
Entah bagaimana sosok Aran yang diceritakan oleh Jason. Namun Ambar yang mendengarkan cerita itu sampai selesai pun merasakan kalau Wikar yang dulu dan yang sekarang sangat jauh berbeda. Dia jauh lebih kuat, lebih tangguh, dan Ambar juga tidak pernah melihat Wikar jatuh sakit.
Meskipun Ambar tidak menginginkan hal itu, tapi sebagai sahabat dekatnya Ambar merasa kalau Wikar sudah melampaui batas kemampuannya sendiri. Dimana saat semua orang sedang merasakan lapar, Wikar bahkan tak sedikit pun terlihat merasakan kelaparan. Dia justru masih kuat mencari makanan untuk sahabat-sahabatnya yang lain.
Sebelumnya, Wikar juga banyak melakukan penyerangan sendirian. Tanpa bantuan siapa pun. Padahal, dia melawan puluhan tentara jaga yang benar-benar terlatih. Bukan hanya itu saja keanehan yang terlihat, Wikar juga mengambil banyak sekali senjata dan amunisi yang seharusnya hanya bisa dibawa oleh sepuluh orang.
Entah kekuatan macam apa yang ada di dalam diri seorang Wikar. Manusia biasa yang kini telah berubah menjadi manusia super. Manusia dengan seribu kemampuan. Bertarung, membuat taktik, dan mengumpulkan banyak orang. Semua itu adalah hal yang hanya bisa dilakukan oleh sedikit orang. Karena kebanyakan kelompok yang ada tidak pernah bisa bertahan lama.
Mereka yang tidak benar-benar kuat akan mudah untuk dikalahkan. Meskipun banyak orang yang bergabung antara satu dengan yang lain untuk saling bahu membahu, tapi tetap saja masih ada beberapa orang yang mau menerima suap dari para tentara. Mereka juga terpaksa melakukan hal itu karena mereka tidak mau kelaparan.
Orang-orang seperti itu akan dimanfaatkan oleh pemerintah untuk menaklukkan kelompok-kelompok yang melawan pemerintah. Tragisnya, banyak sekali para pemuda yang menjadi korban karena kebanyakan kelompok yang melawan para tentara adalah anak-anak muda yang tidak mau dijajah.
Beruntunglah mereka yang diselamatkan oleh Wikar. Mereka yang selamat akan direkrut oleh Wikar untuk menjadi anggotanya. Karena itulah jumlah anggota kelompoknya semakin bertambah banyak. Semua orang bekerja untuk Wikar. Mereka menggantungkan hidup mereka di kelompok ini. Dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang sudah tidak memiliki siapa-siapa.
__ADS_1
Keluarga mereka diburu dan dihabisi oleh para tentara sebagai pelampiasan kebrutalan mereka. Negara yang sudah hancur ini menjadi semakin hancur saat Presiden Jacob memerintahkan seluruh tentara yang ada untuk memburu Wikar dan para pasukannya. Presiden Jacob memerintahkan kepada para tentara untuk membunuh siapa pun yang diduga kuat membantu Wikar dan kelompoknya.
Hal ini memancing Wikar semakin gencar untuk melawan. Dia mulai menyerang dan menjarah seluruh tempat yang dijadikan markas para tentara untuk dia jadikan markas yang baru. Wikar sengaja tidak membunuh semua tentara yang ada, karena dia ingin menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran kepada pemerintah. Tujuan Wikar adalah untuk membuat Presiden Jacob semakin tidak terkendali.
Dengan begitu, Wikar akan semakin mudah untuk menguasai tempat-tempat penting milik pemerintahan. Wikar ingin mendapatkan semua penghasilan negara, agar dia bisa membeli banyak logistik untuk para pasukannya dan juga para warga yang berada dibawah kekuasaannya. Karena Wikar tidak ingin melihat lagi ada rakyat yang kelaparan.
Wikar juga mulai mengibarkan sebuah bendera di tempat-tempat yang sudah dia kuasai sebagai pertanda bahwa wilayah itu berada di bawah kendalinya. Bendera berwarna hitam dengan sebuah logo kepala harimau berwarna merah ditengahnya. Wikar menamai kelompoknya dengan sebutan 'Aranga', atau yang artinya 'Kebangkitan.'
Warna hitam dilambangkan sebagai rasa sakit, penderitaan, dan kesedihan. Sedangkan Kepala harimau berwarna merah, diartikan sebagai kebangkitan dari rasa sakit, penderitaan, dan kesedihan itu sendiri. Harimau juga memiliki naluri untuk melindungi sesamanya, dan mempertahankan haknya sebagai makhluk hidup. Namun harimau juga akan melakukan hal-hal yang sadis jika dirinya, kawanannya, ataupun wilayah kekuasaannya diganggu.
Wikar akan memburunya sampai orang itu lelah, berhenti, dan kemudian menyerah. Wikar tak pernah pandang bulu untuk menghabisi siapa pun yang dirasa perlu. Dia tidak pernah merasa bersalah, khawatir, atau takut. Karena bagi Wikar, membunuh adalah satu-satunya cara untuk membuat para pengkhianat itu bungkam. Wikar tidak butuh alasan atau informasi apa pun dari mereka. Yang ia butuhkan adalah nyawa mereka.
Hal itu ia anggap sebagai bayaran dan tebusan yang pantas untuk para pengkhianat seperti mereka. Wikar tidak memiliki belas kasihan sedikit pun kepada musuh-musuhnya. Siapa pun dan apa pun akan dia lawan. Tidak peduli muda atau tua. Kecil atau besar. Tinggi atau pendek, mereka semua sama rata. Tidak ada namanya toleransi dan permintaan maaf. Wikar akan menghabisi mereka dan semua orang yang bersama mereka.
__ADS_1
Yang aneh adalah, setiap Wikar membunuh lebih dari tujuh orang, maka lukisan-lukisan di tubuhnya akan muncul dengan sendirinya. Gambar-gambar itu tidak bisa dibaca dan dipahami oleh siapa pun, kecuali Wikar sendiri. Gambar-gambar itu semakin banyak dan warnanya pun akan semakin menghitam jika Wikar terus menerus melalukan pembunuhan, pemusnahan, dan pembantaian.
Namun walaupun begitu, Wikar tetap bisa mengendalikan dirinya sendiri untuk tidak terus menerus melakukan pembunuhan dan pembantaian. Saat Wikar ingin merebut dan menguasai suatu wilayah, maka Wikar akan memberikan tugas itu kepada para pasukannya. Wikar mau membunuh jika pasukannya terdesak dan tidak bisa berkutik. Baru saat itulah Wikar akan berada di barisan paling depan.
Bukan karena takut dengan lawannya, tetapi Wikar tidak ingin terlalu banyak membunuh dan ingin membuat semua pasukannya terbiasa dengan hal-hal yang akan mereka lakukan. Karena Wikar tahu bahwa perang ini akan berlangsung lama dari perkiraannya. Dia melihat pergerakan para tentara dan juga pemerintah yang semakin gencar memburu kelompoknya.
"Aku tidak ingin para pasukanku bergantung padaku. Aku ingin mereka terbiasa dengan apa yang mereka lakukan. Karena aku yakin bahwa perang ini akan berlangsung lama." ucap Wikar kepada Jason.
"Yah.... Mau tidak mau mereka harus membiasakan diri. Apalagi situasi sekarang semakin memanas Wikar." jawab Jason.
"Kau benar. Aku ingat sahabat lamaku. Aku tahu dimana dia berada. Namun aku harus memperhitungkan semuanya. Aku takut, jika aku pergi para tentara akan menyerang markas utama kita. Aku bukannya meragukan pasukanku. Aku hanya belum yakin sepenuhnya dengan kemampuan mereka. Mereka masih baru. Kau tahu?"
"Aku paham apa maksudmu. Tapi jika kau terus menerus mencari waktu yang tepat, aku khawatir jika sahabatmu tidak memiliki banyak waktu."
__ADS_1
Wikar tertunduk dan kembali memikirkan ucapan Jason kepadanya. Dia tahu kalau sekarang para tentara sedang gencar-gencarnya mencari keberadaan setiap orang yang terhubung dengan Wikar.