
Pada waktu tersebut, Selek Valaunter tidak memberikan hanya menerimanya, tapi juga memberikan sebuah saran pada Voran. Saran itu cukup mirip dengan apa yang tengah Voran lakukan.
Tentu saja, ada penambahan beberapa hal agar rencananya menjadi jauh lebih baik. Selain itu, saran yang diberikan oleh Selek Valaunter jauh lebih komprehensif dan memiliki beberapa hal yang berbeda.
Salah satu diantaranya, Selek Valaunter menyarankan agar menarik Lord serta kelompok bandit ke dalam pergolakan ini. Hanya dari hal ini saja, kompleksitas yang ditunjukkan oleh rencana itu jauh lebih dari yang Voran harapkan.
Bandit serta Lord memiliki kekuasaan dan harga diri yang tinggi. Menarik mereka ke dalam masalah ini cukuplah sulit, tapi ada beberapa preseden tertentu yang bisa Voran gunakan, yakni manfaat. Selama mereka tidak melihat adanya keuntungan atau manfaat dari tawaran Voran, mereka tidak akan bergerak.
Ketika Voran mendengarkan semua itu, dia berpikir berulang kali. Disamping tidak bisa menunjukkan sisi lemahnya, dia juga tidak bisa bersikap terlalu tinggi atau arogan terhadap Lord atau bandit.
Membangun sebuah hubungan yang baik dan bekerja sama dengan Lord maupun kelompok bandit bukanlah suatu hal yang mudah. Mereka memiliki kekuatan otonom yang besar dan kekuasaan yang ada di tangan mereka juga berbahaya serta mampu menjadi ancaman mematikan.
Meskipun bisa menggunakan dominasi dan kekuatan untuk menarik mereka ke pihaknya, Voran merasa ini bukan waktu yang tepat untuk menggunakan cara tersebut. Apalagi, menggunakan cara kekerasan bukanlah pilihan yang bijak saat berhadapan dengan mereka.
“Menarik Lord dan Bandit ke dalam pertempuran tidaklah mudah. Apa kau memiliki rencana untuk melakukan hal itu, Valaunter?” tanya Voran.
“Mereka tidak akan bertindak sesuai dengan perintahku dan sulit untuk mengatur mereka. Kau tahu betapa mengerikannya tindakan mereka, bukan?” sambungnya sebelum Selek Valaunter memberikan jawabannya.
“Mereka tidak akan begitu peduli dengan penduduk biasa. Menjarah dan membunuh sudah menjadi hal biasa untuk mereka.” Voran tidak memberikan kesempatan pada Selek Valaunter untuk memotong perkataannya dan dia terus menyambungnya.
“Aku mengakui kekuatan mereka, tapi tanpa kedisiplinan semua itu tak berguna. Rakyat biasa yang tinggal di wilayah sana akan menjadi bantuan yang besar dibandingkan mereka, tapi jika kita membawa Bandit dan Lord ke dalam pertempuran, semua itu tidak akan berakhir dengan baik,” ucap Voran dengan serius. Alisnya mengerut karena kekhawatiran akan Bandit dan Lord yang tidak bisa ditebak.
Selek Valaunter mengerti kekhawatiran yang Voran miliki terhadap Bandit dan Lord. Dia juga tidak menyangkalnya karena dia tahu betapa berbahayanya kelompok ini.
Sering kali mereka juga mengacau di wilayahnya dulu. Selek Valaunter berpikir untuk membuat mereka menyerang terlebih dahulu sehingga meminimalisir penggunaan pasukan kerajaan.
Dengan memanfaatkan Bandit dan Lord di waktu dan tempat yang tepat, mereka bisa menuai keuntungan yang potensial. Oleh sebab itu, Selek Valaunter berpikir dan menyarankan penggunaan dua kekuatan tersebut.
“Kenapa Tuan bingung?” tanya Selek Valaunter dengan nada menggoda.
__ADS_1
“Ini hal yang mudah. Biarkan saja para Bandit dan Lord bergerak terlebih dahulu. Kita akan membuat mereka menjadi tersangka utama dalam rencana itu,” sambungnya.
“Kita akan membuat mereka mengacau di wilayah Kerajaan Edarecia. Tidak perlu menahan mereka, kita hanya memanfaatkan kekuatan mereka. Biarkan saja mereka melakukan apapun yang mereka inginkan. Setelah kekacauan menghilang, di waktu itulah pasukan kerajaan muncul,” ucap Selek Valaunter menyambung perkataannya.
“Selain itu, memanfaatkan kekuatan yang ada di sekitar merupakan salah satu cara terbaik untuk mengurangi kekuatan musuh dan langkah ini juga akan mengurangi kecurigaan mereka pada kita!”
Voran mendengarkannya dengan serius. Dia sama sekali tidak memikirkan hal ini seperti yang dipikirkan oleh Selek Valaunter. Dia hanya melihatnya dari sudut pandang kerugian dibandingkan dengan keuntungan yang bisa diraihnya.
Setelah Voran mendengarnya, ia merasa rencana yang diberikan oleh Selek Valaunter tidaklah buruk, bahkan bisa dibilang baik. Voran melihat kembali rencananya serta membandingkannya dengan rencana yang diberikan oleh Selek Valaunter. Setelah beberapa menit terdiam dan berpikir, dia tahu mana yang lebih baik.
“Baiklah, aku sudah mengerti di mana letak kekuranganku,” ucap Voran.
Selek Valaunter mengangguk walau dia masih dirantai. Pemandangan itu cukup membuat para penonton terkesiap. Seseorang yang dipenjara dan dirantai memberikan sebuah saran serta rencana pada seorang Raja.
“Kau benar tentang itu, seharusnya aku lebih memikirkan bagaimana cara memaksimalkan potensi yang ada di mereka,” ucapnya lagi setelah menyadari pemanfaatan yang lebih tepat.
“Selek Valaunter, karena sekarang kau berada di kapal yang sama denganku maka aku akan menunjukmu sebagai salah satu jenderal. Hmm … setidaknya posisimu akan lebih tinggi yakni, Gubernur Jenderal. Inilah posisimu nanti,” seru Voran dengan suara khidmat nan serius.
Voran mengangkat Selek Valaunter sebagai salah satu bawahannya di tempat yang tidak tepat dan di waktu yang sangat tidak pantas. Apalagi, posisi Selek Valaunter cukup buruk dan memalukan.
“Aku sangat mengharapkan partisipasimu dalam pertempuran ke depan maupun kepemimpinanmu di pemerintahan Provinsi Aran. Kau tahu, aku sangat menantikan kinerjamu, dan kau merupakan salah satu alasan mengapa aku mengosongkan posisi itu hingga kini,” ujar Voran dengan ekspresi serius dan nada yang tidak main-main, bahkan auranya juga membuat Selek Valaunter terdiam.
Voran mengatakannya secara serius dan dia sama sekali tidak berpikir bila keputusannya itu salah. Memberikan sebuah posisi setinggi itu pada lawan yang menyerah bukanlah keputusan yang mudah, apalagi ada bahaya tersembunyi di dalamnya.
Voran memikirkan keuntungan yang dia dapatkan saat menarik Selek Valaunter ke sisinya dibandingkan dengan membunuhnya dan segalanya berjalan seperti saat ini.
Setelah Voran membebaskan Selek Valaunter dari belenggu rantai. Dia mengajaknya ke istana yang kini telah diubah menjadi sebuah mansion untuk Gubernur.
__ADS_1
Voran tidak terlalu khawatir dengan tindakan tersembunyi yang mungkin dilakukan Selek Valaunter. Voran mempercayainya dan merasa bila Selek Valaunter tidak akan melakukan suatu tindakan yang hanya membawa petaka pada rakyat biasa.
Voran cukup tenang saat berjalan di depan Selek Valaunter. Ketika dia melirik ke belakang, dia melihat Selek Valaunter yang berjalan pelan dengan postur sedikit membungkuk tampak lelah dan kesakitan.
Melihat hal kondisi Selek Valaunter memberi Voran rasa percaya diri yang kuat dan dia tahu jika Selek Valaunter tidak memiliki kekuatan lebih untuk menyerangnya. Dengan begitu dia lebih tenang saat berjalan di depan Selek Valaunter.
Disamping itu, Voran menunggu kembalinya pasukan yang menaklukkan empat wilayah lain. Dia ingin tahu seperti apa situasi di empat wilayah itu dan bagaimana keadaan kelompok-kelompok pengacau yang ada di sekitar empat wilayah itu.
Voran sudah mendapatkan informasi tentang empat wilayah itu termasuk dengan kekuatan yang ada di sekitar empat wilayah tersebut.
Melenyapkan kelompok yang ada di sekitar empat wilayah itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar serta kekuatan yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Voran memahami betul sebesar apa bahaya serta ancaman yang dibawa oleh kelompok ini.
Oleh karena itu, Voran tidak asal bergerak atau kecerobohannya itu akan membawa petaka pada kerajaannya. Jadi, dia hanya bisa memendamnya terlebih dahulu.
“Sepertinya tubuhmu memburuk Valaunter karena terlalu lama di penjara. Setelah ini kau bisa beristirahat dan memulihkan diri kemudian kau bisa mulai bekerja untuk mengatur Provinsi Aran,” ujar Voran yang menunjukkan perhatiannya.
“Ada banyak hal yang perlu kau lakukan setelah kau memegang posisi itu. Selain militer yang perlu direvitalisasi, ada juga bagian pemerintahan yang perlu dibenahi, dan tentunya hal yang paling penting ialah kondisi para penduduk. Kau tidak bisa mengabaikan semua itu, aku ingin melihat hasilnya secepat mungkin!” seru Voran mengingatkan akan tugas Selek Valaunter sebagai Gubernur Jenderal.
Selek Valaunter tampak tenang saat membalasnya, “Tenang saja, Tuan. Aku akan melakukan yang terbaik. Lagipula kau sudah memberikan sebuah kesempatan padaku. Aku akan membuat Provinsi Aran menjadi lebih makmur dan aman dari saat ini.”
Di dalam istana, setelah membawa kembali Selek Valaunter. Voran disibukkan dengan berbagai dokumen yang datang dari Kota Higgster, pengintai, maupun pasukan ekspedisi. Dia membaca dokumen yang berasal dari pengintai dan segera raut wajah menjadi serius. Kerutan keningnya semakin dalam di setiap kata yang tertulis di dalam dokumen itu.
“Sialan! Ini berbahaya,” umpatnya.
“Mereka bergerak lebih dulu dan beberapa kelompok prajurit terlihat di perbatasan. Sepertinya mereka sudah mengumpulkan sebagian kekuatan untuk mengacaukan perbatasan wilayah,” gumamnya.
“Ini tidak bisa dibiarkan!” seru Voran saat tatapannya menjadi semakin dalam pada dokumen tersebut.
__ADS_1