The Civilian : Resurgence

The Civilian : Resurgence
Bab 47


__ADS_3

Penyerangan di hari itu membuahkan hasil yang luar biasa. Nama Wikar mulai tenar dimana-mana. Dia menjadi orang yang paling dicari sekarang. Baik oleh pemerintah, ataupun oleh masyarakat. Jendral Hidi yang mengetahui kalau pengaruh Wikar semakin berbahaya, dia mulai menyebar pasukan di seluruh tempat untuk mencari keberadaan Wikar dan pasukannya.


Begitu juga Presiden Jacob yang terus menuntut kepada Jendral Hidi untuk segera menangkap Wikar dan membunuhnya. Karena jika Wikar mati, maka semangat pasukannya akan memudar. Dan Presiden Jacob bisa kembali hidup dengan tenang dan damai. Semua orang bisa dia tundukkan. Namun itu bukanlah hal yang mudah.


Presiden Jacob bukan hanya menghabiskan waktu untuk berfikir, tapi juga sumber daya. Dia mencoba mencari bantuan ke negara tetangga, dengan berdalih bahwa negaranya sedang dilanda radikalisme. Tapi tidak ada satupun negara yang mau membantu. Mereka justru mengejek Presiden Jacob, karena menurut mereka itu adalah hal yang pantas didapatkan oleh Presiden Jacob.


Pada akhirnya, Presiden Jacob harus menerima kenyataan bahwa dia harus berjuang sendirian, tanpa dukungan dari negara lain. Dia harus mulai berfikir keras bagaimana caranya membinasakan Wikar dan seluruh pengikutnya. Presiden Jacob sudah tidak bisa mengharapkan lagi bantuan dari siapa pun. Sekarang, orang yang dia percayai untuk membereskan masalah ini hanyalah Jendral Hidi dan seluruh pasukannya.


Impian-impiannya menjadi seorang penguasa kini telah pupus. Dia hanya bisa pasrah dengan keadaannya. Dan lari ke tempat yang aman. Bukan hanya sampai disini saja masalah yang dia hadapi. Sekarang, sudah banyak juga para tentara yang ikut bergabung dengan Wikar. Mereka semua adalah tentara yang tidak pernah mendapatkan haknya sebagai seorang prajurit. Mereka tak digaji. Keluarga mereka ditahan dan dibunuh.


Kesempatan ini digunakan Wikar untuk membuat sebuah pasukan yang kuat dan pemberani. Mantan tentara yang bergabung dengannya diwajibkan untuk melatih semua orang. Dalam hal bertarung ataupun menembak. Awalnya banyak orang yang menolak, karena masyarakat berfikir kalau semua tentara sama saja. Wikar pun mencoba memberikan pengertian kepada mereka semua.


Meski cukup sulit karena masyarakat sudah terlanjur membenci para tentara, tapi akhirnya mereka pun mau menerima nasehat dari Wikar. Karena bagaimanapun para tentara itu bisa mereka manfaatkan untuk melatih mereka. Juga untuk menambah jumlah kekuatan yang ada saat ini.


"Kita harus berhati-hati Wikar. Para tentara itu bisa saja para agen rahasia yang dikirim untuk mengawasi kita." kata Loah kepada Wikar.

__ADS_1


"Aku sudah mempersiapkan semuanya, jika ada pengkhianat di tempat ini."


"Apa yang sudah kau rencanakan?" tanya Loah penasaran.


"Cukup aku saja yang mengetahui hal itu." jawab Wikar.


Meskipun Wikar percaya kalau Loah tidak mungkin berkhianat kepadanya, tapi Wikar tetap harus berhati-hati. Karena siapa pun bisa menjadi apa pun. Orang setia bisa berkhianat. Kawan bisa menjadi lawan. Apalagi dengan situasi yang kacau balau seperti ini. Orang-orang rela bertaruh nyawa hanya untuk sepotong roti dan sebotol minuman.


Dalam situasi perang, rasa lapar bisa merubah seseorang menjadi ganas dan beringas. Orang-orang akan melakukan apa pun demi bisa mengganjal perut mereka. Bahkan Wikar pernah melihat seorang wanita tua yang sedang menyantap cucunya sendiri. Hal itu sungguh sangat menjijikan dan tidak manusiawi.


Wikar juga mencurigai kalau ada kanibal di kelompoknya. Karena Wikar melihat adanya gelagat mencurigakan dari beberapa orang pasukannya. Mereka sepertinya satu komplotan pemburu, dan berpura-pura tidak saling kenal agar tidak dicurigai. Di markas barunya, Wikar pun mulai menceritakan sebuah pengalaman saat dia melihat seorang wanita tua yang memakan daging cucunya sendiri.


Ternyata itu adalah para tentara yang datang bersama komandan mereka. Jumlah mereka pun cukup banyak. Untung saja semuanya telah dipersiapkan Wikar sebelumnya. Sehingga saat para tentara menembus pagar, Wikar dan pasukannya bisa memukul mundur para tentara itu. Mereka yang hidup dibiarkan pergi untuk memberitahu apa yang terjadi kepada teman-temannya.


"Kenapa komandan membiarkan mereka pergi?" tanya salah satu anak buah Wikar kepadanya.

__ADS_1


"Aku ingin memberikan ancaman kepada Presiden Jacob. Jika mereka semua mati, maka tidak ada satu pun orang yang bisa membuktikan keberadaan kita. Aku ingin semua orang tahu. Jika banyak orang yang tahu, maka banyak pula yang akan bergabung dengan kita." jawab Wikar.


"Apa itu tidak berbahaya komandan? Itu akan membuat para tentara semakin mengganas." kata Loah.


"Justru itu yang aku inginkan. Mereka semua orang-orang yang mudah panas. Terutama Presiden Jacob. Dia mungkin akan mengirimkan pasukan lebih banyak lagi. Tapi sebanyak apa pun pasukan yang dia kirimkan untuk membunuh kita, dia tidak akan berhasil tanpa sebuah strategi. Dan kalian sudah melihat buktinya. Dengan jumlah yang terbatas di markas ini, kita mampu memukul mundur para tentara itu." jelas Wikar pada mereka.


"Yah! Kami semua sudah melihatnya komandan. Tapi alangkah baiknya jika kita melakukan perubahan di tempat ini. Dilihat dari struktur bangunannya, tempat ini sangat cocok jika kita jadikan markas yang besar." kata salah seorang kakek tua yang kelihatan masih gagah seperti anak muda.


Dia bernama Jason. Dia adalah seorang veteran, yang kemudian berprofesi menjadi seorang arsitek. Dia sangat berpengalaman dan ahli dalam bidang pembangunan. Dulu dia juga pernah merenovasi istana negara bersama timnya. Tapi sekarang dia sendirian karena semua anggota timnya telah tewas akibat kerusuhan ini.


"Kami semua akan membantumu Jason. Sekaligus kau bisa mengajari semua orang bagaimana caranya mendesain sebuah bangunan." kata Loah.


"Aku tidak percaya kalau orang tua sepertiku masih dibutuhkan." ucapnya sambil terbahak.


Semua orang pun tertawa mendengar ucapan Jason. Karena dilihat dari wajahnya yang sudah keriput, Jason seharusnya sudah hidup damai bahagia bersama keluarganya, bukan ikut berpatisipasi dalam perang ini. Namun Jason adalah orang yang nasionalis, sama seperti Wikar. Dia tidak rela jika negaranya diacak-acak oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab.

__ADS_1


Dia juga ingin menuntut balas atas kematian keluarga dan sahabat-sahabatnya. Meskipun usianya sudah lanjut, tapi pendengaran dan penglihatannya masih sangat bagus. Jason juga sangat berpengalaman dalam menggunakan semua senjata. Tak hanya itu, dia juga mengetahui secara detail kelemahan dan kekuatan setiap senjata yang ada.


Namun kelebihan yang dia miliki tidak pernah dihargai sama sekali oleh pemerintah. Bahkan bisa dibilang Jason ini hidupnya sangat sulit dan serba berkecukupan.


__ADS_2