
"Kita sudah berbulan-bulan melakukan misi rahasia ini, tapi sama sekali belum ada hasil yang pasti. Kebanyakan yang kita dapatkan hanyalah para bawahan. Kita belum menemukan satu pun pimpinan mereka. Kita harus mulai masuk ke dalam lingkungan masyarakat. Tapi seperti yang kita ketahui sekarang, bahwa wajah kita akan sangat mudah untuk dikenali." kata Mayor Jendral Maric kepada beberapa pasukan seniornya.
"Kami siap untuk menjalankan semua perintah yang komandan berikan kepada kami. Dan cara terbaik yang bisa kita lakukan adalah operasi wajah, agar wajah kita bisa membaur dengan semua masyarakat di kawasan ini. Karena kami semua yakin, bahwa banyak warga sipil yang mendukung para penjahat itu secara diam-diam." kata salah seorang anggota di ruangan itu.
Pangkat di bajunya menunjukkan bahwa dia sudah masuk dalam tingkatan paling tinggi di kelompok ini. Dan tercatat di bajunya, 0001.
Di ruangan khusus Mayor Jendral Maric tersebut, mereka menyusun sebuah rencana bagus untuk mendapatkan jaringan para penjahat itu dari para warga sipil yang mendukung mereka.
"Ya! aku pun memikirkan hal yang sama. Tapi hal itu juga akan memakan waktu yang lama." kata Mayor Jendral Maric.
"Lebih baik kita segera melakukan rencana ini Jendral. Mengingat keadaan sudah mulai genting. Badan Pengawas pasti akan mencari cara agar bisa masuk ke tempat ini untuk mengetahui semua rahasia yang telah kita simpan rapat-rapat. Dan itu akan sangat berbahaya bagi semua saudara-saudara kita." kata salah seorang lagi dari mereka yang memiliki nomor 0006.
"Benar Jendral. Saya akan mencari orang yang memiliki postur tubuh yang sama dengan warga sipil, agar sulit untuk dikenali." kata nomor 0009.
"Bagus. Tapi logat juga akan menjadi masalah bagi kita. Kita sangatlah jauh berbeda dengan mereka. Sangat jauh. Kita membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk melatihnya. Dan selama itu pula, kita harus berusaha keras mencari alasan yang tepat, jika Badan Pengawas berhasil mendapatkan semua bukti yang ada di tempat ini." kata Mayor Jendral Maric.
"Baiklah Jendral. Saya persiapkan semua pasukan kita. Dan sementara itu juga, kita akan menyusun rencana kedua." ucap nomor 005.
"Lakukan apa yang harus dilakukan. Tapi jangan ambil tindakan sendiri, musyawarahkan lebih dahulu dengan yang lain, agar semuanya juga bisa bertindak sesuai dengan aturan." perintah Mayor Jendral Maric.
"Siap!"
Mereka semua kembali ke ruangan mereka masing-masing. Penjagaan di tempat ini kembali di perketat, karena ada desakan dari semua fraksi perjuangan di wilayah ini, untuk membuka markas **Mayor** **Jendral** **Maric** kepada para sekutunya yang lain.
**Badan** **Pengawas** juga mulai membuat berbagai tindakan tegas kepada **Mayor** **Jendral** **Maric**. Tapi dia bukanlah orang yang bodoh. **Mayor** **Jendral** **Maric** selalu memiliki alasan untuk menepis semua bukti yang ada, karena dia memiliki pasukan dengan kemampuan politik yang lebih mumpuni dari pada orang-orang yang dikirimkan oleh **Badan** **Pengawas**.
__ADS_1
Semua hal yang dilakukan oleh **Badan** **Pengawas** hanyalah hal yang sia-sia. Mereka mutlak menggunakan hukum yang tertulis pada sebuah kertas, sedangkan **Mayor** **Jendral** **Maric** menerapkan hukum atas dasar **Situasi** dan **Kondisi**. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan aturan yang diterapkan oleh pemerintah.
Terlebih lagi, **Mayor** **Jendral** **Maric** selalu mendapatkan dukungan dari setiap negara. Hal itu amat sangat menyulitkan semua pihak yang ingin menentangnya.
Dibalik itu semua, Mayor Jendral Maric ternyata memiliki sebuah niat terselubung. Dia ingin menguasai sebagian dari hasil sumber daya yang ada. Karena meskipun di tempat yang tandus, tapi para penjahat itu sudah menguasai sebagian besar ladang minyak milik negara. Bukan hanya Mayor Jendral Maric, tapi banyak juga aliansi dari negara lain yang sama-sama berkeinginan kuat untuk menguasainya.
Karena dirasa masalah semakin berat, Mayor Jendral Maric memutuskan untuk mencalonkan salah satu anggotanya masuk ke dalam kepemerintahan. Sehingga nantinya Mayor Jendral Maric bisa mendapatkan ladang minyak tersebut secara resmi, meskipun harus menggunakan nama anggotanya itu.
"*Tidak lama lagi, kita akan memenangkan perang ini Jendral. Saya rasa tidak perlu mencalonkan anggota kita. Jika kita bisa berjasa untuk negara ini, kita bisa mendapatkan apa pun yang kita inginkan. Kita juga bisa mendapatkan anggota baru dari negara ini, dan kita akan semakin kuat*."
"*Yah... kalian ada benarnya juga. Bagaimana dengan rencana kita*?" tanya **Mayor** **Jendral** **Maric** pada mereka.
"*Sudah ada sepuluh orang yang siap untuk diberangkatkan Jendral. Kami menunggu perintah*." jawab **002**.
__ADS_1
"*Berangkatkan mereka semua besok pagi di zona hijau. Tetap lakukan serangan kecil kepada para pemberontak itu, agar mereka semua tidak mencurigai rencana kita*." perintah **Mayor** **Jendral** **Maric**.
"*Siap*!"
Sepuluh orang itu adalah anggota kelompok yang memang sudah ahli dalam penyamaran. Bukan hanya sekali ini saja mereka melalukan operasi plastik. Mereka sudah pernah melakukannya berkali-kali. Bahkan mereka juga melakukan **Misi** **Body** **Double**.
**Body** **Double** adalah misi perlindungan dengan membentuk tubuh dan wajah seseorang menjadi sangat mirip dengan orang yang aslinya. Tujuannya adalah untuk melindungi subyek agar tetap aman. Biasanya yang melakukan hal ini adalah orang-orang penting, pejabat pemerintah, ataupun orang-orang kaya raya yang memiliki darah bangsawan.
Yang mampu melakukan hal itu tentu hanyalah anggota kelompok **Mayor** **Jendral** **Maric**. Karena misi **Body** **Double** masuk dalam kategori misi tingkat berat. Jarang orang yang mau dan mampu melakukan hal itu. Biaya yang dikeluarkan pun tidaklah sedikit. Setiap orang yang menginginkan hal itu harus rela merogoh koceknya dalam-dalam.
Kebanyakan yang sudah bekerjasama dengan **Mayor** **Jendral** **Maric**, tidak bisa lepas dari kelompok ini. **Mayor** **Jendral** **Maric** mampu mencuci otak mereka, sehingga mereka akan menjadi kekuatan pendukung yang baru baginya.
Karena itulah banyak yang tidak mau mencampuri urusannya dalam hal apa pun. **Mayor** **Jendral** **Maric** sudah kebal dengan hukum. Dia bisa melakukan apa pun sesuka hatinya. Tanpa larangan dan ancaman dari pihak manapun.
Dilengan kanannya tertulis sebuah kata 'Not Human', yang artinya 'Bukan Manusia'. Dapat dilihat dari perilaku Mayor Jendral Maric yang tidak pernah berbelas kasih kepada musuhnya. Kata itu terlukis dengan sebuah lambang tengkorak manusia, dengan angka tiga belas di dahinya. Lambang kematian itu didapatkan Mayor Jendral Maric saat tugas terakhirnya sebelum mendapatkan Pangkat Mayor Jendral.
__ADS_1
Dia membunuh puluhan pasukan hanya dengan pisau sangkur. Kemampuannya itu dianggap sangat berbahaya kala itu, hingga percobaan pembunuhan sering menghantui kehidupan Mayor Jendral Maric. Dia lalu mengenal salah satu orang yang memiliki bisnis penjualan senjata ilegal, dan memberikan beberapa orang kepercayaannya kepada Mayor Jendral Maric untuk ikut dalam barisan pasukannya. Dan bertambah jumlahnya sampai sekarang.