
Setelah memberikan pidato yang panjang, Radi meninggalkan tempat tersebut dan bergegas menemui Ketua Sekte. Raut wajahnya tidak mengalami perubahan dan tampak sangat bertekad setelah dia melihat para Kultivator yang akan mengikutinya.
Di dalam sebuah bangunan tradisional yang terbuat dari kayu berlatarkan kebun bunga di bagian belakang, duduk tiga pria yang masing-masing dari mereka memancarkan aura yang kuat tapi mengalir lembut di udara.
“Ketua, semuanya sudah siap seperti seharusnya. Kita telah menarik cukup banyak Kultivator mumpuni di luar sana. Pertempuran ini, kita pasti akan memenangkannya,” ucap seorang pria dengan wajah polos.
“Kakak, sebaiknya kita tidak terlalu mempercayai mereka. Meskipun kekuatan mereka sangat kita butuhkan setelah kekalahan tempo hari. Kita harus tetap mewaspadai mereka, Kakak,” ucap pria dengan wajah tegas dan tirus.
Pria berwajah polos mengalihkan tatapannya pada pria berwajah tegas, “Adik. Tidak perlu kau mengatakannya. Sudah pasti kita harus mewaspadai mereka, tapi menunjukkannya dengan jelas hanya akan merugikan kita. Ingatlah, Sekte Angin Timur harus selalu memiliki kehormatan.”
Lepas itu pria berwajah polos itu menunjukkan senyuman sehangat matahari. Namun, untuk sang adik, pria berwajah tegas, senyuman itu terlihat menakutkan baginya. Pria berwajah tegas itu merasa seperti sedang berhadapan dengan seekor harimau yang memamerkan taringnya.
“Iya, Kak. Aku tahu kau pasti akan selalu waspada. Aku hanya mengingatkannya saja karena kita tahu siapa yang kita hadapi ini. Lord Walcho bukan pria sembarangan. Dia terlalu hebat dan terlalu kuat. Apalagi, kali ini giliran adik kita, Radi, yang akan melawannya. Bukankah Kakak tidak merasa kalau pertempuran nanti berat sebelah?” tanya pria berwajah tegas itu.
“Rios ... Haruskah aku mengatakannya lagi? Kita sudah membahas ini sebelumnya. Di permukaan pertempuran nanti akan dipimpin oleh Radi, adik kita. Tapi, kau harusnya sudah tahu jika aku dan Ketua akan ikut dalam pertempuran nanti. Bahkan, kau sendiri juga harus ikut. Apa kau sudah lupa, adikku, Rios!” suara pria berwajah polos itu terdengar sangat suram dan gelap hingga membuat Rios, pria berwajah tegas bergidik ngeri.
__ADS_1
“Hentikan dan tarik auramu kembali, Redan!” ucap pria tua yang duduk di bangku menghadap kedua pria itu. Suaranya yang tenang dan dalam mengandung kekuatan yang besar dan memberikan tekanan menggunung untuk mereka berdua.
“Baik, Ketua,” jawab Redan dengan patuhnya. Dia menarik kembali aura halus yang keluar dari tubuhnya. Meskipun aura itu halus dan lembut, kekuatan yang dibawa aura tersebut tidaklah kecil.
“Rencana sudah diatur. Selama tidak ada kesalahan kemenangan akan berada di tangan kita dan Sekte Angin Timur akan dikenal sebagai penyelamat kota ini. Walcho bukan pria yang bisa dikalahkan oleh kalian, aku tidak meremehkan perkembangan yang telah kalian capai. Namun, pria itu jauh lebih berbahaya dari yang kalian pikir!” seru pria tua itu dengan tenang.
Ketua Sekte Angin Timur dikenal sebagai salah satu Kultivator ulung di wilayah timur dan memiliki kultivasi yang tinggi. Kemampuan langkah kakinya terkenal akan kecepatan dan keringanannya. Selain itu, dia juga memiliki panggilan lain selain Ketua Sekte Angin Timur, yakni Si Langkah Kilat.
Namun, jika hanya dilihat dari hal itu saja. Sulit untuk menjadikan dia sebagai sosok yang berpengaruh. Tidak hanya kemampuan bela dirinya saja yang diakui kuat di wilayah ini, dia juga memiliki kepandaian yang tinggi.
“Kalian hanya perlu melawan bawahan Walcho. Jika kalian berpikir untuk melawan Walcho, segera urungkan niat itu. Hanya kematian yang akan kalian temui jika masih memaksa melawannya. Saat ini, kemampuan kalian tidak memadai dan belum cukup untuk berhadapan dengannya,” ucap pria tua itu lagi dengan serius hingga dia mengeluarkan auranya.
“Bagus, kau melakukannya dengan sangat baik. Kita butuh pembenaran lain atas tindakan selanjutnya. Menghancurkan Walcho hanyalah langkah pertama sebelum kita benar-benar melakukan tindakan utama. Untuk membuat kota ini menjadi lebih baik lagi, kita harus menyingkirkan mereka!” seru Ketua Sekte dengan nada yang dalam.
***
__ADS_1
Setelah berkumpul di lapangan beberapa waktu lalu, Voran menuju ke sebuah penginapan dengan penuh pikiran. Dia tidak tahu bila wilayahnya akan memiliki masalah yang begitu serius. Meski skala perang tidak begitu besar, tapi hal ini bisa memengaruhi stabilitas kerajaan.
“Tampaknya menyatukan semuanya dan terpusat pada kerajaan merupakan suatu hal yang perlu aku lakukan. Aku beruntung memilih untuk pergi meninggalkan takhta dan mencari tahu apa yang terjadi di dunia ini. Meski ini terlambat, aku rasa tidak ada yang salah dengan hal itu,” ucap Voran dalam hati saat dia merenung di kamarnya.
Di sela-sela dia merenung, dia merasakan sirkulasi Qi di dalam Kolam Qi-nya. Pergerakan aliran Qi tampak lebih lancar dan di beberapa titik di dalam tubuh yang sebelumnya tersumbat pun mulai mengalami perubahan. Aliran Qi yang mulai stabil dan lancar ini membuat Voran merasa lebih segar serta fisiknya membaik.
Setelah merasakan adanya perubahan pada Kolam Qi serta Sirkulasi Qi-nya. Voran segera bergegas melakukan meditasi Qi agar Qi di dalam tubuhnya mengalir dengan lebih baik lagi. Dia melakukan meditasi Qi di dalam ruangannya dalam waktu yang lama hingga seluruh tubuhnya dipenuhi dengan keringat yang berbau.
Di waktu yang sama, di sebuah pedesaan. Lord Walcho menerima kabar tentang perekrutan yang dilakukan oleh Sekte Angin Timur. Dia segera mengumpulkan seluruh bawahannya tatkala berita itu sampai di telinganya.
“Menarik sekali, kau mengirim bocah ingusan itu padaku, Bulcha. Tidakkah ini akan mencoreng namamu, Bulcha Si Langkah Kilat. Siapa sangka kau akan mengirim lawan yang begitu lemah untukku. Yah ... Aku akan menantinya dengan tangan terbuka!” seru Walcho di tengah-tengah heningnya malam.
“Aku akan menantikan peperangan nanti, Bulcha. Kuharap kau tidak hanya sekadar mengirim anakmu ke dalam perang nanti dan jangan salahkan aku jika mereka akan menjadi pupuk dari perkembanganku!”
Lord Walcho yang duduk di sebuah kursi laksana sebuah singgasana di kelilingi oleh beberapa wanita cantik serta beberapa bawahan yang mendengarkannya dengan sangat serius. Tiga pria memasang wajah serius saat Lord Walcho mengatakan nama Ketua Sekte Angin Timur. Mereka tahu betapa berbahaya situasi yang tengah mereka hadapi ini.
__ADS_1
“Karena mereka telah menabuhkan genderang perang, maka kita akan menyambutnya dengan megah. Segera panggil seluruh pasukan. Kita akan menghabisi mereka hingga tak bersisa!” seru Lord Walcho sembari memerintahkan tiga bawahan terpercayanya untuk memanggih seluruh pasukannya yang tersebar di beberapa area.
Malam itu menjadi malam yang panjang untuk mereka semua. Tidak ada yang beristirahat dan setiap orang melakukan persiapan termasuk Voran yang melakukan meditasi Qi hingga hari berubah menjadi cerah.