The Heaven World

The Heaven World
Informasi Baru


__ADS_3

Voran berhasil meyakinkan Mival Belloc untuk berjuang di bawah panjinya. Setelah itu dia meninggalkan penjara. Dia menantikan kedatangan Diplomat dari Kerajaan Elaydric.


Voran memanfaatkan waktu senggangnya untuk menyendiri di halaman belakang istana. Dia menyukai ketenangan yang ada di tempat tersebut.


Konsentrasi akan semakin meningkat ketika seseorang berada di sebuah tempat yang tenang. Ketenangan memberikan bantuan besar ketita seseorang sedang berkonsentrasi. Oleh karena itu, Voran berada di halaman belakang.


Tidak hanya Voran menenangkan diri belaka di sana, tapi dia juga memurnikan Qi yang ada di dalam tubuhnya. Ia memurnikan Qi tidak murni yang ada di dalam tubuhnya dan mengubahnya agar sesuai dengan tubuhnya.


“Sulit sekali untuk menarik Selek Valaunter,” gumam Voran saat dia selesai melakukan meditasi.


“Apa yang membuat dia tetap bersikukuh pada pendiriannya meskipun dia tahu keluarganya menjadi tawananku. Nyawa keluarganya berada di tanganku dan langkah ekstrem bisa kuambil saat dia memberikan keputusannya.”


“Meski begitu, ia tetap tak goyah. Sikapnya ini sangat menarik dan aku menginginkannya. Sulit menghadapi seseorang sepertinya tapi akan menenangkan memiliki bawahannya seperti dia.”


Voran memikirkan beberapa hal saat dia menyendiri. Beberapa tugas penting terkait dengan penaklukkan wilayah-wilayah yang belum ia taklukkan telah diatasi oleh Veus dan Larsson.


Voran juga mendapatkan kabar tentang perkembangan penaklukkan wilayah. Dua dari empat wilayah telah berhasil mereka taklukkan.


Saat ini mereka sedang menghadapi wilayah lain dan menegoisasikan penyerahan diri dari salah satu pemimpin wilayah yang memenuhi persyaratan Voran.


Ketika Voran mendapatkan kabar tentang kemajuan penaklukkan itu. Ia merasa senang sekaligus merasa bila akan ada masalah yang harus segera ia selesaikan.


Langkah macam apa yang harus ia ambil untuk para penduduk di seluruh bekas wilayah Kerajaan Arannor. Haruskah dia mengambil sikap lunak, biasa, atau keras. Ia masih belum bisa mengambil keputusan jelas tentang hal tersebut. Ada beberapa pertimbangan sekaligus masalah di setiap wilayah tersebut.


Berita terus berdatangan baik dari Ibukota Higgster maupun dari pasukan penakluk. Setiap kabar yang dia terima memberikan beban kerja lebih untuknya, sehingga ia merasa perlu untuk membuat divisi khusus yang mengatur pengumpulan setiap informasi dan kabar yang ada di setiap wilayahnya serta mennyortirnya.


Sebuah divisi yang berbeda dengan Departemen Intelijen. Meski sedikit ragu apakah divisi ini harus ia bentuk atau tidak. Pikirannya tidak bisa melepaskan masalah ini dan dia memikirkannya selama beberapa hari.


Setelah Mival Belloc memilih bergabung dengan kerajaannya. Voran memberinya beberapa hari untuk berkumpul dengan keluarganya sebelum melapor padanya untuk ditugaskan.

__ADS_1


Tentu saja Mival Belloc mendapatkan pengawasan. Tidak mungkin Voran melepaskan pengawasan terhadap seseorang yang baru saja menyerah padanya. Hal itu hanya akan membawa petaka seandainya dia tidak mengawasinya.


 


***


 


“Huft … rupanya seperti ini. Sebuah pengalaman yang tak pernah kubayangkan akan kurasakan,” pikir Voran saat dia membaca informasi dari bawahannya.


“Menarik sekali! Masalah-masalah yang ada di dalam kerajaan tidaklah sulit untuk dihadapi, tapi intervensi Kerajaan Edarecia akan menjadi masalah besar. Mustahil untuk  intervensi Kerajaan Edarecia pada setiap tindakan yang aku ambil,” gumamnya lagi.


Suatu perkara yang sulit untuk Voran ketika dia memikirkan kekuatan Kerajaan Edarecia yang begitu besar serta wilayah yang begitu luas.


Pada awalnya, dia mewaspadai dan memperhatikan Kerajaan Sevaeni yang ia sinyalir akan melakukan suatu tindakan. Apalagi, kerajaan ini memiliki militer yang cukup mumpuni. Namun, apa yang terjadi di luar tebakannya. Bukannya Kerajaan Sevaeni yang menyerangnya melainkan Kerajaan Edarecia yang melakukannya.


Namun, menurut informasi yang dia dapatkan dari beberapa bawahannya. Kerajaan Edarecia tengah mengalami beberapa masalah terkait dengan Lord ataupun Bandit yang banyak bermunculan yang sedikit meredakan situasi.


Voran mengetahui seberapa berbahaya seorang Lord ataupun Bandit. Mereka memiliki pengaruh yang kuat dan sulit untuk dibasmi seperti ngengat yang terus mengganggu.


Beberapa dari mereka berada di wilayah yang saat ini menjadi wilayah Kerajaan Salauster. Ketika Voran memikirkan mereka, dia merasa kesal.


Kekuatan Lord ataupun Bandit cukup diperhitungkan dan mereka memiliki kekuatan militer tersendiri yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pergerakan mereka tidak terduga dan mereka lebih senang melakukan serangan tiba-tiba daripada melakukan perang terbuka.


Ketika Voran memikirkan masalah ini. Tiba-tiba saja dia mendapatkan sebuah ide sekaligus rencana yang mungkin bisa memberikannya banyak kejutan.


“Bisakah aku menarik mereka ke sisiku dan memanfaatkannya? Kekuatan mereka pasti baik dan akan sangat membantu,” pikirnya.


“Mereka bisa kugunakan untuk mengacaukan wilayah-wilayah di kerajaan lain atau kukirim mereka sebagai pasukan eksplorasi. Seharusnya aku bisa melakukannya.”

__ADS_1


“Meski dunia ini sudah dipetakan, aku tetap perlu tahu seluruh wilayah termasuk situasinya. Dengan mengirim mereka, aku bisa mendapatkan informasi yang lebih jelas dan terbaru.”


Voran sering menyendiri dan lebih banyak memikirkan masalah-masalah yang ia dapatkan dari setiap wilayah yang ia kuasai. Beberapa hal terus terngiang-ngiang di dalam pikirannya.


Jika memperluas wilayahnya maka dia perlu memperbaiki administrasi wilayah yang saat ini belum terlalu baik. Semakin besar wilayah yang dia kuasai, maka dia membutuhkan beberapa pejabat penting seperti Gubernur wilayah. Tak mungkin dia bisa menangani seluruh wilayah yang dia kuasai seorang diri.


Selama Voran merenungkan banyak hal di istananya. Pasukannya telah mengambil alih wilayah ketiga dan saat ini Larsson menemui pemimpin dari wilayah terakhir yang memiliki penilaian tersendiri.


Larsson sangat tenang saat mendekati tembok kota kecil tersebut. Larsson tidak memiliki beban atau tekanan saat dia mendekati tempat tembok pertahanan wilayah itu. Meskipun para pemanah mengarahkan panah mereka ke arahnya, Larsson mendekatinya dengan senyum hangat.


“Dimana pemimpin kalian? Aku ingin berbicara dengannya,” seru Larsson.


“Jika pemimpin kalian tidak keluar maka hal buruk akan menimpa kalian. Biarkan dia keluar!”


Larsson berbicara dengan suara biasanya. Namun, suaranya didengar oleh para pemanah dan mereka yang berada di dalam kota. Suara yang dipenuhi dengan tekanan kuat itu membuat mereka yang mendengarkannya menarik nafas sejenak.


Larsson meletakkan kedua tangannya di belakang. Dia diam di posisinya sambil memperhatikan mereka semua. Tak ada sedikit pun ekspresi cemas di wajahnya meski ada banyak anak panah yang mengarah padanya.


Larsson menunggu sang pemimpin untuk keluar dan tak jauh dari posisinya seluruh pasukan menunggu sinyal darinya untuk menyerang.


Tak lama kemudian seorang pemuda keluar dengan raut wajah serius. Matanya memancarkan rasa percaya diri yang tinggi dan postur tubuhnya tegap meski dia menunjukkan kegugupannya ketika berjalan mendekati Larsson.


Tekanan yang diberikan Larsson sungguh tidak main-main. Meski dia diam di posisinya, dia memberikan tekanan yang sangat mengerikan. Larsson tak mengubah ekspresinya saat melihat pemuda itu mendekatinya.


“Apa yang ingin kau bicarakan denganku. Aku hanya bisa sampai disini.” Pemuda itu tak bisa menutupi kegugupannya saat mengatakannya. Dia menatap Larsson dan merasa tertekan saat matanya bertemu dengan tatapan mata Larsson.


Larsson mendengarkannya dan dia menatap pemuda itu dengan tenang. Dia memindainya untuk melihat apakah pemuda itu sama seperti yang diinginkan oleh Voran atau tidak.


Setiap gerakan pemuda itu ia perhatikan termasuk caranya menatapnya. Larsson tersenyum setelah beberapa detik memperhatikannya dan dia mendekatinya dengan langkah kecil,

__ADS_1


 


__ADS_2