The Heaven World

The Heaven World
pengejaran


__ADS_3

Beberapa Kultivator tingkat tinggi segera mengejar Voran. Mereka bergerak secara terpisah dan jumlah mereka tidak sedikit. Sedangkan, Salvatora memeriksa kondisi Walcho. Setelah gangguan sebelumnya terjadi, menyembuhkan Walcho akan menjadi tugas yang sulit. Salvatora sangat memahami hal itu, sehingga dia melakukan yang terbaik untuk membuat Walcho tetap hidup.


“Kita harus mendapatkan pria itu! Tak peduli apa yang terjadi, pria itu harus kita bawa ke hadapan Tuan Salvatora. Entah dalam kondisi bernyawa atau tidak bernyawa. Lakukan ini demi ketua dan hidup kita sendiri!” ucap seorang Kultivator sebelum mereka mengejar Voran.


“Ya ... Sulit untuk aku percayai tempat ini tertembus dengan begitu mudahnya. Bahkan, gangguan terjadi di waktu yang sangat penting. Jika kita tidak membereskan hal ini dengan benar. Nilai kelompok ini di mata orang lain akan menjadi lebih rendah! Kita tidak bisa membiarkan hal itu terjadi!”


Tanpa tahu dirinya dalam situasi berbahaya, Voran berhenti di sebuah lokasi dekat dengan sebuah hutan dan danau. Dia menemukan sebuah gua berukuran kecil dan segera ia menempati tempat itu untuk memulihkan diri.


Sebuah gua yang tersembunyi dengan baik lagi berukuran kecil. Beberapa batu berukuran berbeda-beda menutupi mulut gua dan semak belukar lebar menutupi keseluruhan gua. Dua pohon besar yang menjulang ke langit berada di kedua sisi mulut gua. Gua yang begitu kecil ini hanya bisa dimasuki oleh tiga orang saja.


Tekanan dan riak energi di dalam tubuhnya menjadi kacau setelah ia mengganggu proses penyembuhan tadi.


“Kenapa hal ini harus terjadi saat ini? Sial!”umpat Voran.


Pergolakan Qi di tubuhnya kembali terjadi dan Kolam Qi-nya terus menerus bergelombang dan memercikkan riak-riak energi yang ganas. Tak pelak hal ini membuat Voran tak berdaya dan tenaganya terkuras.


Voran mengamati sekelilingnya sebelum melakukan meditasi dan menenangkan Qi di dalam tubuhnya. Ia tidak memiliki pilihan lain selain melakukan tindakan ini. Jika ia tidak melakukannya tubuhnya akan menerima luka akibat dari pembalikan Qi.

__ADS_1


Pembalikan Qi terjadi karena seorang Kultivator menggunakan seluruh Qi miliknya berulang kali. Voran yang berulang kali melakukan hal itu tak bisa menghindari terjadinya pembalikan Qi ini. Merasakan Qi di dalam tubuhnya terus bergejolak tanpa henti, raut wajah Voran segera berubah total. Ia yang semula tenang mulai memiliki kerutan di dahinya.


“Aku harus mengalirkan Qi di tubuhku menuju kembali ke Kolam Qi dengan lancar. Aku tidak bisa melakukan kesalahan atau konsekuensinya akan begitu mengerikan!” gumam Voran saat dia mulai bermeditasi dan mengalirkan Qi di dalam tubuhnya menuju ke Kolam Qi-nya.


Waktu terus berjalan saat Voran melakukan meditasi dan pencarian yang para Kultivator itu lakukan pun terus berlangsung. Mereka semakin dekat dengan lokasi Voran bersembunyi. Meski tak banyak dari para Kultivator yang bergerak menuju ke hutan. Jumlah mereka cukup merepotkan apalagi kekuatan mereka juga tidak rendah.


“Hutan ini cukup luas, tapi tidak akan menjadi suatu masalah. Beberapa tempat yang kita lewati tak menunjukkan tanda-tanda keberadaannya. Pria itu tidak mungkin bisa lari karena Tuan Salvatora telah melakukan sesuatu terhadap Qi miliknya. Dengan begitu, hanya ada satu kemungkinan, yakni dia mencari tempat persembunyian!”


“Ya, kau benar. Tebakanmu mungkin akan membawa kita ke tempatnya. Seandainya dia ada di hutan, tempat macam apa yang akan dia tempati? Kemungkinan besar, dia akan berada di dalam sebuah gua jika di hutan ini ada gua. Maka tempat itu yang harus kita prioritaskan! Kita harus cepat bergerak sebelum fajar tiba!”


Setelah mencari keberadaan Voran sekian lama, mereka akhirnya menemukan sebuah gua yang letaknya tertutupi oleh bebatuan serta semak belukar yang lebat. Tak hanya tertutupi oleh dua hal itu saja, gua ini juga berukuran kecil, dan tempat ini berada di antara dua pohon besar. Jadi, cukup sulit untuk mengetahuinya jika tidak dilihat dengan teliti.


“Kurasa tempat ini adalah gua terakhir di hutan ini, jika dia tidak ada di dalam sana. Maka dia tidak lagi berada di hutan ini, bahkan mungkin dia sama sekali tidak berada di tempat ini. Sebaiknya kita harus mulai mempersiapkan penyergapan. Jangan sampai pria itu lolos dari tangan kita!”


“Hanya dua orang yang bisa masuk ke dalam gua ini. Sedang, kalian berdua harus berada di luar. Amati sekeliling, mungkin saja dia tak berada di dalam gua! Jangan sampai kalian kehilangan fokus bahkan hanya untuk satu detik saja!”


Setelah memperingatkan dua kultivator lain untuk berjaga dan mengawasi sekeliling. Dua kultivator dengan kultivasi tinggi segera masuk ke dalam gua. Mereka melepaskan Qi untuk mendeteksi keberadaan Voran. Mereka mendeteksi keberadaan Voran melalui energi Qi yang Voran pancarkan.

__ADS_1


Beberapa waktu berlalu dan Qi di dalam tubuhnya mulai lebih tenang. Namun, saat hal itu terjadi, Voran mendengar kegaduhan di luar gua dan segera dia menjadi lebih waspada. Ia juga bergegas untuk menghadapi orang-orang yang masuk ke dalam tempat persembunyiannya. Meski tak tahu mereka memiliki kultivasi setinggi apa.


“Energi yang dipancarkan berbeda dengan milik Salvatora. Ini berarti orang-orang yang mengejarku berbeda,” gumam Voran saat dia merasakan keberadaan beberapa sosok yang masuk ke dalam gua.


Ia tidak memiliki jalan lain selain menghadapi mereka karena gua ini hanya memiliki satu jalan saja. Mau tidak mau, Voran harus melawan Kultivator yang mengejarnya. Tanpa menunggu mereka, Voran segera melepaskan auranya dan membuat suasana di dalam gua menjadi lebih berat. Dia memunculkan tekanan kuat dan menindas.


“Aku tidak tahu siapa kalian! Pergilah dari sini atau kalian akan mati!” seru Voran dengan nada berat nan suram. Suaranya begitu dingin dan menusuk hingga membuat suhu disekitarnya menurun.


Tak lupa, ia juga melepaskan auranya dan meningkatkannya menjadi lebih kuat lagi. Tindakannya itu segera membuat para Kultivator terdiam. Mereka merasakan hawa dingin merembet menaiki tubuh mereka. Perasaan yang begitu menakutkan tiba-tiba saja membuat tubuh mereka kaku.


“Aura dan energi yang pria itu lepaskan sedikit di atas kita. Apa kau yakin ingin menghadapinya?”


“Tentu saja, kita tidak memiliki pilihan lain. Hanya ini satu-satunya jalan yang kita miliki!”


Melihat tidak ada respons, Voran bergegas keluar dan menemui dua kultivator yang bersikap waspada. Tatapan mata Voran sedikit menunjukkan kegilaan saat melihat mereka berdua. Tak ada keinginan untuk lari, hanya keinginan untuk membunuh mereka yang ada di dalam benak Voran. Di waktu itu pula energi di tubuhnya bergerak dengan liar tanpa hambatan.


 

__ADS_1


__ADS_2