The Heaven World

The Heaven World
Perencanaan


__ADS_3

Larsson, Veus, dan Selek Valaunter menatap Voran yang mengernyitkan dahinya.


Ekspresi yang Voran tunjukkan cukup tidak biasa. Seorang Raja teramat jarang menunjukkan ekspresinya dan terbiasa memasang ekspresi datar. Namun, Voran menunjukkannya tanpa ada keraguan.


Voran ingin membuat mereka bertiga paham jika dia tidak bisa menanggung semua beban itu seorang diri untuk saat ini. Kemampuannya dan keteguhannya belum mencukupi untuk menanggung beratnya beban tersebut.


Ekspresinya yang begitu buruk muncul karena situasi saat ini. Belum lama mereka menganeksasi wilayah Kerajaan Arannor yang dia ubah menjadi Provinsi Aran. Kini, dia harus bersiap untuk menghadapi masalah yang jauh lebih berbahaya dan rumit dibanding sebelumnya.


“Ya, kau memiliki pikiran yang tajam. Memang ada masalah di perbatasan dan ini menyangkut keberlangsungan hidup kerajaan dan seluruh rakyat yang hidup di sini. Aku tidak akan mengumpulkan kalian bertiga jika itu hanya masalah kecil. Saat ini, aku sudah mengirim perintah tertentu pada Kanselir Fasuk untuk mengamankan perbatasan dan sumber daya logistik untuk seluruh pasukan!”


Suaranya yang tenang memberi sebuah ilusi pada mereka bertiga bila situasi sudah terkendali dan ada sebuah tindakan pencegahan di perbatasan.


Voran tidak mengindahkan tatapan mata Valaunter yang melihatnya dengan penuh ketertarikan. Voran melirik mereka bergantian lalu kembali melanjutkan ucapannya.


“Kerajaan Edarecia mulai bergerak dan mengirim sebuah pasukan ke perbatasan. Mereka menunjukkan niat yang begitu kuat untuk melakukan sebuah gerakan yang aku rasa itu pasti tertuju pada kita. Selain itu, ada hal lain yang membuatku cemas,” ucap Voran.


“Sikap Kerajaan Sevaeni! Mereka tampak menunggu sesuatu. Aku sudah mencoba menghubungi mereka tapi respon mereka cukup ambigu. Saat ini, situasi kita sangat buruk! Apa kalian memiliki solusi atau rencana untuk mengantisipasi hal terburuk?” tanyanya.


Voran membutuhkan sebuah solusi ataupun rencana untuk menghadapi masalah besar yang tengah bergerak ke kerajaannya.


Pergerakan pasukan Kerajaan Edarecia cukup besar sehingga terendus. Meski begitu, Voran tidak bisa santai, karena dia merasa Kerajaan Edarecia tidak akan mengerahkan pasukan itu saja. Ada bayangan besar yang sedang bergerak menuju ke Kerajaannya.


Veus selaku Marshal yang mengomandoi seluruh militer kerajaan memiliki kerutan di dahinya saat dia mendengan perkataan Voran. Dia tahu betapa besar dan menakutkannya kekuatan Kerajaan Edarecia.


Oleh sebab itu, dia tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya yang membuatnya menunjukkan kerutan di dahinya. “Tch … bagaimana situasi menjadi seperti ini?”


Valaunter mendengar decapan lidah Veus dengan jelas. Lantas, dia memikirkan pengaruh apa yang akan dibawa oleh pergerakan ini.

__ADS_1


Tindakan Kerajaan Edarecia memiliki banyak arti. Mereka berani mengerahkan pasukan dalam jumlah tertentu untuk mengancam kerajaan, hal ini berarti mereka memiliki kekuatan lebih untuk menahan ataupun menghadapi bahaya yang ada di sekitarnya.


Ketika dia memikirkannya lalu membayangkan situasi di Provinsi Aran. Dia merasa harus bertindak dan mengesampingkan keluhan yang ada di dalam benaknya.


Bukan tidak mungkin sebuah perang besar antara Kerajaan Salauster dengan Kerajaan Edarecia terjadi. Kemudian dua kerajaan lain akan terlibat, yakni Kerajaan Sevaeni serta Kerajaan Elaydric.


“Ini sulit, bagaimana mereka bisa bergerak saat ada banyak bahaya yang mengintai wilayah mereka? Mungkinkah mereka sudah mengatasi masalah di wilayah mereka hingga berani mengerahkan pasukan ke perbatasan?” tanya Valaunter.


“Walaupun tindakan mereka hanya sebuah bentuk gertakan semata. Pasukan yang dibutuhkan untuk menggertak ataupun mengancam tidaklah sedikit. Jadi, apa yang sebenarnya mereka inginkan dari tindakan ini?” sambung Valaunter.


Larsson hanya mendengarkan mereka tanpa memberikan sepatah kata dan dia merenungkan setiap tindakan yang ada di sekitarnya termasuk perkataan Veus dan Valaunter.


Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh Kerajaan Edarecia merupakan sebuah tindakan yang tepat untuk menghalau ancaman yang ada di sekitarnya.


Larsson memikirkan para Bandit, Lord, maupun Kultivator independen yang ada di sekitar Kerajaan Edarecia ketika dia memperluas pandangannya terhadap kejadian ini.


“Jika tidak, begitu perang pecah, kita akan berada pada posisi yang tidak menguntungkan. Kekuatan gabungan tiga kerajaan belum tentu bisa menghancurkan mereka!” seru Larsson.


Larsson melihat semuanya dalam pandangan yang lebih luas dan mengantisipasi beberapa hal sebelum benar-benar melancarkan sebuah tindakan terhadap pergerakan Kerajaan Edarecia yang menunjukkan tendensi untuk memulai sebuah peperangan.


Larsson berpikir untuk menarik semua kekuatan yang ada di sekitar Kerajaan Edarecia dan membuat mereka bekerja sama dengan kerajaan untuk menghadapi Kerajaan Edarecia.


Kei terdiam sejenak saat mendengar perkataan Larsson. Dia sama sekali tidak mengharapkan hal itu. Walaupun dia mendengarnya dari Larsson, ia tidak menyangka perbedaannya akan sebegitu besar. Namun, ketika dia mengingat pengetahuannya tentang kerajaan di sekitarnya, ia yakin dengan ucapan Larsson yang mana itu memang sebuah kebenaran.


“Jadi, dengan situasi seburuk ini, apa ada dari kalian yang memiliki saran?” desak Voran pada mereka bertiga.


“Aku membutuhkan saran ataupun solusi untuk menghadapi masalah ini,” ucapnya lagi.

__ADS_1


“Aku rasa kalian pasti sudah memiliki sebuah rencana atau saran untuk masalah ini. Jika kalian memilikinya, katakan saja!” sambungnya lagi yang terus menekan mereka untuk memberinya jawaban.


“Seandainya rencana itu layak maka kita akan menggunakannya. Kerajaan Edarecia terlalu berbahaya dan mengancam! Kita tidak bisa mengabaikannya!” seru Voran yang tidak bisa merasa tenang dengan situasi di perbatasan kerajaan.


Mereka bertiga tidak memberikan jawaban setelah Voran selesai berbicara. Voran tidak terkejut dengan sikap mereka bertiga.


Veus masih memikirkan apa yang harus dia lakukan pada militer, lantas Valaunter memikirkan posisi Provinsi Aran, sedangkan Larsson melihat seluruh gambaran yang ada pada seluruh kerajaan.


Voran hanya bisa bersikap seperti ini untuk mendapatkan pemahaman lebih. Selain itu, dia melakukan apapun yang bisa dia lakukan demi membuat kerajaannya aman.


“Aku rasa kita bisa memanfaatkan posisi pasukan independen atau kelompok tertentu yang berkeliaran di sekitar kerajaan ataupun yang ada di sekitar Kerajaan Edarecia. Dengan menarik mereka dalam pertempuran ini, kesempatan kita akan melambung tinggi,” ucap Larsson.


“Para Bandit, Lord, Kultivaltor independen yang memiliki konflik, serta kelompok atau pasukan lain, kita harus bekerja sama dengan mereka untuk menghancurkan gerakan Kerajaan Edarecia! Itu saran terbaikku untuk saat ini,” seru Larsson dengan percaya diri.


Pasukan atau kelompok tertentu yang tidak berafiliasi dengan suatu kerajaan itu memang ada dan mereka memiliki sebuah wilayah dalam berbagai ukuran.


Larsson memiliki beberapa informasi tentang semua hal itu sehingga dia berani menyatakan hal ini. Sarannya terdengar mudah, tapi ada banyak masalah tersembunyi di dalam sarannya, bila terjadi sebuah kesalahan maka semuanya akan hancur.


Veus tenggelam dalam pikirannya dan kerutan muncul di dahinya kala raut wajahnya serius.


Di sisi lain, Valaunter menyetujui saran yang diberikan oleh Larsson dengan mengangguk sebagai tanda persetujuannya.


Lebih baik memiliki banyak sekutu daripada musuh, begitu pikir Valaunter saat dia mendengar saran Larsson.


Voran pun setuju dengan saran yang diberikan oleh Larsson dan berpikir bila hal itu merupakan tindakan terbaik, hanya saja ada hal lain yang mengganggunya.


 

__ADS_1


__ADS_2