
Energi yang terpancar dari dalam ruangan membuat Voran mengerutkan kening. Dia sama sekali tidak menginginkan energi sekuat itu untuk masuk ke tubuh Walcho. Meski sosok mengerikan itu berada di sana dan menyembuhkan Walcho. Tidak ada keinginan untuk mundur dalam benak Voran. Terlalu berisiko untuk membiarkannya menyelesaikan apa yang ia lakukan.
“Hanya ada dua cara untuk mengganggunya. Entah aku mengirimkan energiku dan mengganggu proses penyembuhan itu atau menggunakan Kekuatan Raja untuk menarik energi itu masuk ke tubuhku. Keduanya memiliki keuntungan masing-masing. Aku harus memikirkannya dengan hati-hati,” gumam Voran saat dia merasakan energi di dalam ruangan itu semakin memadat.
Pertama dia memikirkan kondisi tubuhnya yang masih dalam proses pemulihan. Meski ia merasa bisa menggunakan Kekuatan Raja kembali. Voran memikirkannya dengan lebih dalam lagi, ada kemungkinan dia terluka di sini jika menggunakan Kekuatan Raja. Dengan situasi semacam itu, Voran menjadi lebih berhati-hati.
“Kau terlalu bodoh, Walcho. Harusnya kau tidak segegabah ini. Melawan Sekte Angin Timur tanpa mempersiapkan semuanya dengan benar hanya akan membuat dirimu terluka!” ucap sosok pria yang mencoba menyuntikkan Qi ke dalam tubuh Walcho yang pucat.
Pria itu mengedarkan energi yang kuat di sekeliling tubuhnya dan pancaran energi itu begitu menusuk. “Bulcha bukan hanya sekadar Ketua Sekte semata, identitasnya jauh lebih besar dari itu. Aku harus memberitahumu dulu sebelum kejadian ini terjadi. Banyak hal yang tidak kau ketahui tentang wilayah timur maupun situasi keseluruhan Wilayah Utara saat ini!”
Saat Voran hendak menggunakan Kekuatan Raja, dia mendengar perkataan pria itu dan segera dia menjadi penasaran dengan apa yang dikatakan pria itu. Sungguh mengejutkan, ucapan pria itu benar-benar membuat Voran terperangah. Apa yang sebenarnya terjadi di wilayahnya dan Wilayah Utara ini? Mengapa sosok itu mengangkat masalah sebesar ini di sini.
“Sekarang semuanya berjalan ke arah yang tak kita inginkan, tidak hanya tindakanmu melukai sebagian kekuatan kita, tapi juga membuat orang-orang itu menjadi lebih waspada. Seharusnya aku menghabisimu saat ini, tapi aku melihat kau masih berguna. Aku akan menyembuhkanmu untuk yang pertama kali dan terakhir kalinya. Jika kau gagal melaksanakan perintahnya, maka kematianmu sudah ditentukan,” ucap sosok itu dengan suara yang dingin dan menyeramkan.
Nafas pria itu semakin menakutkan dan berbahaya. Voran yang berada cukup jauh darinya bisa merasakan betapa menakutkannya nafas sosok itu. Selain itu, dia juga merasakan jika pertemuannya dengan sosok itu beberapa waktu lalu telah memberinya intuisi seberapa kuat sosok itu. Namun, persepsinya tumbang saat merasakan energinya saat ini.
__ADS_1
“Demi sosok itu, kau harus mengorbankan hidupmu bahkan kekuasaanmu sekalipun. Dia sudah menentukan untuk menunjukkan kuasanya dan merebut kendali seluruh wilayah. Jika dia menginginkannya maka kita harus memenuhinya. Jangan biarkan dia kecewa!” seru sosok itu lagi saat dia memasukkan energi ke dalam tubuh Walcho.
Voran merasakan fluktuasi Qi di dalam ruangan itu dan segera ia memaksa menggunakan Kekuatan Raja untuk mengganggu proses tersebut sambil menghisap beberapa energi ke dalam tubuhnya. Selain itu, dia juga bersiap untuk meninggalkan tempat tersebut.
Energi di dalam ruangan itu berputar dengan kuat dan perlahan-lahan mencoba masuk ke dalam tubuh Walcho. Namun, saat energi itu hendak memasuki tubuhnya, tiba-tiba saja ada sebuah tarikan kuat yang menarik sebagian besar energi menjauh dari tubuh Walcho dan menuju ke ruangan lain.
Sosok itu membuka matanya kembali, dan menatap tajam ke arah ruangan yang dituju energi itu. Lantas, auranya berubah seketika menjadi menindas dan penuh tekanan. Nafasnya semakin berbahaya dan memancarkan niat membunuh yang kuat. Saat tatapannya menuju ke ruangan itu, seketika suhu di dalam ruangan menurun drastis.
“Berani-beraninya serangga mengganggu urusanku. Cari mati rupanya! Keluar kau sekarang sebelum aku menyiksamu sampai kau memohon kematian!” seru sosok itu dengan nada yang begitu dingin dan haus darah yang mengerikan.
Raungan di dalam ruangan itu terdengar ke seluruh penjuru bangunan dan membuat para prajurit maupun Kultivator bergetar takut. Mereka tidak tahu apa yang membuat sosok itu marah dan mereka bergegas menuju ke ruangan Walcho untuk mencari tahu. Sedang, bagi mereka yang berada di luar, kewaspadaan mereka segera meningkat berkali-kali lipat.
Sosok itu bangkit dan keluar dari bangunan ketika dia tak merasakan energi yang sebelumnya mengganggu proses penyembuhan. Dia melirik ke seluruh wilayah dan mulai melakukan pendeteksian menggunakan Qi-nya. Matanya menatap ke seluruh penjuru arah saat energi memancarkan keluar dari tubuhnya.
“Serangga kecil ini ingin bermain-main denganku, sudah bosan hidup rupanya,” ucap sosok itu saat dia berada di atap bangunan tertinggi di desa. Tatapannya semakin dingin dan menakutkan. Lalu ia menatap ke satu arah sambil berkata, “Baiklah, kalau itu maumu. Maka aku akan menunjukkan padamu apa itu keputus-asaan.
__ADS_1
Setelah dia mengatakan hal itu, dia menarik auranya kembali dan kini tampak seperti pria pada umumnya. Namun, pancaran haus darah dan niat membunuh tidak bisa dia sembunyikan begitu saja. Kedua perasaan itu telah mendarah daging dalam tubuhnya dan menyatu dengan dirinya, sehingga tanpa melakukan apapun, tubuhnya mengeluarkan dua perasaan itu dengan sendirinya.
Voran tidak peduli dengan tekanan yang baru saja menindas tubuhnya, dia terus berlari meninggalkan desa itu. Tidak ada tempat untuknya bersembunyi jika berada di dalam desa. Bahkan, jika dia lari keluar pun situasinya akan tetap sama. Namun, karena tak ada pilihan, dia memilih untuk keluar dari tempat itu dibandingkan tetap di sana dan menghadapi banyak musuh.
“Aku berhasil mengganggu penyembuhannya dan pria itu tidak akan bisa pulih dalam waktu singkat. Sekarang, aku hanya perlu menghindari pria ini. Ah ... Aku benar-benar sial, mengapa juga pria ini berada di sini dan apa pula kekuatannya itu!” gumam Voran saat dia terus bergerak.
Di sisi lain, beberapa Kultivator menghampiri sosok itu dengan hormat dan mereka menunjukkan ketakutan di sorot mata saat melihat sosok itu. Salah satu dari mereka yang memiliki kultivasi paling tinggi mendekati sosok itu.
“Tuan Salvatora, biarkan kami mengejar pria itu dan menghabisinya. Tidak perlu untuk tuan bergerak seperti ini. Lebih baik simpan kekuatan Tuan Salvatora,” ucapnya.
“Dia hanya serangga kecil, tapi berani menggangguku. Apa kau pikir aku akan membiarkannya dan memintamu untuk mengejarnya?” tanya Salvatora dengan suara yang dalam. Nadanya begitu dingin hingga membuat orang-orang di sekitarnya bergidik ngeri dan menundukkan kepala.
“Sudah lama aku tidak bermain. Ah ... Kalian bisa mengejarnya. Jika kalian bisa menangkapnya sebelum aku bergerak, kalian bisa mengikutiku!” ucap Salvatora dengan senyum dingin di wajahnya.
Meski ingin mengejar Voran, tiba-tiba saja dia merasakan perubahan mengerikan terjadi pada tubuh Walcho dan ia segera berbalik untuk memeriksanya. Namun, dia memberikan perintah pada belasa Kultivator yang berada di sana.
__ADS_1