
BUK!
Tino mengelap darah yang keluar dari hidungnya. Kemudian dengan cepat dia menggocoh muka Alivia sampai dia terjatuh ke belakang. Alivia merintih kesakitan. Dia merasa rahangnya akan patah akibat dari pukulan itu. Sakit sekali.
Dia terus memegang pipinya yang memerah dan mulutnya yang mengeluarkan darah itu, lalu perlahan air matanya keluar karena berusaha menahan rasa sakitnya.
Semua kelompoknya datang menghampiri dan membantunya berdiri. Salah satu teman laki-lakinya menatap tajam ke Tino.
Tino juga menatap tajam pada laki-laki itu. Setelah itu, Tino pun berbalik badan dan mengajak adiknya dan Tina untuk keluar dari ruangan itu.
Tapi saat Tino berada di depan pintu, tiba-tiba saja laki-laki yang menjadi teman Alivia itu mendorong Tino sampai terjatuh ke keluar kelas. Kemudian mereka berdua mulai bertengkar dan saling memukul di depan kelas, menyebabkan semua anak disekitar mereka menjadi panik dan ketakutan dengan perkelahiannya.
Lalu tak lama kemudian, Guru BK terkejam pun datang dan memaksa kedua anak laki-laki itu untuk berhenti. Setelah mereka berdua bisa dihentikan, mereka langsung dibawa ke Ruang BK. Tiny mengikuti kakaknya yang sedang dalam masalah itu.
****
Saat keluar dari Ruang BK, Tino dan Laki-laki itu terlihat sangat lesu sekali. Tiny pikir, mereka pasti sudah berbaikkan antar sesama. Eh, tapi ternyata belum.
“Heh, kalau bukan karena Guru itu, kau pasti sudah aku habisi!” ujar Laki-laki yang bernama Ridwan itu.
Tino mensipitkan matanya. “Hah? Apa kau pikir, kau bisa menghabisiku?”
Ridwan mengepal tangannya. “Tentu saja!”
“Kalau begitu, ayo kita buktikan sekarang!” Tantang Tino.
__ADS_1
“Ayo maju!”
“Baiklah, siapa taku!”
Tino dan Ridwan kembali berkelahi lagi. Tapi kali ini, Tiny tidak tinggal diam. Dia berusaha untuk teriak dan mengeluarkan suaranya untuk membuat mereka berhenti bertengkar.
“Ennyaa–a–a…” Teriak Tiny dengan suara yang agak samar dan resak.
Tino dan Ridwan pun berhenti memukul, dan mereka langsung menengok ke arah Tiny dengan bingung.
Tiny mulai menulis sesuatu di Notebook kecil miliknya. Lalu setelah itu, dia memperlihatkan tulisannya itu kepada kedua laki-laki di depannya.
‘Berhentilah bertengkar, kakak-kakak!’
Ridwan mendesah berat. Kemudian ia bergumam, “Huh, Dasar!” Ia langsung pergi meninggalkan Tiny dan Tino di depan ruang BK.
‘Jangan bertengkar lagi, kumohon. Aku takut.’
Tino pun tersenyum pada Tiny dan mengangguk pelan. Dengan perasaan menyesal karena sudah membuat adiknya takut, Tino meminta maaf pada adiknya. Tiny mengangguk senang dan langsung memeluk kakaknya. Setelah itu, mereka bersama pergi ke kelas masing-masing.
****
Di tempat kerjanya, Dino menaiki tangga sambil membawa beberapa pakaian baru untuk para Manusia Death Eye. Ia akan menuju lantai empat.
Tapi saat menaikki tangga ketiga, secara tak sengaja ia menabrak seseorang di sana.
__ADS_1
Ah! Ternyata Yuri. Tapi, sedang apa dia di lantai 4? Bukankah seharusnya dia menjaga anak-anak di lantai 2?
“Eh, Dino!?” Yuri terkejut saat ia melihatnya.
“Ah, iya. Ini aku. Maaf telah membuatmu terkejut. Sedang apa kau di atas sana?” tanya Dino sambil memungut kembali baju-baju yang ia jatuhkan.
Yuri mengetukkan kedua jari telunjuknya ke depan dan berkata, “Ah, aku hanya sedang melihat-lihat saja, kok. Di atas sana itu bagus sekali.” Jawab Yuri. “Oke yah! Dah, aku ingin menjaga anak-anak itu lagi.” Lanjut Yuri lalu pergi meninggalkan Dino.
Di belakang gadis itu, Dino masih melihatnya dari tempatnya berdiri. Tingkahnya terlihat aneh dari tadi pagi. Sebenarnya… sejak kedatangannya, banyak anak-anak yang berubah.
Yang Dino maksud, berubah sikap. Tidak seperti biasanya, anak-anak itu menjadi pendiam dan tidak ceria seperti biasanya. Apa gara-gara Yuri, anak-anak jadi seperti itu?
Ah! Tidak mungkin.
Yuri masih baru dan lagipula dia menyukai anak-anak. Tidak mungkin dia yang sudah menyakiti semuanya. Dino menggeleng pelan. Ia tidak boleh berpikir seperti itu!
Oh, iya. Kenapa Dino diam saja?
Ia tersadar dari bengongnya, lalu kembali melangkahkan kakinya untuk menaiki anak tangga yang tersisah. Ia harus memberikan baju-baju ini kepada orang dewasa di atas sana.
*
*
*
__ADS_1
To be continued–
Follow Ig: @pipit_otosaka8