The Death Eye

The Death Eye
Eps 23– Chelsea dan Liena


__ADS_3

Keesokkan harinya, Saat di Rumah Sakit Ananta-


GREEK…


Akhirnya pintu ruang UGD itu terbuka, dan dari dalam Dokter itu keluar. Chelsea yang sedang duduk pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri dokter itu.


“Bagaimana dengan keadaan Dino, Dok?” tanya Chelsea penasaran.


“Dia baik-baik saja. Luka-lukanya sudah sembuh dengan cepat. Tapi saat ini kesadarannya masih belum kembali.” Jelas Dokter itu.


“Oh, Syukurlah. Terima kasih, Dok! Umm… apa aku boleh menemuinya sekarang?” tanya Chelsea lagi.


“Boleh saja! Tapi… anak seumuranmu ini, seharusnya sekarang ada di Sekolah saat ini, bukan?” tanya Dokter itu.


“Hehe… aku terpaksa izin hanya untuk menjenguk temanku, Dok!” Jawab Chelsea dengan pipi yang memerah karena malu.


“Oh, kau teman yang baik, yah! Baiklah, kau boleh menemui temanmu, tapi jangan berisik! Saya ingin ke Ruangan saya dulu, nanti saya akan kembali lagi untuk memeriksa kedua pasien itu.” Jelas Dokter itu dan langsung pergi meninggalkan Chelsea.


“Dua pasien?” gumam Chelsea bingung. Lalu setelah itu, Chelsea langsung masuk saja ke dalam ruang UGD itu tempatku berada saat ini.


Saat Chelsea sudah di dalam, dia bisa menemuiku di sana. Aku masih terbaring di atas ranjang Rumah Sakit. Lalu Chelsea berjalan menghampiriku.


“Ouh, Dino… aku senang kau bisa selamat dari kejadian yang tadi malam itu. Hmm… aku ingin kau sehat lagi. Ayo Dino, buka matamu.” Kata Chelsea sambil memegang tanganku.


Walaupun aku dalam keadaan tidak sadar saat ini, tapi aku masih bisa merasakan genggaman tangan Chelsea yang hangat. Benar-benar hangat. Aku suka berada di dekatnya.


“Aku janji, aku akan menjaga dan melindungimu, Dino!”


“Ah, ngomong saja mudah! Tapi mana buktinya?”


Tiba-tiba ada yang bicara. Chelsea terkejut. “Siapa itu?”


SREET…


Ada seseorang yang membuka gorden pembatas yang ada disamping ranjangku. Ternyata itu Liena. Dia sedang duduk di atas ranjangnya itu.


“Kau tidak mungkin bisa melindungi Dino.” kata Liena.


Chelsea mulai kesal dengan kehadiran perempuan itu. “Aku bisa, kok!” timpal Chelsea.


Liena mensipitkan matanya dan tersenyum. “Oh, masa? Apakah benar begitu? Sudah kubilang kau itu tidak bisa melindungi Dino! Buktinya saja, kau malah membiarkan Dino terluka seperti ini.”


Kata-katanya membuat geram Chelsea. Ia mengepal tangannya kuat. “Iya! Penyebab Dino jadi terluka itu gara-gara aku! Tapi aku sudah berusaha untuk menolongnya waktu itu!” tegas Chelsea.


Liena membuang muka sambil tersenyum miring. “Ah, masa?” Lalu kembali menatap Chelsea. “Kau mengaku kalau kau itu sudah menolongnya!? Hah? Tolong apa itu!? Dino sedang dalam bahaya dan dia nyaris saja kehilangan nyawanya, tapi kau tidak ada di sana! Lalu kau menolongnya dengan cara apa?”


Chelsea terdiam sambil menundukkan kepalanya kesamping.


Liena tertawa kecil. “Haha… kau ternyata tidak bisa menjawab pertanyaanku itu. Sudah kuduga, kau itu tidak bisa menolong Dino karena kau itu takut, kan? Pengecut!”


Chelsea masih terdiam.


“Jadi, kalau kau itu seorang pengecut dan tidak bisa melindungi Dino, lebih baik kau pergi dari kehidupan Dino saja, deh! Daripada kau malah menyusahkan dia. Biarkan aku dan Dino hidup bahagia bersama. Karena aku pantas untuknya! Haha…” Kata-kata Liena benar-benar membuat Chelsea geram.

__ADS_1


Lalu tiba-tiba Chelsea mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya ke Liena. Liena tersenyum sambil membuka lebar-lebar matanya.


“Hah? Jadi kau ingin menembakku? Ayo tembak saja! Baru dibilang begitu saja, kau langsung ada niat untuk membunuhku? Kau itu memang perempuan bermata satu yang pengecut dan payah, yah!”


CEKRK!


“Jaga omonganmu itu, dasar perempuan munafik!”


Chelsea menatap tajam ke arah Liena. Liena masih duduk diam saja dengan santainya sambil senyum-senyum sendiri. Chelsea semakin muak melihat wajahnya itu. Langsung saja Chelsea akan menembaknya.


Tapi….


“Tunggu!”


“Eh!?” Chelsea terkejut karena tiba-tiba ada yang menahan tangan kanannya yang sedang memegang pistol itu.


“Dino!?” ucap kedua perempuan itu yang ada di samping kanan dan kiriku.


Aku ingin menghentikan pertengkaran mereka berdua.


“Kalian tuh berisik sekali! Ini Rumah Sakit. Bertenanglah sedikit…” Ucap Dini sambil mengelus-elus tangan Chelsea untuk menenangkannya. “Aku ingin tidur saja susah.”


 


Chelsea pun menurunkan tangan kanannya yang sedang memegang pistol itu dan kembali menyembunyikan senjatanya di dalam tas yang dia bawa. Akhirnya semuanya terdiam.


“Oh, Dino! Kau sudah bangun? Syukurlah kau baik-baik saja.” Liena tersenyum kepadanya. Dino pun membalas senyumnya.


“Iya! Aku juga senang kamu bisa selamat!” sahutnya lirih. Dino dan Liena tertawa kecil, sedangkan Chelsea hanya diam dengan wajah yang masih kesal menatap ke arah Liena. Liena menatap Chelsea sinis sambil tertawa.


****


3 Hari kemudian….


Dino sudah bisa kembali bersekolah lagi seperti biasa. Ia harap kejadian mengerikan yang kualami waktu itu tidak terulang lagi. Tapi si pelakunya yaitu Orang bertopeng itu berhasil melarikan diri. Mungkin dia masih ada di sekitarnya. Dino harus waspada selalu.


Saat di depan kelas, kebetulan Dino bertemu dengan Chelsea di sana. Dia menyapanya sambil melambaikan tangannya.


“Hai Dino!”


“Hai juga!”


“Kau sudah sehat?” tanyanya dengan senyum.


“Sudah kok. Ayo masuk!” Dino membiarkan Chelsea masuk duluan ke kelas.


DRAP! DRAP! TAP!


Namun sebelum melangkah masuk, Dino sempat mendengar langkah kaki seseorang yang sedang berlari ke arahnya. Ternyata itu Liena. Dia datang dan langsung memeluk Dino.


“Pagi, kak Dino!” sapanya.


“Eh, pagi juga!”

__ADS_1


Chelsea tidak suka jika Liena dekat dengan Dino. Lalu dia menarik tangan lelaki itu dan langsung membawanya masuk.


“Ayolah!” Mereka berdua pun akhirnya bersama masuk ke dalam kelas dan meninggalkan Liena yang masih ada di depan pintu.


Liena benci dengan Chelsea, karena Chelsea selalu menghalangi dirinya untuk dekat dengan Dino.


“Sea, aku akan membuatmu menderita!” Kata batin Liena. Lalu Liena pun langsung pergi ke kelasnya. Ia berjalan cepat menuju kelasnya dengan perasaan kesal.


****


Jam istirahat…


Dino tidak tau kenapa hari ini Chelsea begitu perhatian dan selalu ingin berada di dekatnya. Saat Jam pelajaran tadi… Chelsea membantunya mengerjakan soal.


Saat pergi ke perpustakaan… Dia selalu menemaninya.


Jam pelajaran olahraga… Dia juga selalu bermain bersamanya.


Saat aku di toilet? Dia… menunggu Dino di depan pintu kamar mandi laki-laki.


Akhir-akhir ini, Chelsea mulai terlihat keramahannya, tidak seperti dulu. Tapi ia menyukai sikap baurnya akhir-akhir ini.


Sekarang ini jam istirahat. Dino akan pergi ke kantin. Lalu ada Aldy yang datang menghampiri mejanya.


“Hey, Dino! Nanti pulang sekolah kau jangan pulang dulu yah!” kata Aldy mengejutkan Dini.


“Eh? Memangnya ada apa?”


“Karena nanti kita akan memulai Ekskul sekolah! Kau bersamaku, kan, Dino?”


“Hah? Memangnya aku ikut apa bersamamu?”


“Laaah… masa sudah lupa. Kau kan ikut Ekskul Club Japanes!” jawab Aldy.


Dino mengangguk. ”Oh, oke! Baiklah.”


“Baiklah, sekarang ayo kita ke kantin!” ajak Aldy.


“Oke!”


Dino dan Aldy akan pergi ke Kantin bersama. Tapi tiba-tiba Chelsea berdiri dari tempat duduknya. Dan menyela jalan mereka berdua.


“Tunggu! Aku juga ikut.”


“Oke, ayo!” Dino membiarkannya.


Mereka bertiga jalan menuju kantin. Lagi-lagi Chelsea ingin bersama Dino. Ini tidak seperti Chelsea yang biasanya. Ada yang aneh dengan sikapnya baru-baru ini.


*


*


*

__ADS_1


To be Continued-


__ADS_2