The Heaven World

The Heaven World
Pertarungan Melawan Pria Tua II


__ADS_3

Energi yang sangat kuat menindas Voran saat pria tua itu bergerak ke arahnya. Aliran Qi tak berhenti menyebar dari tubuh pria tua itu. Energi berwarna merah gelap itu bergerak ke arahnya. Namun, hal itu tidak mengurungkan Voran untuk menyerap Qi di sekitarnya.


“Sepertinya kau mengabaikanku, anak muda! Ini sangat menyebalkan, kau tahu itu bukan?” seru sosok tua itu sambil melepaskan aura yang begitu menekan dan menindas. Pria tua itu juga melangkah mendekati Voran sambil melepaskan beberapa serangan energi.


Voran menghindar ke samping saat sebuah energi melesat ke arahnya. Dia tak berpikir untuk menghentikannya. Energi itu sangat kuat dan sesaat setelah dia menghindarinya, terdengar sebuah suara ledakan dan rintihan.


“Dia berniat membunuhku. Tidak ada pilihan lain selain menghadapinya. Melarikan diri hanya akan membuat situasiku menjadi lebih buruk. Sikapnya menunjukkan jika dia akan mengejarku kemanapun untuk memenuhi hasratnya!” geram Voran dalam benaknya setelah merasakan serangan kuat dari sosok tua itu.


Secepat mungkin Voran melapisi tubuhnya dengan Qi pelindung. Pedang di tangannya memancarkan aura dingin yang kuat saat dia mengacungkannya sambil menatap sosok tua itu dengan tatapan pembunuhan.


Aura dan pancaran energi yang Voran lepaskan menarik perhatian sosok tua itu. Penghindaran beberapa saat lalu juga membuat sosok itu tertarik. Serangannya memang tidak terlalu kuat tapi serangan semacam itu harusnya bisa melukai seorang Kultivator pada tahap 2. Akan tetapi, Voran mampu menghindarinya dengan mudah, tentunya hal ini membangkitkan rasa penasaran pria tua itu.


“Langkah kaki yang baik, kau juga memancarkan tekanan yang cukup kuat juga, anak muda. Dibandingkan dengan orang lain, kau lebih menarik. Aku akan sedikit serius sekarang,” ucap sosok tua itu. Sedetik kemudian, pria tua itu menghilang dari posisinya dan hanya meninggalkan hembusan angin kuat yang menghempaskan berbagai macam benda di sekitarnya.


Sosok tua itu menghilang dari pandangan Voran. Namun, aura yang dilepaskan oleh sosok itu masih Voran rasakan. Malahan perasaan berbahaya yang ia rasakan semakin menjadi-jadi saat sosok tua itu menghilang dari pandangannya.


Tiba-tiba, sosok itu muncul dan melayangkan sebuah tendangan yang mengarah ke leher Voran. Sebuah tendangan yang dilapisi energi Qi yang kuat. Voran menahannya dengan pedang. Kekuatan tendangan itu terlampau kuat hingga Voran tak bisa menahannya dengan baik dan dia terlempar mundur beberapa meter jauhnya.

__ADS_1


Pria tua itu tak melepaskan Voran begitu saja. Setelah menerbangkannya, dia bergegas menyerangnya lagi dan kali ini aura yang dia lepaskan berkali-kali lipat lebih kuat dari sebelumnya. Energi berwarna merah menjadi semakin gelap dan menekan. Pancaran aura ganas yang kuat lepas dari sosok tua itu ketika dia melesat ke arah Voran.


“Uhuk!” seteguk darah Voran muntahkan setelah menahan serangan sosok itu. Tak ada waktu baginya untuk beristirahat.


Voran melepaskan energinya dan membuat energi itu menyelimuti tubuhnya. Secepat mungkin dia melakukannya. Sayangnya, dia sedikit terlambat karena sosok tua itu sudah melepaskan sebuah pukulan yang mengarah ke perutnya.


Dalam sepersekian detik, Voran segera menyalurkan Qi ke dalam pedangnya dan mencoba menahan pukulan pria tua itu lagi. Namun, kekuatan yang dibawa oleh pukulan itu terlampau kuat dan energi yang dikeluarkan pukulan itu lebih dari miliknya. Sekali lagi, Voran terhempas mundur beberapa meter. Dampak dari pukulan itu membuatnya muntah seteguk darah lagi.


Voran mengangkat kepalanya dan menatap pria tua yang mengambil sikap santai ketika berjalan ke arahnya. Ekspresi pria tua itu merendahkan dan mengejeknya. Voran tak bisa menahan gejolak kemarahan yang membara di benaknya ketika menerima tatapan mata pria tua itu yang memancarkan keangkuhan dan memandang remeh orang.


“Kau berhasil menahan serangan terkuatku. Aku tidak salah dalam menilai, kau berbeda dari mereka. Sungguh menarik! Sekarang pertarungan yang sebenarnya akan aku mulai,” ucap pria tua itu sembari mengarahkan energinya ke Voran. Lantas ia berkata lagi, “Sangat disayangkan kau harus berada di pihak yang salah!”


Angin mengalir cepat membelah ruang saat Voran bergegas menyerang. Angin terbelah oleh ayunan pedangnya, energi berkumpul di pedangnya dan melapisinya. Pria tua itu tersenyum sambil menyapu udara dengan kakinya. Energi berbentuk bulan sabit menyeruak dari sapuannya dan menahan ayunan pedang Voran.


Tabrakan menghasilkan getaran kosong di udara dan membuat ruang terkoyak. Angin berhembus dengan kencang ketika dia energi saling mendorong. Voran menggertakkan giginya dan menarik Qi dalam jumlah besar menggunakan Kekuatan Raja, darah menetes dari mulutnya saat dia melakukan hal itu. Vena-vena di dahinya terlihat jelas ketika dia menahan rasa sakit yang menghancurkan tubuhnya.


Pria tua itu mulai merasa terancam ketika Voran memancarkan aura yang jauh lebih kuat dan intens. Tatapannya berubah menjadi serius dan tajam yang diikuti dengan peningkatan energi pada serangannya.

__ADS_1


Ledakan!


Suara ledakan terdengar saat debu menutupi langit. Dua sosok terhempas keluar dari pusara debu itu, Voran melayang dan menabrak sebuah pohon hingga pohon itu hancur. Dia terlempar ratusan meter jauhnya, sedang sosok tua itu hanya terlempar beberapa puluh meter saja dan masih mampu berdiri tegak. Namun, terlihat ada noda darah di baju serta bibirnya.


Darah membasahi pakaian Voran dan tatapan matanya sedikit kabur setelah tubuhnya menghancurkan pohon hingga tak berbentuk. Dia berusaha untuk berdiri lagi, tapi dia merasakan tenaganya menguap. “Aku terlalu ceroboh. Uhuk!!”


Voran menggertakkan giginya dan mengalirkan Qi ke sekujur tubuhnya. Dia juga terus menyerap Qi di medan perang yang tidak berkurang malah bertambah dengan bertambahnya kematian di sana. Tentu saja, tindakannya membahayakan tubuhnya sendiri. Dia merasakan gejolak kuat di dalam Kolam Qi-nya saat dia menghisap Qi dalam jumlah besar.


Tubuh Voran memerah saat energi Qi terus masuk ke dalam tubuhnya. Rasa sakit yang tak karuan menggerogoti sekujur tubuhnya. Voran menggertakkan gigi dan menahan rasa sakit itu sampai-sampai darah merembes keluar dari sela-sela bibirnya.


“Pak Tua! Kau ini siapa? Ugh! Aku tidak tahu ada seseorang sekuat dirimu di perbatasan kerajaan!” seru Voran. Suaranya sedikit bergetar karena rasa sakit yang mengoyak tubuhnya.


Pria tua itu tampak kesal dengan kejadian beberapa saat lalu. Dia tidak menduga Voran akan mampu mengeluarkan kekuatan yang tak kalah darinya. Saat ini, dia juga melihat Voran memancarkan aura yang jauh lebih kuat dan mematikan dari sebelumnya. Pria tua itu merasa Voran mampu berkembang dan bertambah kuat di medan perang, sesuatu yang cukup mengerikan.


“Sungguh tidak terduga, kau menjadi lebih kuat anak muda! Pertarungan ini menjadi semakin menarik untukku. Aku tidak salah untuk pergi ke sini daripada ke utara sana. Hahahaha ... “ ucap sosok tua itu sambil tertawa.


Tawanya terdengar begitu buruk dan mengerikan. Lalu, dengan satu tatapan mematikan, dia berkata,” Aku hanya pria tua yang menyukai pertempuran. Sepertimu yang hanya pria biasa!”

__ADS_1


Lepas itu, aura yang menindas melesat menyerang Voran. Lantas, diikuti oleh sebuah bayangan yang ditutupi oleh sinar berwarna merah gelap dan memancarkan aura yang sangat berbahaya.


 


__ADS_2