
Barra keluar dari mobil bersama gadis muda yang dicarikan oleh Rina, Ia segera membawa gadis muda itu memasuki rumahnya.
Tentu saja keberadaan gadis muda itu membuat Nana sangat kesal karena merasa tersaingi, gadis muda itu terlihat lebih cantik dari Nana.
"Panggil semua maid kesini." perintah Barra pada Nana yang membuka kan pintu.
"Baik Tuan." Nana sempat menatap judes ke arah gadis itu sebelum Ia masuk ke dalam untuk memanggil teman temannya.
Tak berapa lama semua maid berkumpul di ruang tengah dimana ada Barra dan gadis muda itu.
"Karena kecerobohan kalian yang membuat istriku celaka, jadi aku memutuskan untuk menambahkan maid baru," jelas Barra saat semua maid menatap penasaran ke arah gadis muda yang ada dibawa oleh Tuan mereka.
"Ayo perkenalkan dirimu." perintah Barra yang langsung diangguki gadis muda itu.
"Perkenalkan nama saya Emma, saya harap bisa membantu pekerjaan kalian disini." ucap gadis muda bernama Emma itu.
"Dan aku harap sudah tidak ada kecerobohan yang kalian buat lagi setelah ini!" ucap Barra menambahkan.
"Baiklah Tuan, maafkan kami." ucap salah satu maid mewakili teman temannya.
"Lalu bagaimana keadaan Nyonya, Tuan?" tanya Rani memberanikan diri.
"Sementara nyonya tinggal dirumah orangtuanya sampai benar benar pulih." jelas Barra yang langsung di angguki Rani.
Setelah perkenalan diri, semua maid membawa Emma pergi ke kamarnya.
"Karena saat ini Rani yang tidur sendiri jadi sekarang bisa berbagi kamar dengan Emma." ucap salah satu maid, mengingat memang dirumah ini satu kamar untuk dua orang.
"Baiklah tidak masalah, ayo ikut denganku." ajak Rani membantu Emma membawa barang bawaan nya.
"Ku harap kamu betah sekamar denganku." ucap Rani saat keduanya sampai dikamar.
Emma mengangguk, Ia melihat kamar yang berukuran cukup besar dengan dua ranjang serta kamar yang terlihat bersih dan rapi.
"Itu lemari untukmu, ayo ku bantu menata pakaian mu disana." ucap Rani sambil menunjuk salah satu lemari dikamar itu.
"Terima kasih banyak kak, maaf sudah merepotkan." ucap Emma akhirnya membuka suaranya setelah sedari tadi hanya diam.
"Jangan sungkan, kita teman disini." kata Rani yang membuat Emma tersenyum, merasa lega karena teman sekamarnya orang baik.
Rani segera membantu Emma menata baju didalam lemari, sesekali menatap wajah sayu Emma.
__ADS_1
"Kau terlihat masih muda."
Emma mengangguk, "Aku baru saja putus sekolah kak, ibu ku sakit dan aku butuh biaya banyak jadi aku ambil pekerjaan apapun agar bisa membiayai rumah sakit ibu setiap bulan nya." jelas Emma dengan nada sedih membuat raut wajah Rani ikut sedih.
"Kasihan sekali."
Emma tersenyum, "Tidak kak, tolong jangan kasiani aku."
"Maaf, bukan maksudku seperti itu." Rani merasa tak enak karena sudah salah bicara.
Brakk... pintu terbuka kasar mengejutkan Rani dan Emma yang ada didalam, dan orang yang membuka itu tak lain adalah Nana.
"Apa yang kau lakukan disini?" heran Rani melihat wajah Nana terlihat kesal.
Nana tak mengubris Rani, Ia berjalan mendekati Emma yang menunduk takut saat Nana datang.
"Hey kau anak baru, di sini aku yang berkuasa jadi jangan sekali kali kau berani padaku!''
Emma mengangguk takut, "Baik kak, aku tidak akan membuatmu kesal."
Nana tersenyum senang, "Bagus, dan jangan sekali kali kau mengoda tu-"
"Sudahlah, apa yang kau lakukan itu!" bentak Rani pada Nana.
"Dia masih baru dan tidak mungkin membuat ulah, jadi sudah jangan ganggu dia!" bentak Rani lagi membuat Nana menatap ke arahnya kesal lalu berjalan keluar meninggalkan Rani dan Emma.
"Jangan takut, dia memang seperti itu." Rani menghibur Emma.
"Aku akan berusaha bekerja dengan baik kak." Emma masih saja menunduk ketakutan membuat Rani merasa tak tega.
Setelah selesai membereskan pakaian, Rani mengajak Emma tidur agar besok tidak bangun kesiangan.
Emma sudah terlelap sementara Rani belum. Entah mengapa malam ini Rani tidak bisa tidur. Ia tiba tiba teringat oleh Nyonya nya membuat Rani akhirnya memberanikan diri mengirim pesan pada Qila nyonya nya itu.
Assalamuaikum nyonya,
Bagaimana kabar nyonya?
Dengan penuh keberanian, Rani mengirim pesan itu pada majikan nya.
Tak berapa lama Qila membalas pesan Rani, membuat Rani tersenyum saat membacanya,
__ADS_1
Wa alaikumsalam..
Aku baik, aku sangat merindukan jus buatan mu.
Selama hamil, Rani memang selalu membuatkan Qika jus buah saat Qila tak makan nasi, dan siapa sangka jus buah buatan Rani sangat disukai oleh majikan nya itu.
Jika boleh bermain kesana, aku akan mengirim jus untuk nyonya setiap hari.
Balas Rani yang langsung dibalas oleh Qila.
Tentu saja kau boleh kesini, aku akan mengirimkan alamatnya padamu.
Rani tersenyum girang saat mendapatkan alamat tiinggal orangtua Qila, Ia merasa senang akhirnya bisa melepas rindu dengan majikan nya yang sangat baik hati itu.
Dan Benar saja, Pagi setelah pekerjaan nya selesai, Rani segera berangkat menuju alamat yang dikirimkan Qila dengan membawa satu termos berisi jus buatan nya.
Sengaja Rani berangkat pagi karena Ia juga harus mampir ke pasar untuk belanja mingguan.
"Tidak perlu repot membuatkan ku jus." ucap Qila tampak bahagia saat bertemu dengan Rani.
"Tidak apa apa Nyonya, saya justru sangat senang jika nyonya menyukai jus buatan saya."
"Kau ini benar benar..."
"Siapa dia Qila?" Zara yang baru saja keluar dari kamar setelah mendengar suara Qila berbicara dengan seseorang diluar.
"Dia Rani Bunda, yang mengurus Qila saat berada dirumah mas Barra." jawab Qila yang langsung membuat Zara tersenyum ramah. Zara akhirnya ingat jika Rani adalah salah satu maid yang mengkhawatirkan keadaan Qila saat berada di UGD kemarin.
"Terima kasih banyak sudah membantu putriku selama disana."
"Sama sama Nyonya, memang sudah kewajiban saya." balas Rani sopan.
Qila mengajak Rani duduk dan mereka berbincang cukup lama sebelum akhirnya Rani pamit karena Ia harus pergi ke pasar.
"Aku masih merindukanmu. sering kesini ya agar aku tak kesepian." ucap Qila yang langsung diangguki senang oleh Rani.
"Baik Nyonya, saya harap Nyonya segera sembuh agar bisa segera pulang ke rumah."
Qila mengangguk, "Doakan saja."
Sementara itu dikantor, Barra sedang menunggu pesan dari seseorang, hingga ponselnya berbunyi dan segera Barra membuka pesan itu,
__ADS_1
Sampai saat ini sepertinya yang sedikit mencurigakan memang Nana, tapi saya akan selidiki lagi Tuan.
BERSAMBUNG