
Dengan keadaan yang parah, beberapa tentara yang selamat bersembunyi diantara reruntuhan. Bahkan ada juga yang menguburkan dirinya di dalam tanah agar tidak diketahui oleh pasukan Wikar dan juga pasukan Jendral Lahar. Karena semua pasukan dikerahkan untuk mencari sisa-sisa tentara yang ada.
Jendral Lahar yang sudah selesai, lalu turun dari tanknya, dan pergi menemui Wikar. Sedangkan para pasukannya masih sibuk mengumpulkan para tentara yang berhasil di temukan. Para pasukan Jendral Lahar memang memiliki insting yang kuat. Mereka bisa menemukan para tentara yang bersembunyi.
Mereka mengutamakan para komandan tentara untuk dijadikan tawanan. Untuk mengancam Presiden dan orang-orangnya. Jendral Lahar dan Wikar melepas semua beban mereka hari ini. Perjuangan mereka sebentar lagi akan selesai. Mereka hanya perlu menikmati sisa umur mereka dengan bahagia.
Negara ini sudah cukup melewati masa-masa penderitaannya. Sekarang rakyat bisa hidup lebih tenang. Walaupun semua ini belum cukup untuk membuat mereka bahagia. Tapi setidaknya mereka bisa hidup aman, tanpa merasa was-was akibat pemerasan yang dilakukan oleh pemerintah.
Mereka kini hanya perlu menentukan nasib mereka sendiri, agar mereka bisa tetap bertahan hidup dengan keadaan negara mereka yang sudah hancur. Jendral Lahar dan Wikar hanya bisa tersenyum menetap tanah kelahiran mereka yang kini telah hancur.
"Lihatlah sahabatku. Kita telah menghancurkan tanah kelahiran kita sendiri. Aku sekarang tidak tahu lagi apa yang harus aku perbuat." kata Wikar pada Jendral Lahar.
"Tenanglah Wikar. Kita melakukan semua ini untuk kebebasan semua orang. Apa kau ingin melihat semua orang tetap berada dalam penindasan pemerintah kita? Pemerintah kita sudah hancur. Presiden hanyalah formalitas. Dia bukan seorang pemimpin. Tapi dia seorang penjahat." kata Jendral Lahar.
"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Wikar.
"Pasukanku sudah mengurus Presiden. Mereka bilang kalau Presiden dalam keadaan kritis. Dan para pengawal telah membawanya ke ruangan perawatan, setelah beberapa lama berada di dalam bunker. Pasukanku juga sudah pergi dari tempat itu. Masih ada tentara yang tersisa. Pilihan kita hanya dua, membunuh seluruh aset pemerintahan, atau kita tunggu mereka yang menyerang kita lagi." ucap Jendral Lahar.
__ADS_1
"Aku ingin istirahat sejenak. Aku ingin bermain-main dulu dengan mereka. Kematian tidak cukup. Tapi penderitaan yang harus mereka rasakan!" tegas Wikar.
Jendral Lahar menganggukkan kepalanya. Dia tahu apa yang ada di fikiran Wikar saat ini. Mereka berdua kini satu frekuensi, sama-sama memiliki jiwa seorang psikopat. Jendral Lahar yang sudah pengalaman terhadap hal semacam itu, sudah mempersiapkan rencana yang bagus untuk para aset pemerintah. Terutama Presiden.
**Jendral** **Lahar** masih ingat bagaimana **Presiden** memperlakukan dirinya kala itu. Saat **Jendral** **Lahar** selesai dari tugasnya, dia dipecat langsung oleh **Presiden** secara tidak hormat. Karena **Jendral** **Lahar** dianggap tidak mau mematuhi perintah. Padahal saat itu **Jendral** **Lahar** hanya ingin menyelamatkan nyawa seorang anak kecil.
Namun diketahui bahwa anak kecil itu adalah anak dari pimpinan \*\*\*\*\*\*\* yang dibunuh oleh **Jendral** **Lahar** dan pasukannya.
Diumurnya yang masih sangat muda, Lahar telah mendapatkan pangkat Letnan Kolonel (LetKol) di kemiliteran. Semua itu karena buah dari kerja kerasnya selama ini. Di dalam kamarnya, Lahar memegang sebuah foto seorang perempuan cantik dengan rambut yang ikal, dan hidung yang mancung.
Dia begitu sangat merindukan kekasihnya yang telah lama dia tinggalkan itu. Seharusnya, Lahar sudah menikah dengannya. Tapi Mayor Jendral Maric masih tetap memberikannya tugas. Hal itu disebabkan karena Lahar dan kesatuannya selalu menjadi yang terbaik. Baik di darat, laut, maupun di udara.
Meskipun pada dasarnya Lahar masuk ke dalam satuan Angkatan Darat, tapi bukan berarti dia tidak menguasai semua medan. Lahar dan pasukannya sangat terlatih dalam semua hal. Mereka sering melakukan misi penyergapan dan juga penyusupan ke wilayah musuh.
__ADS_1
Untuk kali ini, Lahar dan timnya dipanggil kembali oleh Mayor Jendral Maric untuk melakukan sebuah misi khusus. Misi itu adalah membebaskan para tawanan yang sedang disekap oleh para ******* di sebuah gurun. Lokasi mereka sangatlah jauh dari segala tempat. Baik dari desa maupun tempat yang lainnya.
Kabarnya mereka semua sedang mempersiapkan sebuah bom dengan daya ledak maha dahsyat. Mereka menculik orang-orang penting untuk memeras keluarga mereka agar mau memberikan seluruh hartanya. Agar para ******* ini bisa mewujudkan impian mereka untuk menguasai negara itu.
Negara itu adalah negara sekutu paling dekat dan paling kaya, karena memiliki banyak sekali ladang minyak. Sehingga saat ada masalah, maka negara ini pun harus ikut membantu. Karena walaupun kaya, tapi kemampuan militer mereka tidak mampu mengalahkan para *******. Sehingga mereka semua hanya bisa pasrah dengan keadaan yang ada.
Lahar lalu memanggil semua anggota timnya untuk menjalankan misi ini. Tapi tidak semua anggotanya ikut, hanya sebagian saja. Beberapa dari mereka beralasan ada tugas lain yang harus dijalankan. Sehingga saat ini anggota yang bisa ikut hanya tujuh orang. Tiga diantaranya adalah Wikar, Loah, dan juga Ambar.
Loah dan Ambar berprofesi sebagai tentara bayaran. Mereka menggunakan kemampuan mereka untuk membantu militer saat dalam keadaan yang genting. Ambar memiliki kemampuan meretas. Sedangkan Loah ahli dalam penyamaran dan juga ahli dalam bidang persenjataan.
Sebelumnya, Loah dan Ambar hanya mau dibayar oleh orang-orang kaya yang memiliki kepentingan pribadi. Namun karena para bos besar mereka telah tertangkap, akhirnya Loah dan Ambar pun ikut ditahan oleh pemerintah. Mereka dijatuhi hukuman bersyarat. Yaitu untuk membantu tentara dalam menjalankan operasi khusus.
Berbeda lagi dengan Wikar. Dia sudah lama berada di militer bersama dengan Lahar. Tapi akhir-akhir ini sikap Lahar kepada Wikar sangat berbeda. Dikarenakan Wikar-lah yang menjadi eksekutor saat kakaknya diketahui menjual informasi rahasia milik negara kepada para *******.
Hari itu merupakan hari paling buruk bagi Lahar. Saat dia mengetahui kalau kakaknya sendiri telah mengkhianatinya, dengan menjual informasi kepada para *******. Ditambah lagi dengan eksekusi kakaknya yang dilakukan oleh sahabatnya sendiri, pada hari dia diangkat menjadi seorang Letnan Kolonel.
Sebenarnya, Lahar sama sekali tidak marah ataupun kecewa kepada Wikar. Hanya saja dia masih bersedih atas kematian kakaknya dan juga kenyataan pahit yang harus dia terima. Meskipun kakak dari Lahar adalah seorang pengkhianat, tapi dia adalah seorang kakak yang baik dan penyayang.
__ADS_1
Dia sudah menjadi sosok ayah bagi Lahar. Dia tidak pernah sekalipun mengajarkan hal yang buruk kepada adiknya itu. Dia selalu mengajarkan sesuatu yang baik untuk Lahar. Itulah kenapa Lahar begitu sakit hati saat mengetahui kalau kakaknya sendirilah yang telah menjual informasi rahasia tersebut.
Dia begitu malu dengan semua orang. Dia dikucilkan oleh kesatuannya sendiri. Hanya beberapa saja dari mereka yang masih mendukung Lahar sampai saat ini.