The Devil Barra

The Devil Barra
39


__ADS_3

Selesai acara, Qila dan Barra segera memasuki mobil menuju hotel terdekat tempat mereka akan menginap malam ini.


Didalam mobil Qila dan Barra masih mengenakan pakaian pengantin. Wajah Qila terlihat lelah berbeda dengan Barra yang tampak masih semangat.


"Disini Tuan, sudah dipesankan kamarnya." Paijo sopir keluarga Zayn yang mengantarkan keduanya sampai dihotel.


"Ya terimakasih."


"Ayo turun sayang." ajak Barra yang langsung diangguki Qila.


Keduanya turun dan didepan sudah ada anak buah Zayn yang menunggu mereka.


"Saya bawakan tasnya Tuan."


Barra memberikan tasnya pada anak buah papanya itu lalu Barra dan Qila mengikuti dari belakang.


"Disini Tuan."


Kamar vvip yang berada dilantai paling atas hotel berbintang itu. tak menunggu waktu lama, Barra segera membuka kamar dan langsung mengajak Qila masuk.


"Aku mau mandi dulu mas." ucap Qila dengan suara lemas.


"Ya, setelah itu gantian aku."


Qila mengangguk, Ia segera mengambil pakaian gantinya didalam tas lalu dibawa masuk ke kamar mandi.


Lima belas menit, Qila sudah keluar sudah tampak segar dengan setelan piyama juga hijab oblongnya, giliran Barra memasuki kamar mandi.


"Handuknya mas."


Hampir saja Barra melupakan handuk, Ia menerima uluran handuk dari tangan Qila.


"Terimakasih sayang." ucap Barra yang membuat Qila tersipu malu.


Sepuluh menit Barra akhirnya keluar dari kamar mandi. Pagi tadi Qila mengatakan jika sudah selesai masa datang bulan nya, dan malam ini adalah malam yang sangat ditunggu Barra, Ya malam pertama untuk Barra bisa menuntaskan hasratnya yang terpendam selama ini.


Barra yang tadinya tersenyum lebar, kini senyumnya pundar setelah melihat Qila sudah terlelap disofa.


Barra memandangi wajah lelap istrinya, Ia menghela nafas panjang karena lagi lagi harus menahan diri.


Namun mengingat seharian tadi mereka tak istirahat membuat Barra paham jika istrinya kelelahan.


Barra akhirnya memilih duduk dibalkon hotel sambil menghisap rokoknya untuk menghilangkan rasa kecewa karena malam pertamanya gagal lagi.


"Masih harus bersabar." gumam Barra sambil menunduk menatap miliknya.


Cukup lama Barra duduk dibalkon sambil memandangi lampu kota dimalam hari, setelah puas Barra kembali memasuki kamar.


Ia mengangkat tubuh istrinya dan memindahkan ke ranjang. tak lupa Barra mengecup kening istrinya sebelum akhirnya Ia ikut terlelap disamping istrinya.

__ADS_1


Rasanya baru sebentar Barra terlelap, Ia merasakan ada seseorang yang mengoyangkan tubuhnya.


"Mas bangun, sudah subuh." suara lembut Qila membuat Barra mau tak mau bangun.


"Aku masih mengantuk!"


"Ya sudah, aku sholat duluan ya mas." kata Qila lalu meninggalkan Barra yang kembali memejamkan mata.


Selesai wudhu Qila keluar dan terkejut melihat Barra sudah berdiri didepan kamar mandi.


"Tunggu aku." kata Barra lalu memasuki kamar mandi.


Qila tersenyum, meskipun Ia sempat melihat raut kesal diwajah Barra saat bangun tadi namun nyatanya Barra juga mau bangun untuk melaksanakan kewajibannya.


"Mas marah?" tanya Qila kala keduanya selesai menunaikan sholat subuh berjamaah.


"Iya."


"Ya Allah mas, maaf. aku nggak bermaksud menganggu tidur kamu." balas Qila membuat Barra tambah kesal karena Qila tak paham apa yang membuat Barra marah.


"Bukan karena itu."


"Trus apa mas?"


"Ck, ada lah." Barra kembali berbaring diranjang dan langsung memejamkan mata.


"Maaf ya mas, maaf." ucap Qila merasa bersalah meskipun dirinya saja tak tahu apa salahnya.


"Tidur lagi, istirahat yang cukup karena nanti pukul tujuh pagi kita berangkat."


"Berangkat kemana mas?"


"Villa, buat honeymoon." balas Barra.


Qila tak lagi menjawab, hanya mengangguk dan ikut terlelap bersama Barra.


Pukul tujuh, Barra dan Qila sudah dijemput anak buah Zayn untuk berangkat ke villa menggunakan jet pribadi milik Zayn.


Qila yang masih lelah, terlelap selama perjalanan hingga akhirnya setelah menempuh perjalanan lima jam, keduanya sampai di villa milik Nathan namun Villa ditempat yang berbeda.


"Lo disini?" tanya Barra kaget melihat Nathan berada divilla bersama seorang wanita padahal Barra pikir Ia hanya akan berdua bersama Qila.


"Kenapa? serah gue dong." balas Nathan dengan nada mengejek membuat Barra kesal.


"Kado honeymoon tapi ada gangguan, percuma!"


Nathan tertawa, Ia yang memberikan kado honeymoon Barra untuk menginap di villa mewahnya.


"Santai bos, gue abis ini balik. cuma mau bilang congrats buat pernikahan Lo, sorry nggak bisa datang." kata Nathan membuat Barra tersenyum lega.

__ADS_1


"Nggak masalah, yang penting setelah ini Lo pergi aja dan thanks buat kadonya." kata Barra yang membuat Nathan tertawa.


Setelah berbincang cukup lama, sore harinya Nathan pergi dari Villa bersama kekasihnya, memberikan waktu berdua untuk pengantin baru.


Qila yang tak ingin menganggu obrolan suaminya dengan Nathan, memilih duduk dipinggir kolam renang yang ada diluar kamarnya.


Qila sangat menyukai tempat ini, sangat sejuk dan jauh dari keramaian membuatnya merasakan ketenangan.


Tanpa sadar, sebuah tangan melingkar dipinggang Qila membuat Qila terkejut.


"Mas..."


"Hmm, lihatin apa?" tanya Barra menciumi bau harus hijab Qila.


"Eng enggak lihat apa apa kok, memang teman mas sudah pulang?" tanya Qila mendadak jadi gugup.


"Sudah, masuk yukk.. sini dingin." ajak Barra yang membuat Qila tersenyum heran karena Ia tidak merasakan dingin sama sekali.


Qila menurut saja, mengikuti langkah Barra memasuki kamar. Barra langsung menutup pintu juga gorden kamarnya.


Barra membawa Qila duduk dipinggir ranjang. tak butuh waktu lama, Barra segera melepaskan hijab Qila. mata Barra langsung memandang takjub kala melihat Qila tanpa hijab.


Cantik, sangat cantik membuat Barra tak bisa berkedip.


Barra menyusuri rambut lurus Qila, membelai rambut Qila membuat Qila menunduk malu.


"Jangan menunduk." pinta Barra membuat Qila mau tak mau mengangkat wajahnya.


Jari tangan Barra kini sudah mengelus bibir tipis ranum milik Qila, Tak sabar, Barra mendekatkan bibirnya lalu ******* lembut bibir manis Qila.


Barra mendorong tubuh Qila hingga Qila jatuh di ranjang dan Barra berada diatasnya.


Hanya berciuman saja sudah membuat hasrat Barra memburu, tangannya pun tak tinggal diam, langsung melepas kancing baju Qila satu persatu hingga baju Qila terbuka yang terlihat hanyalah Bra warna hitam yang menutupi aset berharga milik Qila.


"Maafkan aku sayang, aku sudah tidak tahan lagi." kata Barra melepaskan baju juga celananya.


"I Iya mas, aku juga sudah si siap." balas Qila berbata karena terlalu gugup dan jantungnya berloncatan sedari tadi.


Dengan keahlian yang Ia miliki selama ini, Barra membuat Qila merasa nyaman dan melakukan foreplay agar Qila merasa rileks hingga akhirnya saatnya tiba...


Qila yang tadinya merasakan nikmat luar biasa, serasa terbang melayang dengan perlakuan Barra mendadak meringgis kesakitan karena merasakan sakit luar biasa dibawah miliknya.


"Tahan sayang, hanya sebentar... hanya sebentar." bisik Barra masih berusaha keras dan...


Aaaa...


Qila menjerit membuat Barra membungkam bibir Qila dengan bibirnya lalu melakukan secara perlahan hingga tidak ada lagi suara isakan tangis apalagi jeritan Qila lagi.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komenn


__ADS_2