
DOR!!
Peluru itu melesat dari dalam lubang pistolnya. Dino menutup matanya dengan cepat dan berharap pelurunya tidak mengenai matanya.
“AH!”
Ternyata harapannya terkabul. Dino tidak merasakan sakit apapun.
Pelurunya tidak mengenai Dino. Tapi ia mendengar suara jeritan kesakitan di hadapannya. Saat Dino kembali membuka mata, ia melihat darah menetes dari tubuh Liena. Ternyata peluru itu mengenai dada kanan Liena!
Liena menggunakan tubuhnya sebagai perisai untuk melindungi Dino. Setelah menembak dengan pistolnya, Orang bertopeng itu langsung pergi. Kemudian Liena terjatuh di hadapan Dino.
“Liena! Tidaak!”
Tak lama kemudian, Aldy pun akhirnya datang. “Dino! Eh?” Dia langsung berlari menghampiri Dino.
Aldy melepaskan tangan dan kakinya dari ikatan. Dino akhirnya bebas. Lalu setelah itu, secepatnya ia langsung menghadap ke Liena dan mengangkat tubuhnya.
“Lina! Bertahanlah! Aku akan membawamu ke rumah sakit.” Ujar Dino panik.
“Ini, kak Dino… A, aku sudah… membawakan barang-barangmu… takut hilang, hehe… Jadi… Ku… bawa ke… si… ni….” Kata-kata Liena perlahan memudar.
Tangannya yang masih memegang tas Dino itu bergemetar. Dia mulai menutup matanya. Dino tidak tega melihat Liena seperti ini!
Dino menggendong tasnya dengan satu lengan. Setelah itu, ia mengangkat Liena di pangkuannya dan langsung berlari keluar dari rumah itu bersama dengan Aldy. "Liena tidak boleh mati sekarang. Tidak! Bertahanlah!"
“Bertahanlah! Kumohon… aku akan segera menolongmu!” ujar Dino gelisah di dalam hati.
__ADS_1
Entah kenapa Dino jadi khawatir dengan keadaan Liena yang seperti ini, padahal seharusnya ia menjauhi Liena karena berbahaya.
Namun ternyata Dino salah anggap, dia anak yang baik dan dengan keberaniannya dia mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan Dino. Dino akan berhutang budi padanya dengan menyelamatkannya sekarang!
“Ayo cepat, Aldy!” tegas Dino.
Aldy mengangguk. “I–iya!”
Mereka ternyata berada di dalam hutan. Dino tidak bisa melihat apapun di sana karena gelap. Ia berteriak minta tolong sambil terus berlari mencari jalan keluar dari hutan itu.
Dino semakin cemas dengan keadaan Liena. Darahnya terus mengalir keluar dari lukanya itu.
“Tolooong!!” Sekali lagi ia berteriak dan terus berteriak. Aldy juga berteriak seperti yang Dino lakukan untuk meminta pertolongan.
Tak lama kemudian, langkah Aldy terhenti. Dino melirik ke arahnya. Aldy ternyata mempunya ide. Dia akan meminta bantuan dari ponselnya itu. Langsung saja Aldy mengeluarkan ponsel.
“Iya! Aku menemukannya di atas meja tadi. Keadaannya masih bagus, hanya saja baterainya hampir habis. Aku akan meminta bantuan. Akan ku telpon Ambulans dan Polisi!”
“Baiklah, Cepat!”
Tangan Dino yang terluka masih dalam proses penyembuhan. Ia tidak bisa menggendong Liena lebih lama lagi. Luka-luka dari tubuhnya yang lainnya juga masih terasa sakit!
"Aku harus bertahan demi Liena!"
“Aku sudah meminta bantuan dari para polisi. Mereka akan datang mencari kita! Aku juga sudah menghubungi Rumah Sakit. Jadi bertahanlah sebentar lagi, Dino.” Ucap Aldy.
Dino hanya mengangguk. Tenaganya semakin melemah. Proses penyembuhannya memang butuh energi yang tersisah dari tubuhnya. Sekarang ini, ia sudah mulai merasa pusing.
__ADS_1
Dino berharap, pertolongan akan segera tiba.
Akhirnya keberuntungan menimpa Dino. Tak lama kemudian setelah ia berharap begitu, tiba-tiba saja ada yang memanggil namanya.
“Dinooo!!”
"Chelsea?" Tentu Dino mengenal suara gadis itu.
Terlihat ada beberapa cahaya di depannya. Dino dan Aldy langsung menuju ke arah cahaya itu. Ternyata di sana ada beberapa polisi yang datang untuk membantu mereka keluar dari hutan ini.
Para petugas polisi itu membimbing mereka menuju ke jalan keluar dari hutan itu. Tak lama kemudian, Dino dapat melihat cahaya lain yang lebih terang di depannya. Akhirnya mereka bisa keluar dari hutan itu berkat para lolisi-polisi tersebut.
Ternyata di sana juga ada Chelsea dan Rinda. Dino senang sekali. Liena langsung dibawa masuk ke dalam ambulans. Sementara itu, Dino sedang berdiri di samping Liena sambil menggenggam tangannya yang masih sakit.
“Dino! Kau baik-baik saja?” tanya Chelsea cemas.
Dino mengangguk lemas. Tapi secara mendadak, tiba-tiba saja kepalanya terasa sakit sekali. Secara perlahan, tubuhnya mulai kehilangan keseimbangan. Dino pun jatuh pingsan di depan Chelsea.
Untung Chelsea sempat menahan tubuhnya sebelum terjatuh ke tanah. Semuanya terkejut. Lalu dengan cepat, Dino dimasukkan ke dalam Ambulan ke-2 dan dibawa ke rumah sakit bersama dengan Liena.
Chelsea dan Aldy juga ikut. Sementara, Rinda hanya diam saja di depan hutan itu sambil melambai kecil ke arah beberapa mobil polisi dan ambulans yang menjauh darinya. Entah kenapa dia tidak ikut bersama yang lainnya.
*
*
*
__ADS_1
To be Continued-