The Civilian : Resurgence

The Civilian : Resurgence
Bab 49


__ADS_3

"Rupanya kita harus menutupi semua ini dari publik." ucap Wikar kepada Jason.


"Bagaimana caranya? Semua orang bisa melihat tempat ini dengan sangat jelas. Dan suara bising terus menerus terdengar sampai keluar."


"Itulah yang aku khawatirkan Jason. Aku bertanggung jawab atas mereka semua. Satu nyawa melayang, maka masalah baru akan terjadi. Yang paling aku khawatirkan adalah, masyarakat akan bertindak ceroboh seperti dulu. Mereka menyerang tanpa perhitungan. Jatuh banyak korban. Dan sekarang kita semua merasakan kesengsaraannya."


Jason mengambil rokok dan menyalakan koreknya, lalu menyodorkan satu batang kepada Wikar. Sembari menikmati rokok, mereka berdua berbincang tentang rencana Wikar yang akan berusaha menutupi semua pembangunan ini, agar tidak terdengar keluar. Hal itu memang sulit untuk dilakukan, tapi Wikar tetap yakin kalau dia bisa melakukannya.


Jason yang melihat tekad Wikar begitu kuat, akhirnya memutuskan untuk membantunya terlebih dahulu, dengan mencari bantuan kepada teman-temannya yang sekarang sudah menetap di negara lain. Tapi yang menjadi masalah adalah, Jason tidak tahu bagaimana caranya untuk menghubungi mereka. Karena di tempat ini hanya ada radio komunikasi yang jangkauannya tidak jauh.


"Serahkan semuanya kepada Loah. Dia memiliki sebuah laptop yang mungkin bisa kau gunakan." kata Wikar kepada Jason.


Jason pun langsung menemui Loah di ruangannya. Seperti biasa, Loah sedang duduk di depan laptopnya sembari mengawasi keadaan di sekitar melalui kamera pengawas. Perintah dari Wikar itu ditanggapi baik oleh Loah. Loah berjanji akan membantu Jason agar bisa menghubungi teman-temannya yang berada di negara lain.


"Kau yakin mereka mau membantu?" tanya Loah kepada Jason.


"Mereka bukan hanya sekedar teman. Tapi juga keluarga. Dan mereka berhutang nyawa padaku." jawab Jason.


"Oh baiklah. Aku akan mencari informasi keberadaan mereka. Dan jika aku sudah menemukannya, aku akan memberitahumu."


"Tidak perlu repot-repot. Aku akan mencarinya sendiri. Yang aku butuhkan hanyalah laptopmu."


"Oke. Lantas kenapa kau tidak mengatakannya padaku, kalau kau sedang membutuhkannya?"


"Baiklah. Sekarang menyingkir dari kursimu." kata Jason langsung duduk dikursi kesayangan Loah.

__ADS_1


"Hati-hati. Jika rusak, Wikar akan membunuhku."


"Aku yang akan membunuhmu jika kau banyak bicara." kata Jason sembari tertawa terbahak-bahak.


"Dasar orang tua." kata Loah sembari keluar dari ruangan tersebut.



**Wikar** tetaplah menjadi target utama para tentara, mereka bahkan terus menerus meneror para warga yang tidak bersalah demi mendapatkan apa yang mereka inginkan. Para tentara tidak segan-segan untuk membantai siapa pun yang mengatakan '**Tidak Mau**'. Jika mereka tidak mau membantu para tentara untuk memancing **Wikar** keluar dari sarangnya, maka mereka semua akan dibunuh.



**Wikar** benar-benar menjadi momok paling menakutkan bagi pemerintah. Karena para pejabat negara melihat bahwa pengaruh **Wikar** jauh lebih besar dari pada **Presiden Jacob** yang hanya duduk sepanjang hari dikursinya. Sedangkan **Wikar**, dia lebih terpandang karena dia jauh lebih dekat dengan masyarakat. Selain itu, **Wikar** juga menjadi benteng utama bagi masyarakat.




Banyak negara-negara lain yang mendukung jika **Wikar** yang menggantikan **Presiden Jacob** menjadi seorang pemimpin. Hal itu diperkuat dengan adanya bukti kejahatan yang dilakukan oleh **Presiden Jacob**. Selama ini negara lain diam bukan karena tidak peduli, tetapi mereka diam-diam bergerak untuk mencari dan mengumpulkan semua bukti guna menjatuhkan kepemimpinan **Presiden Jacob**.



Walaupun sudah didukung oleh orang-orang yang memiliki pengaruh kuat. Namun **Wikar** tidak secepat itu mengambil keputusan. Karena **Wikar** sudah berjanji kepada dirinya sendiri dan juga semua orang, bahwa dia akan menuntut balas atas penderitaan dan kesengsaraan yang telah dirasakan oleh semua orang di negeri ini. **Wikar** ingin membuat **Presiden Jacob** jatuh secara perlahan, agar dia juga bisa merasakan apa yang disebut dengan '**Rasa Sakit**'.


__ADS_1


Karena jika **Wikar** langsung membunuh **Presiden Jacob**, dia tidak bisa menumpahkan segala kekesalannya. Wikar ingin semua berjalan lambat, sampai **Presiden Jacob** tak memiliki satu orang pun di dunia ini yang mau membantunya lagi. **Wikar** menginginkan sebuah kehancuran besar dirasakan oleh **Presiden Jacob** sebelum ajalnya tiba.



Dalam masa-masa perjuangannya ini, Wikar tak sekalipun melupakan keluarganya. Dia selalu mengunjungi keluarganya di tempat persembunyian mereka. Entah dimana tempat itu, tidak ada satu orang pun yang mengetahui. Bahkan Loah dan Ambar yang sudah sangat dekat dengannya pun tidak diberitahu soal hak ini.


Wikar benar-benar sangat hati-hati dalam menyembunyikan keberadaan keluarganya. Bahkan tidak ada satu pun orang yang berani mempertanyakan dimana keberadaan keluarga Wikar. Banyak orang yang ingin menanyakan hal itu kepada Wikar, tapi mereka takut disangka pengkhianat.


Karena itulah, sampai sekarang tidak ada satupun orang dari pasukannya yang bertanya soal keluarga Wikar yang masih menjadi misteri hingga saat ini.


Ada tiga hal yang tidak Wikar ceritakan kepada semua orang. Yang pertama, keberadaan keluarganya. Yang kedua adalah bagaimana Wikar bisa memiliki tatto di lengan dan juga wajahnya, padahal Wikar tak menyukai hal semacam itu. Dan yang terakhir adalah, kenapa kedua mata Wikar perlahan berubah menjadi biru.


Pernah ada sebuah legenda masyarakat, tentang seorang pangeran yang memiliki kedua mata biru dan ukiran disekujur tubuhnya, yang membuatnya menjadi manusia terkuat pada masanya. Namanya adalah Aran. Legenda Aran memang sudah lama tidak terdengar di telinga masyarakat modern.


Tapi sang arsitek, yaitu Jason. Dia masih ingat saat ibunya menceritakan kisah itu setiap malam sebelum dia tidur. Kisah itu begitu melegenda pada zaman dulu. Karena ibu Jason pernah mengatakan bahwa dia pernah memiliki sebuah lukisan yang menggambarkan sosok Aran yang sebenarnya.


"Apa kau yakin kalau itu kisah nyata?" tanya Ambar yang mendengar cerita itu dari Jason.


"Entahlah. Tapi saat aku menatap kedua mata ibuku, aku merasa bahwa dia melihat buktinya sendiri. Begitu juga saat aku pertama kali melihat Wikar. Aku merasa ada sesuatu yang tidak biasa. Karena itulah aku mau mengikutinya. Aku yakin, dia akan membawa kejayaan bagi kita. Sekalipun hal itu dilakukan dengan cara yang sangat sadis." ucap Jason.


Diam-diam, Ambar juga ternyata merasakan ada hal berbeda dari seorang Wikar. Dimulai dari dia memakai tatto di sekujur tubuhnya. Padahal Ambar tidak pernah sekalipun melihat Wikar pergi menemui pembuat tatto.


Sampai saat ini dia masih ingat saat Wikar berkata padanya,


"Jangan pernah bahas hal ini kepada siapa pun dan apa pun. Tutup mulutmu rapat-rapat."

__ADS_1


Ucapan Wikar masih terngiang hingga sekarang. Ambar tidak pernah bisa melupakannya.


__ADS_2