The Heaven World

The Heaven World
Salvatora


__ADS_3

Pertempuran telah menghasilkan gunungan mayat. Namun, semua itu tidak mempengaruhi beberapa orang yang masih bersemangat dan terus melancarkan serangan.


Akan tetapi, pertempuran yang semakin memanas dan menggetarkan hati itu terhenti seketika tepat saat seorang pria muncul di medan perang serta menginjakkan kakinya ke tanah.


Hembusan udara terasa berbeda saat pria itu muncul, terasa begitu dingin dan mengerikan. Seolah-olah hawa itu terikat dengan sosok tersebut.


Pria berambut panjang berwarna hitam dengan beberapa bagian memutih berdiri tegak diantara para prajurit serta Kultivator. Pria itu mengamati setiap orang di sekitarnya dengan tatapan mata yang tajam serta penuh dengan rasa dingin yang kuat.


“Memang pantas bila kalian berani mengusik kerajaan ini. Ternyata kalian memiliki ahli-ahli yang mumpuni serta berkemampuan tinggi. Namun, apa semua itu cukup?” suara dingin yang lambat dan bernada rendah itu membuat setiap orang bergidik.


Veus dan Larsson segera mengambil sikap waspada. Mereka berdua melepaskan kekuatannya dan tidak menahan diri. Mereka mengawasi setiap gerakan yang dilakukan oleh pria itu. Tidak ada yang menduga akan munculnya sesosok pria berbahaya sepertinya.


Pria itu merasakan tatapan Veus dan Larsson. Lalu, dia melirik ke arah mereka silih berganti seraya berkata, “Pria-pria yang hebat. Kalian bukan sosok lemah yang mudah untuk kuhadapi. Namun, kalian juga bukan lawan yang kuat. Aku ingin tahu siapa diantara kita yang akan bertahan!”


Tatapan mata pria itu segera beralih ketika dia merasakan sebuah aura yang tertuju padanya. Aura yang dipenuhi dengan niat membunuh itu merangsang kesenangannya. Tanpa lama-lama, pria itu melihat sesosok pria yang sudah ia kenal sejak lama.


“Oh ... Lama tak jumpa. Aku lihat sekarang kau mengabdi pada lawanmu dan kau menanggalkan kebanggaanmu itu, Valaunter? Siapa yang akan menduga seseorang dari Keluarga Selek akan bertindak seperti ini, sungguh mengejutkan sekali,” ucap pria itu saat matanya tertuju pada Valaunter yang menatap dirinya dengan terkejut.


Pria itu tetap tenang walaupun terkepung oleh sekelompok musuh. Dia tidak merasa tertekan malahan perasaannya menjadi semakin baik. Pria itu tahu bila setiap orang yang melihatnya menyebarkan rasa takut dan hal itu membangkitkan semangatnya.

__ADS_1


“SALVATORA!!” teriak Valaunter ketika dia melihat sosok pria berambut panjang itu.


Wajahnya berkedut karena amarah yang tiba-tiba saja memuncak dan meluap. Valaunter berjalan ke arah Salvatora dengan langkah yang cepat dan dia mengeluarkan tekanan yang tidak kecil. Terlihat pula aliran Qi yang mengalir menyelimuti tubuhnya.


Salvatora tersenyum mengejek Valaunter yang berjalan ke arahnya dengan raut wajah penuh dengan amarah. Salvatora tidak mengetahui apa yang menyebabkan Valaunter marah pada dirinya dan dia hanya menyikapi hal itu dengan santai.


“Kau masih mengingatku, Valaunter? Sudah lama kita tak bersua tapi kau masih memandangku dengan cara yang sama seperti waktu itu. Sayangnya, sekarang kau sudah membelot ke kerajaan yang sudah menghancurkan kerajaan kita. Sangat disayangkan sekali, aku harus melihat hal semacam ini,” ucap Salvatora yang terus mengingatkan Valaunter akan asalnya juga membuka luka yang masih terasa segar itu.


Raut wajah Valaunter menjadi semakin jelek. Dia menatap Salvatora dengan tatapan penuh kebencian saat ini. Di dalam pikirannya terbesit sebuah bayangan yang mengganggunya. Jika saja Salvatora masih ada di Kerajaan Arannor dan tidak meninggalkan kerajaan. Mungkin semuanya tidak akan berakhir dengan situasi saat ini.


Begitu Valaunter melihat Salvatora tidak meresponsnya lagi dan hanya melirik dirinya. Dia segera bergegas maju dan melesat menyerang Salvatora. Kedua kakinya mendorong seluruh tubuhnya maju dan menyisakan Qi di tanah yang kemudian membuat tanah itu menjadi retak.


Salvatora merasakan Qi yang begitu besar dan tajam tertuju ke dirinya. Dia segera mengendalikan Qi dan membuat sebuah pelindung kala Valaunter menyerangnya. Sedetik kemudian benturan antara dua Qi yang kuat terjadi.


Suara ledakan benturan dua Qi terdengar begitu keras. Gelombang udara yang kuat menerpa semua prajurit yang berada dekat dengan Salvatora dan Valaunter. Dia Qi yang berwarna berbeda saling bertabrakan mengikuti setiap gerakan mereka berdua.


Salvatora melepaskan beberapa pukulan yang mengarah langsung ke bagian atas tubuh Valaunter. Sedang Valaunter yang bertahan tetap mencoba melancarkan serangan yang berbeda menggunakan tendangan. Ketika Valaunter menangkis pukulan Salvatora dengan tangannya, dia juga melakukan tendangan yang menyapu udara dan mengirim Qi ke Salvatora.


Valaunter menerjangnya dengan segenap kekuatannya dan tak menahan dirinya. Dia tahu bila Salvatora telah jauh meningkat dibandingkan waktu dulu. Semakin lama dia bertarung dengan Salvatora, Valaunter merasa tertekan dan terdesak.

__ADS_1


“Kekuatannya sudah berkembang sampai sejauh ini? Aku tidak bisa menahannya terlalu lama. Setiap pukulannya selalu diselimuti Qi yang begitu kuat. Apalagi, kekuatan fisiknya juga jauh lebih kuat dibanding dulu!” gumam Valaunter ketika dia terdorong mundur setelah sebuah pukulan menghantam perutnya.


Dengan langkah kaki yang goyah, Valaunter menyeimbangkan tubuhnya setelah menerima pukulan di perutnya. Mata Valaunter melebar kala dia melihat tindakan Salvatora setelah dia memukulnya. Valaunter merasakan tekanan yang kuat dari tindakan Salvatora yang mengumpulkan Windi kedua tangannya.


Samar-samar Valaunter melihat sebuah bentuk yang tercipta dari kumpulan Qi di tangan Salvatora. Sebuah bentuk yang terlihat seperti sepasang tanduk. Ketika bayangan itu muncul dari Qi, tiba-tiba seluruh suasana berubah menjadi berat dan angin berhembus dengan kencang serta terasa begitu dingin.


“Apa yang dilakukan Salvatora?” gumam Valaunter ketika dia merasakan tekanan itu.


Salvatora yang melepaskan Qi begitu besar terus menyunggingkan senyuman yang tampak begitu menyeramkan. Tidak ada yang bisa mendekati dirinya dalam jarak satu meter saat dia menggunakan tindakan ini.


Veus dan Larsson ikut merasakan tekanan dari tindakan itu. Mereka berdua pun segera turun tangan dan ikut membantu Valaunter yang perlahan-lahan mulai terdesak. Tiga Qi dengan warna berbeda muncul dan menelan Qi berwarna hitam yang keluar dari tubuh Salvatora.


“Hoo ... Sekarang kalian main keroyokan rupanya. Tiga lawan satu? Tidak masalah. Sama sekali bukan masalah besar untukku!” seru Salvatora saat merasakan tekanan dari tiga kekuatan yang berbeda.


Senyumnya masih merekah dengan lebar dan tidak berubah sedikitpun. Salvatora malah lebih bersemangat saat merasakan tekanan dari tiga pria di depannya.


Udara dan ruang di sekitar Salvatora berubah total. Semua energi yang ada di sekitarnya terhisap ke dalam pusaran Qi berbentuk tanduk di kedua tangan Salvatora.


“Shahaha ... karena kalian begitu bernafsu membunuhku. Maka lewati ini! Secret of The Devil Horns!” seru Salvatora saat menghantamkan kedua kepalan tangannya.

__ADS_1


Sebuah gelombang Qi yang sangat kuat dan jahat melesat dari hantaman kedua tangan Salvatora menuju ke arah mereka bertiga dalam bentuk tanduk. Serangan itu sangat kuat sampai-sampai tanah dan kerikil terangkat hingga retak menyisakan sebuah lubang di tanah.


 


__ADS_2