The Civilian : Resurgence

The Civilian : Resurgence
Bab 20


__ADS_3

Wikar membuat rantai granat, yang dimana nantinya jika para tank musuh melewati granat-granat itu, maka tank mereka akan rusak. Meskipun kerusakannya mungkin tidak akan parah, tapi setidaknya itu dapat menghentikan pergerakan tank musuh yang sedang menuju ke kota.


Dengan begitu, Wikar dan pasukannya akan semakin mudah untuk melakukan perlawanan. Dan Ando juga bisa lebih mudah menggunakan Drone-nya. Ando akan menyerang musuh melalui udara. Agar para pasukan Wikar bisa lebih mudah untuk menerobos pertahanan musuh.


Karena saat ini banyak sekali pasukan Wikar yang kelelahan akibat serangan para tentara sebelumnya. Banyak juga pasukannya yang terluka dan juga meninggal karena peristiwa itu. Mereka banyak mengalami tekanan akhir-akhir ini. Wikar tidak mau terus menerus memeras tenaga pasukannya.


Dia ingin pasukannya memiliki waktu untuk menenangkan diri mereka. Mereka juga harus mendapatkan asupan batin dari sahabat-sahabat mereka yang lain. Pasukan yang mengalami depresi akibat perang ini terpaksa harus ditarik mundur oleh Wikar, dan dia hanya mengandalkan setengah dari pasukannya untuk melakukan penyerangan ini.


Dia juga ingin menguji seberapa besar kekuatan yang dimiliki oleh musuh, karena hal itu sangat dibutuhkan dalam setiap penyerangan yang Wikar lakukan. Walaupun dia sudah mendapatkan pasukan terbaik, seperti halnya Ando, tapi tetap saja dia tidak bisa menggempur musuh dengan alat seadanya.



Lain lagi halnya dengan **Angel** yang saat ini terbaring lemah di ruang tahanannya. Setelah para tentara itu puas menggagahinya, **Angel** dibiarkan tetap terikat dikasurnya, agar dia tidak bisa kabur dari tempat ini. Keadaannya sungguh memprihatinkan.



Dia bukan hanya mengalami tekanan batin, tapi juga mengalami tekanan secara fisik akibat perlakuan kasar para tentara yang melecehkannya. Dia sudah gagal menjaga harga dirinya sebagai seorang wanita. Harga dirinya hancur karena ulahnya sendiri yang suka menindas pasukannya.



Tanpa belas kasih, **Angel** bahkan pernah menyuruh salah seorang tentara untuk melecehkan adiknya sendiri. Karena hal itu, adik dari tentara itu menjadi gila. Diumurnya yang masih sangat muda, dia harus mendapat perlakuan kasar dari kakaknya sendiri.



Tentara itu tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah dan menuruti perintah dari Angel. Dan sekaranglah saatnya karma mendatangi **Angel**. Dia dilecehkan oleh pasukan yang ia pimpin sendiri. Pangkatnya juga telah dicabut. Dia kini hanya tahanan pemerintah.



Seluruh komando atas pasukannya telah diambil alih oleh **Jendral** yang lain. **Jendral** yang lebih tangguh dan lebih terhormat dari pada Angel. Dia adalah sahabat **Jendral** **Hidi** dan juga sahabat lama **Wikar**.

__ADS_1



Meskipun sahabat lama, dia tetap bersebrangan dengan **Wikar**. Hal ini disebabkan karena **Wikar** diketahui pernah membunuh kakaknya yang berkhianat padanya. Dia adalah **Jendral** **Lahar**.



Dengan kehadiran Jendral Lahar, Wikar mungkin akan mengalami banyak sekali hambatan. Karena Jendral Lahar bukanlah orang yang baru di militer. Dia mendapatkan pelatihan yang sama dengan Wikar. Hanya saja Jendral Lahar dilatih oleh orang yang salah.


Dia dilatih oleh orang yang sekarang telah mati sebagai seorang psikopat. Sedangkan Wikar dilatih oleh sahabat ayahnya, yang seorang tentara yang sangat baik. Bahkan tidak pernah sekalipun Wikar diajari untuk membunuh. Wikar melakukan pembunuhan atas dasar paksaan dari keadaan yang sekarang sedang terjadi.


Tanpa membunuh, Wikar tidak akan bisa memenangkan semua perang yang telah dia lalui. Tapi Wikar selalu berharap, dia tidak berhadapan dengan sahabatnya itu. Karena meskipun sahabatnya terkenal kejam terhadap musuh, tapi Wikar dan Jendral Lahar tidak pernah terlibat masalah apa pun.


Saat Jendral Lahar mengetahui kalau kakaknya mati pun, dia sama sekali tidak bersedih. Mereka hanya berbeda faham. Wikar masih mempercayai adanya Tuhan yang menjadi penolongnya. Sedangkan Jendral Lahar, dia lebih mengutamakan logikanya sendiri. Dia tidak mempercayai adanya Tuhan


Maka dari itu, Jendral Lahar tidak pernah merasa bersalah sekalipun dia membunuh banyak orang. Saat dia membunuh seseorang, Jendral Lahar akan membiarkannya di tempat. Hal itu dilakukannya sebagai bukti, bahwa dia tidak pernah main-main dengan setiap tindakannya.


Jendral Lahar juga sebenarnya sudah bosan dengan Presiden yang tidak pernah tegas dalam menghadapi semua hal. Dia hanya menurut pada sistem yang dibuat oleh para pendukungnya. Dia sama sekali tidak memiliki wibawa sebagai seorang pemimpin.


Presiden juga tidak pernah sekalipun hadir ke sebuah tempat, ketika rakyatnya sendiri menghadapi masalah. Dia bahkan kerap melakukan hal-hal yang dianggap konyol dan tidak penting. Dia sama sekali tidak memiliki aura seorang pemimpin bangsa.


Dia menggunakan seluruh kekayaan negara hanya untuk berfoya-foya dan untuk mencari pamor di negara lain. Dia bahkan pernah mengejek suatu negara yang angka kemiskinannya tinggi. Bukannya malah membantu, dia justru bahwa itu adalah hal yang lucu.


Rakyat sama sekali tidak mencintainya, bahkan banyak sekali orang yang ingin membunuh Presiden beserta orang-orang yang ada dibelakangnya. Tapi hal itu selalu digagalkan oleh para pendukung yang fanatik padanya. Dia dihormati dan disembah oleh para pendukungnya.



**Jendral** **Lahar** yang sudah selesai menjalani sumpah, langsung berangkat menuju para pasukannya. Dia dikawal dengan sangat ketat oleh para tentara. Karena mereka khawatir akan adanya percobaan pembunuhan dari pasukan Wikar.


__ADS_1


Tapi dengan pengawalan seketat itu pun, mereka tidak akan tahu bahwa sekarang para **Deathless** sedang mengintai gerak-gerik Jendral Lahar saat pertama kali dia tiba di tempat ini. Tapi target para **Deathless** bukanlah **Jendral** **Lahar**, namun **Presiden**.



Mereka ingin membunuh **Presiden** untuk memancing kemarahan para tentara. Sehingga para tentara akan pecah dan saling tuduh satu sama lain. Mereka akan menuduh **Jendral** **Lahar** dan pasukannya yang melakukan hal itu. Karena selama operasi pembersihan ini dilakukan, **Jendral** **Lahar** menempatkan sebagian pasukannya untuk melindungi **Presiden**.



Jika pasukan **Jendral** **Lahar** gagal menjadi pelindung, maka **Jendral** **Lahar** akan menerima hukuman yang sangat berat. Begitu juga dengan penyerangan ini, kalau dia gagal, maka hukuman mati siap menyambutnya.



Wikar yang sedang mempersiapkan pasukannya, mendapatkan laporan dari Ando, bahwa semuanya sudah siap untuk penyerangan. Wikar juga sudah selesai dengan semua perangkap yang dia pasang. Semua Drone telah ditempatkan pada posisinya. Beberapa pasukan juga telah disebar.


Wikar hanya perlu memberikan perintah. Tapi dia ingin para Deathless yang terlebih dahulu melakukan aksinya. Wikar ingin tahu reaksi para tentara dan juga Jendral Lahar setelah mendapatkan serangan kecil dari para Deathless.


"Deathless pada komandan! Ganti!"


"Masuk Deathless."


"Kami sudah siap pada posisi. Target dalam garis positif. Ganti!"


"Laksanakan!"


"Siap laksanakan!"


Setelah mendapatkan perintah itu, mereka semua menarik nafas dalam-dalam agar pada situasi yang setenang mungkin.


Hingga pada akhirnya....

__ADS_1


__ADS_2