
"Letnan, sepertinya ada pergerakan di lantai dua." kata Wikar pada Lahar.
Saat Lahar sampai dilantai dua, dia pelan-pelan membuka salah satu pintu kamar, dan Lahar menemukan seorang wanita tua yang sudah tewas terduduk di kursi goyangnya. Kepala wanita itu telah hancur, seperti baru saja ditembak oleh seseorang.
Dan tiba-tiba dari arah belakang, Lahar diserang oleh seseorang.
"Sial! Tembak dia!" perintah Lahar pada Wikar.
"Aku tidak bisa melihat apa pun Letnan! Lompat saja Letnan! Lompat!" kata Wikar.
Karena mendesak, akhirnya Lahar terpaksa melompat dari jendela, bersama dengan orang itu. Lalu Wikar dengan cepat melesatkan tembakan ke kepala orang itu hingga kepalanya hancur.
Lalu Lahar mengambil senjatanya kembali, dan sesegera mungkin masuk ke dalam rumah. Dia memerintahkan Wikar berserta yang lainnya untuk masuk juga ke dalam rumah itu. Karena di khawatir masih ada ******* yang bersembunyi di dalam rumah.
"Wikar! Ambar! Loah! Cepat masuk ke dalam rumah!" perintah Lahar.
"Siap!"
Mereka semua bergegas masuk ke dalam rumah itu. Dan memang benar, ada dua orang anggota ******* yang langsung menyerang Wikar. Tapi Wikar berhasil membunuh mereka berdua.
Setelah semuanya masuk, Wikar menutup pintu itu rapat-rapat, lalu menguncinya. Dan mereka memeriksa seluruh isi rumah, untuk memastikan kalau rumah itu aman untuk mereka bersembunyi.
"Kita tidak bisa melanjutkan perjalanan kita kalau seperti ini. Aku juga sudah menghubungi Mayor Jendral Maric, dan dia memerintahkan kita untuk tetap berada di tempat. Karena kabarnya ada kebocoran informasi." kata Loah.
"Itu artinya kita memang tidak bisa kemana-mana. Tapi kita juga tidak bisa terus menerus berada di tempat ini. Mereka bisa saja datang dan meledakkan rumah ini." kata Wikar.
"Kalau begitu, kita siapkan kejutan untuk mereka. Kita tidak bisa terus menggunakan peluru kita sendiri. Jumlah mereka pastinya lebih banyak dari pada amunisi mereka." kata Loah.
__ADS_1
"Kalian benar. Tapi kita harus mempersiapkan jebakan yang sesunyi mungkin. Kita gunakan batu, tali, atau kayu yang di tempat ini. Jika kita menggunakan granat ataupun ranjau, itu akan memancing kedatangan musuh lebih banyak lagi." ucap Lahar.
"Baiklah. Kita cari alat dan bahan yang harus kita gunakan. Rumah ini terbuat dari tembok, tapi ada beberapa kayu di tempat ini. Kita buat jebakan di dalam tanah." kata Wikar.
"Kita harus menggalinya terlebih dahulu, itu akan memakan waktu lama." Kata Lahar.
"Kalau begitu kita harus bergegas Letnan." kata Loah.
"Baiklah. Kita bagi tugas. Wikar dan Loah menggali tanah. Dan aku dan Ambar akan mengawasi kalian dari jauh. Setelah kalian berdua selesai, aku yang memasang jebakannya. Karena kita harus bergantian saling melindungi." perintah Lahar.
"Siap!"
Selama itu juga, para \*\*\*\*\*\*\* sedang mempersiapkan semuanya untuk kembali menyerang Lahar dan pasukannya yang tersisa. Memang benar, ada kebocoran mengenai misi ini. Pemimpin mereka ternyata sudah berteman baik dengan salah satu tentara yang ikut mengurus semua persiapan yang dilakukan Lahar untuk misi ini.
Mengirimkan stok senjata, dan juga berbagai informasi yang sangat rahasia. Semuanya adalah tentang uang dan uang. Para \*\*\*\*\*\*\* ini terorganisir, dan mereka juga memiliki banyak sekali dana untuk keperluan perang. Mereka mendapatkannya dari orang-orang elite yang memiliki ambisi yang sadis untuk menguasai seluruh wilayah di negara ini.
Dengan memanfaatkan para warga sipil. Karena para warga sipil sangat mudah untuk diprovokasi. Dis-komunikasi yang membuat mereka tidak banyak mengetahui dunia luar. Sebenarnya, para tentara di negara ini pun sudah berusaha keras untuk mematahkan pergerakan mereka.
__ADS_1
Tapi mereka sangat terlatih dalam menyembunyikan jejak mereka. Sehingga pemerintah memutuskan untuk meminta bantuan para negara sahabat, agar memberantas para \*\*\*\*\*\*\* di negara ini. Dengan membuat taktik politik.
Memang taktik ini bisa dikatakan kotor. Tapi demi keamanan negara mereka, pemerintah harus mau mengorbankan apa pun agar tercipta kedamaian di negara ini. Sehingga semua rakyatnya bisa hidup dengan damai. Keadaan di tempat ini sangat berbeda dengan keadaan di perkotaan.
Di kota, semuanya aman dan terkendali. Jikalau ada gerombolan \*\*\*\*\*\*\*, maka bisa dilacak dan ditemukan dengan mudah. Tapi lain di pedesaan, orang-orang di desa belum mengetahui betul tentang radikalisme ataupun terorisme. Sehingga wilayah pedesaan menjadi basis pertahanan untuk para \*\*\*\*\*\*\*.
Para \*\*\*\*\*\*\* ini juga memiliki tempat pelatihan, tempat tinggal, dan juga tempat pertahanan. Banyak juga dari mereka yang hidup di lembah-lembah. Mereka yang tinggal di wilayah seperti itu adalah para pemimpin dan juga orang-orang penting yang beraliansi dengan mereka.
Di lain desa, para tentara pemerintah juga melakukan operasi pembersihan secara serempak dengan para sekutu mereka. Mereka bersatu untuk menyerang salah satu desa yang dianggap sebagai tempat persembunyian para *******. Di dalam desa itu, para warga sipil akan didoktrin dan direkrut menjadi bagian dari kelompok mereka.
Yang menjadi anggota bukan hanya orang tua saja, tapi banyak juga para pemuda yang ikut dalam gerakan terorisme. Sebagian besar dari mereka telah resmi bergabung. Tapi ada pula sebagian dari mereka yang justru melakukan perlawanan. Karena di desa sudah banyak orang menyadari kejahatan mereka.
Para perempuan akan dijadikan pemuas hasrat saja. Sedangkan laki-laki akan terus menerus berpegang dan berperang. Mereka yang tidak menerima ajaran mereka, akan dibunuh dengan sadis. Dan bagi yang ikut, akan diberi sejumlah uang dan juga akan dinikahkan dengan para perempuan, jika yang bergabung adalah laki-laki.
Jika yang bergabung adalah seorang perempuan, maka mereka akan dijadikan pemuas nafsu para anggota mereka, sekalipun mereka sudah menikah. Karena dalam kelompok ini, lebih baik saling menyenangkan dari pada saling membenci.
Namun kenyataannya, semua itu tidak semanis yang terdengar. Mereka yang sudah masuk ke dalam kelompok ini, bisa berubah menjadi manusia yang sangat kejam dan sadis. Mereka bahkan tidak segan untuk membantai kerabat sendiri, jika tidak sepaham dengan mereka. Karena mereka menganggap bahwa selain dari kelompok mereka, maka wajib untuk diperangi.
Sedangkan kenyataannya, keyakinan yang dianut ******* itu sudah sangat membahayakan. Mereka begitu dekat dengan pembunuhan dan penyiksaan, yang mereka yakini sebagai hal yang wajib dijalankan saat mereka bertemu dengan orang yang mereka anggap sebagai musuh.
__ADS_1
Mereka tidak akan pandang bulu untuk membunuh. Siapa pun yang menjadi musuh mereka, maka dihabisi.
Itulah alasan kuat para tentara mengerahkan semua pasukan, hingga meminta bantuan ke negara lain. Karena yang mereka hadapi adalah manusia-manusia yang tidak bermoral.