The Death Eye

The Death Eye
Eps 28– Kematian Orang Tersayang


__ADS_3

“Yaa…, ini kan hari terakhirku, bagaimana kalau kita bermain bersama untuk yang terakhir kali.”


Yuri menyipitkan matanya sambil tersenyum. “Haduh…” Dia tertawa kecil. “Dino, Dino… dalam keadaanmu yang seperti ini, kau malah ingin bercanda denganku?”


“Iya, tidak apa-apa, kan? Siapa tahu saja, untuk hari ini, kita bisa menghabiskan waktu bersama yang menyenangkan seperti dulu.”


“Huu… masih saja kau mengingat moment yang membosankan itu.” Yuri berkacak pinggang. Dia menggeleng pelan. “Sudahlah. Jangan membahas tentang itu lagi.”


Kemudian Yuri mengangkat pedangnya ke atas. Ia berniat akan membunuh Dino sekarang juga. “Apa kau ada kata-kata terakhir, Dino?”


Chelsea semakin gelisah saat ia melihat Yuri yang mulai mendekatkan pedangnya pada Dino. Ia berusaha untuk melepaskan dirinya dari ikatan itu.


Namun tiba-tiba saja ada yang menyentuhnya. Chelsea menengok. Ternyata itu Tiny. Tiny akan membantu membebaskan Ibunya.


"Tidak boleh seperti ini!"


Dino kembali berdiri. Lalu mendorong wanita di depannya dengan cepat. Yuri pun terjatuh dan pedangnya terlempar dari genggamannya.


Yuri jadi kesal. Dia kembali berdiri dan menyerang Dino dengan pukulan tangannya. Dino masih bisa menangkis serangannya.


Lalu dengan cepat, Dino pun kembali menggenggam kedua lengannya Yuri dan langsung memutar balikkan tubuhnya. Menahan kedua tangan Yuri ke belakang.


“Yuri, kumohon janganlah bersikap seperti ini. Yuri yang ku kenal tidak seperti ini.” Bisik Dino lirih padanya.


Yuri kembali memutar balikkan tubuhnya dan menatap ke arah Dino. “Tidak bisa, Dino! Dari dulu, aku selalu direndahkan. Aku tidak suka hidup seperti ini!”


Yuri membenturkan kepalanya kepada Dino, lalu ia menendang perut Dino dengan keras, setelah itu, Yuri mendorongnya sampai tubuh Dino membentur tembok dan terjatuh. Ia kembali mengambil pedangnya, lalu berjalan ke arah musuhnya.


“Aku harus mengakhiri hidupmu! Dari dulu, kau selalu saja menghancurkan semua rencanaku! Aku kesal sekali padamu! Dulu, kau pernah menabrakku tepat di depan teman-temanku. Padahal saat itu, kami akan berlatih untuk mengikuti konser bernyanyi di Club musik."


"Kau tahu? Setelah aku ditertawakan teman-temanku, niat berlatih bersama teman yang lainnya pun akhirnya menjadi kacau balau. Aku pun dikeluarkan dari Club musik!”


Dino terkejut mendengarnya. “Tertabrak? Apa jangan-jangan… yang dulu itu….”


FLASHBACK–


BRUK!


“Aduh!”


“Hei, kalau jalan pakai mata, dong!”


“Ma–maaf. Aku tidak sengaja!”


Saat SMA dulu, Dino pernah menabrak seorang perempuan di lorong dekat ruang Japannese Club dan Club Musik. Ternyata perempuan itu adalah…


Yuri Nakamura!


Saat Yuri kembali ke ruang Club Musik, Dia terkejut karena tiba-tiba saja teman-temannya meledeki dirinya karena ia sudah bertabrakkan dengan seorang laki-laki yang tidak ia kenal. Itu memalukan sekali baginya. Sampai akhirnya, dirinya pun menjadi kesal dan dendam dengan Dino.

__ADS_1


*


*


*


Dino ingat!


Kejadian itu sudah lama sekali, tapi Yuri masih saja mengingatnya. Yuri pun terdiam. Lalu dia kembali membuka mulutnya.


“Tidak hanya itu, Dino! Kau juga pernah menghancurkan semua rencanaku untuk menghancurkan semua manusia Death Eye dari dunia!"


"Padahal, aku sudah susah payah menghasut lelaki itu untuk membantuku mengumpulkan semua Manusia Death Eye di Rumah Tua yang ada di ujung kota itu. Tapi gara-gara dirimu, laki-laki itu pun akhirnya berhasil ditangkap polisi dan berhenti membantuku. Padahal dia orang yang paling bisa kuandalkan. Kau benar-benar si mesin perusak kahidupan orang, Dino! Aku benci padamu!” jelas Yuri dengan nada membentak.


“Sekarang, karena aku sudah ada di sini, aku akan menepati janji pada diriku, kalau aku akan membunuhmu!” lanjutnya.


“Laki-laki itu? Rumah tua? Janji? Apa jangan-jangan… Yuri ini adalah… perempuan misterius yang kulihat dulu!”


BUK!


Yuri menginjak tubuh Dino saat Dino sedang berpikir. Lalu dia kembali mengangkat pedang yang digenggamnya. Dino memberontak dengan keras.


Kemudian tiba-tiba saja, terdengar suara ledakan yang keras lagi. Menyebabkan gedung itu bergetar dengan kuat. Yuri terjatuh. Lalu Dino kembali berdiri, begitu juga dengan Yuri.


Yuri mengambil pedangnya lagi. Gedung ini kembali bergoyang dan bergetar. Dino kembali terjatuh dan entah kenapa saat ini, ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Mungkin karena darah yang keluar semakin banyak. Ditambah dengan kekuatannya melemah.


“Sudah berakhir, Dino!” teriak Yuri sambil mengayunkan pedangnya.


ZLEB!


Setelah ia terduduk di lantai, Dino mendengar suara benda jatuh di dekatnya. Dengan cepat, ia pun membuka mata. Dino melihat ada tubuh seseorang yang sedang berdiri di hadapannya.


Lalu sesuatu menggelinding ke arahnya. Dino menunduk ke bawah secara perlahan. Beberapa darah merah menetes ke lantai.


Saat melihatnya, Dino… benar-benar sangat terkejut. Itu… kepala.


Kepala manusia.


Kepala itu tidak asing di matanya. Tentu saja kepala itu adalah … kepala Chelsea!


“Eh? Cish! Nakal sih. Kena kan tuh!” gerutu Yuri.


Tiny berlari mendekati ayahnya setelah ia terdiam lama melihat kejadian tadi. Dengan ekspresi yang terlihat kaget, Dino membalikkan kepala Chelsea itu.


Terlihat wajah cantik wanita itu dengan senyum tulusnya. Jantung Dink berdetak kencang dan napasku mulai terengah-engah.


Lalu, tubuh yang berdiri kokoh di depannya tadi, tiba-tiba saja terjatuh ke lantai. Darah terus megalir. Dino kembali menatap Chelsea. Lebih tepatnya, kepala dan wajah Chelsea yang ada di pangkuannya.


Chelsea kembali membuka matanya, lalu tersenyum pada Dino.

__ADS_1


“Dino, teruslah bertahan hidup sampai akhir. Jangan ikut denagnku. Lawanlah kejahatan yang ada di dekatmu. Hidup demi kebaikkan itu luar biasa.” Kata Chelsea lirih dengan suara pelannya yang lembut.


“Ti–tidak… Tidak Chelsea! TIDAAAK!”


“Dino, kau jangan menangis. Aku tidak suka melihat laki-laki sekuat dirimu ini menangis. Jadi, sekarang buatlah aku bahagia, ya?”


Chelsea tersenyum lebar sambil tertawa kecil.


“Aku akan membuatmu bahagia kembali. Jadi kumohon bertahanlah!”


“Aku tidak bisa, Dino! Sudah takdirku seperti ini. Tidak bisa dicegah.”


“Tidak, Chelsea! Kumohon. Jangan pergi meninggalkanku! Jangan pergi! Aku tidak sanggup kehilangan orang tercintaku lagi. Tidak! Hiks….”


“Dino! Jangan menangis. Aku harap, aku bisa menggunakan tanganku lagi untuk mengelap air matamu itu. Tapi, aku tidak bisa. Jadi, elaplah air matamu sendiri. Jangan sedih, aku akan baik-baik saja. Kalau kau menangis lagi, nanti kupukul kau!”


“Apa-apaan kau Chelsea?! Candamu kali ini tidak bisa membuatku tertawa, Chelsea! Aku tidak sanggup kehilanganmu. Jangan tinggalkan aku! A–aku akan membawamu ke rumah sakit! Jadi, bertahanlah sebentar lagi.”


“Tidak ada waktu lagi, Dino. Kau harus menyelamatkan yang lainnya. Jangan pedulikan aku. Aku akan baik-baik saja.”


Suara Chelsea yang berbicara lembut pada Dino selalu saja membuat perasaannya menjadi lebih baik. Tapi apakah perasaan Dino bisa lebih baik jika keadaanya sedang seperti ini?


Chelsea selalu menutupi rasa sakitnya pada Dino dengan berusaha untuk tersenyum dan bersikap baik-baik saja, seolah tidak ada yang terjadi padanya. Dia memang wanita terbaik untuknya. Tapi….


“Chelsea! Aku cinta padamu. Jadi, janganlah kau pergi. Kumohon! Saat ini juga, aku akan membawamu ke rumah sakit. Segera!”


ZLEB!


Dino tersentak. Tiba-tiba saja, Death Eye milik Chelsea dihancurkan oleh Yuri dengan pedangnya itu. Yuri menusuk mata kanan Cheslea, dan seketika, mata kanannya itu mengeluarkan banyak darah.


Chelsea mengerang kesakitan. Tapi, ia masih saja memasang wajah seorang wanita yang bahagia. Melihat senyumnya itu, bukan membuat Dino menjadi senang, melainkan sebaliknya.


Itu senyum terpaksa. Dia memasang senyum itu untuk menghibur Dino. Tapi, padahal dengan dirinya yang tersenyum seperti itu, malah membuatnya semakin sedih dan hatinya rasanya sakit sekali. Sangat menusuk!


“Huh, lagi-lagi main drama yang membosankan! Aku muak mendengarnya.” Gerutu Yuri lagi.


Perasaan marah dan dendam mulai merasuki tubuh Dino setelah ia mendengar ocehan santai dari Yuri.


Dino mendongak dan menatap tajam pada Yuri. Ia membuka mata kirinya. Pokoknya, Dino akan membuat wanita itu merasakan rasa sakit yang dirasakan Chelsea saat ini.


Dino akan membunuhnya dengan Death Eye miliknya. Tapi, tidak bisa. Semakin Dink membuka mata kirinya, maka semakin banyak darah yang keluar dan rasa perih yang menyakitkan.


Dino memeluk kepala Chelsea yang sudah tidak bisa berbicara itu. Apa ia akan pasrah di sini, dan ikut bersama dengan Chelsea?


*


*


*

__ADS_1


To be Continued-


Ig: @pipit_otosaka8


__ADS_2