The Devil Barra

The Devil Barra
40


__ADS_3

Qila duduk diranjang disampingnya ada Barra yang terlelap, dua kali permainan membuat miliknya terasa sangat nyeri. Ia menutupi tubuh polosnya dengan selimut.


Qila mengambil jubah mandi yang ada disamping ranjang. Ia ingin ke kamar mandi untuk buang air kecil dan saat membuka selimut, Qila terkejut karena sprei putihnya terdapat bercak warna merah dan sangat banyak.


"Kenapa masih berdarah?" batin Qila merasa heran. sebelumnya Qila memang mencari informasi tentang berhubungan suami istri. temannya mengatakan jika pertama kali melakukan pasti berdarah dan sekarang Qila sudah dua kali melakukan bersama Barra meskipun waktu itu Qila tak sadar namun terdapat bercak darah disprei dan kenapa sekarang masih ada bercak darah lagi padahal ini sudah kedua kalinya Barra melakukan padanya.


"Kenapa?" tanya Barra ikut bangun dan duduk disamping Qila.


"Mau pipis."


"Mau ku gendong?"


Qila menggeleng pelan, niatnya ingin berjalan sendiri ke kamar mandi, namun baru selangkah Ia merasakan nyeri dibawah sana.


Dengan sigap, Barra mengendong istrinya dan membawanya ke kamar mandi.


"Mas keluar dulu, aku malu." usir Qila kala Barra masih berdiri disampingnya.


"Ck, aku sudah melihat semuanya, kenapa harus malu."


"Mas, tolong keluar dulu " pinta Qila lagi.


"Baiklah, baiklah." Barra akhirnya mengalah dan keluar dari kamar mandi.


Setelah selesai, Barra kembali mengendong Qila dan membawanya kembali ke ranjang.


"Mau minum, makan?" tawar Barra yang langsung di gelenggi Qila.


"Ada yang ingin ku tanyakan Mas."


"Apa?"


Qila membuka sprei yang menutupi bercak darah itu, lalu menatap wajah Barra yang terlihat terkejut.


"Ini apa mas? kenapa masih ada bercak darah padahal ini sudah kedua kalinya dan aku juga masih merasakan sakit?" tanya Qila heran.


Barra tampak diam,


"Mas, temanku mengatakan jika pertama kali memang sakit dan keluar darah namun jika sudah kedua kali tidak keluar darah. seharusnya sekarang tidak keluar darah."


Barra masih diam,


"Mas..."


"Aku akan mengatakan semuanya, Kamu boleh marah setelah ini tapi jangan tinggalkan aku." kata Barra yang membuat Qila semakin penasaran.


"Katakan apa mas?"


"Sebenarnya waktu itu..


Flashback on


Barra melihat Qila sudah terlelap dengan obat tidur yang Ia berikan pada air mineral yang baru saja diminum Qila.


Barra tersenyum puas dan segera melajukan mobilnya menuju hotel terdekat.

__ADS_1


Beruntung keadaan hotel waktu itu sepi jadi cukup memberikan uang tip untuk pegawai hotel dan semuanya aman.


Barra membaringkan Qila diranjang. Niat awal Barra memang ingin memperkosa Qila, Barra memang brengsek karena pernah memiliki niat buruk pada Qila namun itu semua Barra lakukan agar bisa bersama Qila.


Tangan Barra sudah berada dihijab Qila, hendak membuka hijab Qila namun seketika tangannya terhenti kala melihat wajah teduh Qila. Wajah cantik yang entah mengapa membuka hatinya untuk tidak melakukan hal buruk itu.


Barra berhenti, Ia meraup wajahnya dan menjambaki rambutnya sendiri.


"Jangan bodoh, dia bukan wanita yang biasa kau beli!" omel Barra pada dirinya sendiri.


Barra akhirnya keluar untuk mencari sesuatu, entah apa yang Barra cari. Saat kembali memasuki kamar, Barra melihat Qila masih terlelap, segera Barra melakukan rencana dadakanya.


Dengan sebotol obat merah, Barra segera menuangkan pada sprei agar terlihat seperti noda darah dan rencana Barra selesai.


Setelah itu, Barra berbaring disamping Qila sambil berdoa semoga rencananya berhasil dan Qila percaya jika Barra telah memperkosanya.


Flashback off


"Jadi waktu itu aku masih suci?"


Barra mengangguk, Ia menatap wajah istrinya yang kini terlihat shock.


"Aku melakukan ini agar bisa menikah denganmu, maafkan aku sayang." kata Barra hendak merangkul Qila namun Qila langsung menolak.


"Tapi kamu menipu semua orang mas, termasuk orangtua kita."


"Iya aku tahu, aku salah. aku minta maaf."


"Kamu juga harus minta maaf sama orangtua kita!" tegas Qila.


"Sekarang!"


"Kamu lupa sekarang kita lagi dimana?" tanya Barra sambil tersenyum geli.


Bodohnya Qila yang baru menyadari jika mereka sedang berada di villa, jauh dari orangtua mereka.


"Video call mas."


,"Tapi ditutup dulu ininya." kata Barra lagi tersenyum geli menunjuk leher Qila yang terlihat.


"Ck, aku nggak mau ikut video call, mas aja!"


"Iya sayang iya."


Barra segera mengambil ponselnya yang masih Ia charger, namun saat membuka ponselnya ternyata nggak ada sinyal.


"Nggak ada sinyal sayang, gimana dong." kata Barra dengan suara manja sambil menunjukan ponselnya .


Qila saat ini ingin tersenyum geli melihat suara manja Barra yang baru pertama kali Ia dengar.


"Senyum senyum udah dimaafin nih?" tanya Barra mencuri ciuman dari pipi Qila.


"Belum!"


"Yah, kok belum sih padahal..."

__ADS_1


"Padahal apa mas?"


Barra mendekatkan wajahnya membuat Qila mundur, dengan sekali gerakan Barra menjatuhkan Qila diranjang lalu berbisik,


"Mau lagi."


Qila akhirnya pasrah, pagi ini keduanya sudah melakukan lagi dua ronde. meski milik Qila masih terasa nyeri namun Barra juga pengertian karena memperlakukan Qila begitu lembut.


Setelah olahraga pagi diranjang, Barra memutuskan untuk berenang sementara Qila memilih mandi karena dirinya tidak bisa berenang


Qila keluar dari kamar mandi dan melihat dimeja sudah ada sarapan pagi untuknya dan Barra. Dengan mengenakan jubah mandi, Qila menghampiri Barra yang masih berenang.


"Airnya hangat, yakin nggak mau ikut?"


Qila menggeleng, "Udah ada sarapan, siapa yang nyiapin?" tanya Qila karena Qila pikir mereka hanya berdua divilla.


"Tiap hari ada ibu ibu yang jaga buat masak, rumahnya nggak jauh dari sini.''


"Ohh."


"Sini." Barra mengayunkan tangannya meminta Qila mendekat.


Tanpa curiga, Qila berjalan mendekat dan...


Byurrr


Barra menarik Qila dan jatuh ke kolam renang.


"Mas..." Qila tampak kesal menatap suaminya yang tertawa puas.


"Salah sendiri nggak mau diajak renang."


"Aku nggak bisa renang!" balas Qila hendak keluar dari kolam namun Barra malah memeluknya hingga Ia kembali jatuh.


"Mas..."


"Apa sih sayang..." Barra melepaskan jubah mandi Qila hingga Qila hanya terlihat mengenakan dalaman saja.


"Maasss!" Qila benar benar kesal namun Barra tak mengubris dan malah tertawa puas.


Barra yang tak tahan hanya melihat Qila mengenakan dalaman pun kembali memberikan foreplay pada Qila.


"Mas, lemes... aku lapar." keluh Qila yang memang merasakan lemas karena Barra benar benar menguasainya.


Barra tersenyum, "Oke tunggu sini.''


Barra keluar dari kolam renang untuk mengambil sarapan mereka.


"Masa makan disini mas?" heran Qila melihat Barra meletakan sarapan dipinggir kolam renang.


"Katanya laper, kamu makan aja biar aku main sendiri." Barra kembali memasuki kolam dan memeluk Qila dari belakang dengan tangan nakalnya yang tak berhenti meraba setiap bagian sensitif ditubuh Qila.


"Ya Allah Mas...."


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2