita itu menyala pertanda ada panggilan telepon masuk dan,
"Ini Nona uangnya. Kembaliannya ambil saja," ujar Wanita itu.
"Aah iya terima kasih Nona. Itu ponsel Nona berdering," balas Ruby.
"Itu dari tunangan saya. Biarkan saja, dia pasti mengajak bertemu. Padahal setiap hari bertemu tapi selalu saja ingin bertemu," jawab wanita cantik itu.
Wajah cantik Ruby berubah menjadi murung dan kaget.
"Ya sudah saya permisi dulu. Terima kasih," pamit wanita itu.
"I..ya Nona terima kasih," balas Ruby.
Ruby memegangi dadanya yg terasa sesak setelah mendengar apa yg dikatakan wanita itu.
"Ken."
Tbc,
__ADS_1