The Civilian : Resurgence

The Civilian : Resurgence
Bab 65


__ADS_3

Bagaimana pun keadaanya, mereka semua yang di dalam bunker harus bisa bertahan selama mungkin, agar mereka tetap hidup. Dan yang paling penting adalah, mencari cara lain agar mereka bisa keluar dari bunker ini hidup-hidup, tanpa harus membuat bomnya meledak.


"Bagaimana pun caranya, kita harus mencari cara agar keluar dari tempat ini Pak. Kita tidak bisa selamanya ada di tempat ini." kata Dokter Stam pada Hanam.


Dokter Stam adalah pimpinan para dokter pribadi Presiden. Dia sudah menjadi dokter pribadi untuk beberapa kali pergantian kekuasaan dan kepemimpinan. Dengan tim beranggotakan empat orang dokter perempuan, dan juga Dokter Stam sendiri. Dokter Stam pun tak tahu apa yang harus dia lakukan. Karena sebelumnya dia tidak pernah menghadapi situasi darurat seperti ini.


"Bunker ini memiliki ketebalan dan ketahanan yang luar biasa. Kita tidak bisa melakukan apa pun selain menunggu bantuan datang. Karena jalan keluar satu-satunya adalah melewati pintu itu. Jika tidak ada yang mengambil bom itu, maka kita semua harus mencari cara agar tetap bisa bertahan di tempat ini." jawab Hanam.


"Kita memiliki banyak sekali makanan di tempat ini. Tapi mungkin ini hanya akan cukup untuk satu bulan. Dan jika kita menginginkan lebih dari itu, maka kita harus menghemat makanan. Perhitungannya, makan dan minum satu kali dalam sehari." ucap Dokter Stam.


Mereka pun pasrah dengan semua itu. Tapi Hanam yakin, kurang dari satu bulan pasti akan ada bantuan yang datang. Apalagi Hanam mengetahui kalau Wikar sangat menginginkan kepala Presiden Jacob. Sehingga dia begitu yakin, kalau Wikar pasti akan datang dengan para pasukannya ke tempat ini.


"Apa kau yakin kita bisa keluar dari tempat ini dalam waktu kurang dari satu bulan? Bagaimana jika Wikar tetap membiarkan kita berada di tempat ini? Sangat mungkin jika istana sekarang sudah jatuh ke tangan musuh. Kita tidak bisa berharap dan terus berharap. Kita harus melakukan sesuatu." ucap Dokter Stam.


Tapi Hanam sudah tidak peduli dengan ucapan Dokter Stam. Saat Dokter Stam menyusun rencana untuk bisa keluar, Hanam hanya diam tanpa melakukan apa-apa. Dia hanya duduk melamun.


"Dokter Kelly, Dokter Lina, dan Dokter Rayan, kalian gunakan benda tajam apa pun yang bisa digunakan untuk mengorek tembok ini. Sedangkan aku dan Dokter Citra akan menggunakan bahan-bahan kimia yang ada di tempat ini untuk kita buat menjadi bahan peledak." perintah Dokter Stam kepada mereka.


Bunker ini bukan hanya menyimpan makanan dan minuman saja. Tapi banyak juga senjata, amunisi, dan juga banyak sekali bahan-bahan kimia yang mudah meledak. Memang Presiden Jacob sering melakukan hobynya di dalam bunker ini. Dan setelah diperhatikan lagi, para dokter sadar kalau Presiden Jacob seperti sudah merencanakan semuanya, jika suatu hari nanti dia kembali terjebak kembali di dalam bunker.


"Lihatlah semua ini Dokter Citra, Presiden Jacob sudah mempersiapkan semuanya. Dia mengantisipasi segala hal yang kemungkinan terjadi. Dan salah satunya adalah yang kita alami sekarang." kata Dokter Stam kepada Dokter Citra.


"Benar Dokter Stam. Sepertinya Presiden Jacob belajar dari pengalaman sebelumnya. Dan sekarang, diam-diam dia telah menggunakan bunker istana ini sebagai markasnya." jawab Dokter Citra.


"Benar. Kita benar-benar beruntung. Sekarang ayo kita kumpulkan semua bahan yang kita butuhkan."


__ADS_1



**Wikar** lalu tersadar dari mabuk beratnya. Dia kebingungan, karena sekarang dia berada di markas besarnya yang ada di bekas penjara.



"*Kau sudah sadar*?" tanya **Lontro** padanya.



**Lontro** membawakan makanan dan minuman untuk Wikar dan **Lahar**. **Wikar** juga baru sadar, kalau **Lahar** tidur disampingnya. Sepertinya mereka mabuk sampai tak sadarkan diri.



"*Kenapa aku sudah disini*?" tanya **Wikar**.




"*Entahlah. Jangan bicarakan hal itu terlebih dahulu. Aku lapar, kemarikan makanannya*."



"*Ini. Aku juga membawakannya untuk Lahar. Sebaiknya kau bangunkan dia. Setelah selesai makan, bersihkan badanmu, kami akan menunggumu diluar*."


__ADS_1


**Wikar** begitu menikmati makanannya, karena semalaman dia tidak sadarkan diri, sehingga perutnya kosong. Dia tidak menyangka kalau dia akan mabuk separah ini. Padahal, **Wikar** sudah lama tidak menikmati minuman sejenis itu. Karena baginya itu bukan minuman yang baik untuk dikonsumsi. Namun karena telah melewati hari yang berat, **Wikar** pun tidak dapat menahannya.



**Wikar** menatap Lahar yang sekarang telah kembali bersamanya. Dia sangat bersyukur karena **Lahar** sudah berubah. Aura wajahnya pun terlihat bahwa **Lahar** sekarang jauh lebih baik dari pada sebelumnya. Dulu **Lahar** terlihat seperti orang yang sudah tua, dan wajahnya pun terlihat keriput. Karena dia lebih sering marah-marah. Sedangkan sekarang dia terlihat jauh lebih mudah dan terlihat lebih segar. Tanda bahwa dia telah mendapatkan sesuatu yang membuatnya bahagia.



**Wikar** menatap langit-langit kamarnya. Memikirkan segala sesuatu yang akan dia lakukan untuk ke depannya. Sampai dia tidak sadar, kalau makanan dimangkuknya sudah habis. Hanya tersisa air minum yang ada di gelas.



"*Huffttt.... bahkan aku tidak memperhatikan makananku*." ucapnya dalam hati.



Selesai makan, **Wikar** menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sudah hampir satu minggu **Wikar** tidak mandi, karena dia terus menerus melakukan pertempuran. Sekali merasakan air, **Wikar** merasakan tubuhnya langsung segar. Dia ingin berlama-lama menikmati air yang mengucuri tubuhnya.



Dia menatap ke cermin, dan melihat wajahnya yang sekarang penuh dengan gambar. Perlahan kenangan bersama ayahnya kembali muncul dibenaknya. Sudah lama dia tidak bertemu dengan ayahnya. Gambar diwajahnya itu tidak mudah untuk didapatkan. **Wikar** harus berburu, berlatih bela diri, memanah, menombak, dan juga banyak sekali hal yang harus dia lewati.



**Wikar** juga pernah meminum darah segar ayam **Mangu**. **Ayam Mangu** adalah sejenis ayam hitam. Bahkan hingga darah dan dagingnya. Bagi warga sukunya, Darah Ayam Mangu dipercaya dapat memberikan kekuatan magis. Setiap orang yang meminumnya dipercaya bisa kebal terhadap senjata apa pun. Dan kepercayaan itu telah turun temurun dipakai oleh orang-orang disukunya. Dan sudah terbukti kebenarannya.


__ADS_1


Sampai sekarang, **Wikar** tak pernah merasakan sakit, atau terluka oleh benda apa pun. Itulah kenapa **Wikar** sekarang jauh lebih kuat sekarang. Dia mengikuti jejak orang-orang disukunya, termasuk ayahnya sendiri yang memang seorang kepala suku. Ibarat dalam sebuah kerajaan, **Wikar** adalah **Putra Mahkota** yang akan menjadi penerus kekuasaan seorang **Raja**. Walaupun ayahnya seorang putra dari seorang kepala suku, tapi **Wikar** tidak menunjukkan hal itu kepada sembarang orang. Dia hanya memberitahunya kepada orang yang benar-benar bisa dipercaya.


__ADS_2