
Sebuah kejadian tak terduga terjadi di perbatasan wilayah, sebuah peristiwa yang tak Voran harapkan.
Kerajaan Edarecia mulai bergerak dan menunjukkan ketegasannnya. Mereka mengirim pasukan berukuran sedang ke perbatasan. Saat mereka mengirimnya, pasukan itu terlihat seperti pasukan penguat perbatasan.
Namun, jika dilihat dari sudut pandang lain maka tindakan mereka seperti sebuah ancaman atau peringatan pada Kerajaan Salauster. Sebagai Raja dari Kerajaan Salauster, Voran tidak bisa membiarkan tindakan tersebut dan merasa perlu menunjukkan reaksinya.
Keadaan semacam ini sulit untuk Voran terima. Tindakan yang dilakukan oleh Kerajaan Edarecia terlalu mengancam dan terlihat bila mereka tengah melakukan sebuah provokasi. Voran merasakan adanya bahaya yang mendekati kerajaannya kala dia mendengar situasi ini.
Selain itu, dengan kontak yang tak kunjung terjadi antara kerajaannya dengan Kerajaan Sevaeni. Situasi saat ini makin membuat kerajaannya terancam.
Seandainya dia berhasil membangun kerja sama dengan Kerajaan Sevaeni mungkin hal semacam ini tidak akan terlalu buruk, bahkan menjadi sebuah kesempatan tersembunyi. Sayangnya, hubungan itu belum terjadi. Oleh karena itu, situasi yang ada di perbatasan membuat Voran bergidik.
“Aku harus mendiskusikan hal ini dengan mereka bertiga. Kuharap Valaunter, Larsson, dan Veus memiliki beberapa rencana untuk menanggulangi hal ini,” gumamnya sambil memijat dahinya menggunakan jari-jarinya.
“Tanpa informasi yang memadai tentang kekuatan Kerajaan Edarecia, terutama kekuatan yang berpengaruh di dalam kerajaan. Sulit untukku menggerakkan pasukan. Sekali aku salah melangkah, keberlangsungan hidup kerajaan ini akan berakhir.”
“Perang yang berkelanjutan akan melemahkan kekuatan kerajaan. Namun, dengan segala macam kondisi di sekitar kerajaan. Tidak mungkin kerajaan menghindari sebuah perang. Untuk bertahan di situasi seperti ini, hanya ada satu pilihan, yakni berjuang!” tegasnya dalam hati.
Voran menunggu kembalinya pasukan ekspredisi dengan perasaan tak menentu. Dia begitu cemas dengan pergerakan yang Kerajaan Edarecia lakukan. Tindakan yang mereka lakukan secara tiba-tiba itu membuatnya lengah dan pasif.
Jika dia gagal merespons tindakan Kerajaan Edarecia, kemungkinan besar kerajaannya yang akan menerima pukulan telak. Tanpa tahu niat Kerajaan Edarecia menggerakkan pasukannya di perbatasan membuat Voran berpikir ke arah yang buruk. Ia menebak jika niat kerajaan tersebut tidaklah baik.
Sehari kemudian, pasukan ekspedisi kembali sesuai dengan rencana dan mereka tidak berkurang terlalu banyak. Selain itu, mereka juga memiliki aura yang jauh lebih sengit serta kuat dibandingkan dengan waktu mereka hendak berangkat.
__ADS_1
Larsson dan Veus segera menemui Voran sesaat setelah mereka kembali, sedangkan perintah untuk para prajurit telah diberikan pada para letnan yang ditunjuk oleh Veus. Mereka berdua tahu ada sesuatu yang tak biasa setelah mereka menginjakkan kaki ke istana, apalagi mereka melihat Selek Valaunter.
Ketika Larsson dan Veus melihat Selek Valaunter. Mereka terkejut dan segera menjadi lebih waspada. Namun, setelah melihat sekelilingnya beberapa kali, kewaspadaan mereka sedikit menurun.
Mereka tahu bila tidak ada yang salah dengan sekitarnya. Jadi, keberadaan Selek Valaunter tidak menunjukkan sesuatu yang berbahaya. Larsson berjalan lebih cepat dan dalam satu langkah, dia berada di depan Selek Valaunter sambil melepaskan tekanan kuat.
“Apa yang menyebabkan kau di sini, Valaunter? Apa kau sudah menyerah pada Yang Mulia dan memilih untuk mengabdi pada Kerajaan Salauster?” tanya Larsson sambil tersenyum dengan wajah dingin dan tatapan mata yang tajam.
Larsson tidak meremehkan Selek Valaunter. Meskipun pria ini sering disebut sebagai seorang Marshal tua yang tangguh dan perkasa. Dia tahu bila pria ini memiliki pikiran yang lebih baik dibandingkan kebanyakan orang, termasuk dirinya sendiri.
Selek Valaunter menghela nafas dan tersenyum tak berdaya sembari berkata, “Ya, aku memang berlindung pada Tuanmu. Apalagi yang bisa aku lakukan selain memilih ini? Dengan berlindung pada Kerajaan Salauster aku bisa mempertahankan situasi di Provinsi Aran. Para penduduk dan keluarga membutuhkanku, jadi aku hanya bisa mengambil pilihan ini.”
“Hahaha … kau benar. Kau tidak salah dalam mengambil keputusan. Melayani Yang Mulia akan memberi keamanan serta kemakmuran di Provinsi Aran. Dengan adanya dirimu, aku yakin tempat ini bisa berjalan baik. Para penduduk akan mendengarkanmu dan melihatmu sebagai sosok panutan. Namun, kau harus mengingat satu hal, Valaunter. Jangan pernah kau memiliki pikiran untuk berkhianat atau memberontak, sekali aku mengetahuinya aku akan meratakan seluruh peganganmu!” seru Larsson dengan suara dingin.
Saat ini hanya ada beberapa orang yang memiliki kultivasi tinggi ataupun jenderal yang memiliki kemampuan mengatur strategi serta kemampuan bertarung yang mumpuni.
Oleh karena itu, beberapa penambahan kekuatan akan semakin meningkatkan kekuatan kerajaan yang mana itu hal sangat baik.
Tak berapa lama kemudian, Voran muncul dengan senyum hangat di wajahnya menutupi kekhawatiran yang telah menyelimutinya selama beberapa waktu belakangan ini.
Voran mengerti bila ada ketegangan di antara mereka bertiga dan udara di sekitar mereka cukuplah berat.
Tidak ada yang bisa menyangkal hal semacam ini setelah situasi yang terjadi beberapa waktu belakangan. Perang belum lama berakhir dan penyerahan diri Selek Valaunter terbilang cukup cepat.
“Oh … tiga orang terkuat sudah bertemu. Sangat bagus,” ucap Voran begitu ia menemui mereka dan dia mencoba untuk membuat suasana menjadi lebih cair.
__ADS_1
“Aku harap kalian bisa bekerja sama untuk meningkatkan kerajaan dan membuat kerajaan semakin makmur. Namun, saat ini ada sebuah situasi yang menghalangi semuanya dan kita harus mengubah rencana sebelumnya. Aku benar-benar tidak mengharapkan kejadian ini. Namun, apa daya. Semuanya sudah terjadi di depan mata. Kuharap kalian bisa mencerahkanku!”
Suara Voran bergema dan membangkitkan perhatian mereka bertiga.
Saat mereka melihat Voran, mereka segera membungkuk dan menangkupkan tinjunya. Ekspresi mereka serius dan dipenuhi dengan rasa percaya diri yang kuat.
Di samping itu, pikiran mereka segera berputar cepat setelah mendengar kekhawatiran yang Voran miliki.
Bagaimana situasi berkembang ke titik yang mengejutkan, semua ini terjadi akibat seseorang yang mengetahui berita kemenangan Kerajaan Salauster atas Kerajaan Arannor.
Pria itu sama sekali tidak mengerti bagaimana perang itu bisa berakhir dengan cepat. Selain itu, dia juga melihat situasi kerajaannya yang kacau dan hanya bisa menggerakkan sebagian kecil kekuatan kerajaan ke perbatasan.
Di dalam aula istana itu, Voran menatap mereka bertiga dengan serius. Dia mengamati ekspresi mereka yang tenang tapi memikirkan sesuatu yang mendalam. Dia tak berbicara dan menunggu apa yang akan respons mereka akan situasi yang tak mengenakkan ini.
“Yang Mulia, apa ada masalah atau hal buruk di Kota Higgster? Apakah ada sesuatu yang menimpa perbatasan. Kalau Yang Mulia tak mengatakannya, kami hanya bisa menebak sesuai dengan keadaan di sekitar kerajaan,” terka Veus dengan suara yang dalam dan tenang. Dia memikirkan beberapa masalah yang mungkin saja terjadi, terutama yang berasal dari tiga kerajaan lain.
Larsson sedikit mengernyit saat mendengarnya. Pikirannya segera terpacu untuk mencari tahu apa yang menimpa kerajaan ini. Lantas, sebuah bayangan melintas dalam benaknya.
Seandainya tiga kerajaan mulai bergerak, bahkan salah satu dari mereka saja bergerak untuk menyerang kerajaan maka situasinya benar-benar buruk. Apalagi, kalau itu Kerajaan Edarecia.
Jika hal itu terjadi, maka situasi akan menjadi sangat buruk. Apalagi, Provinsi Aran yang belum ditenangkan sepenuhnya bisa menjadi ancaman tersembunyi. Semuanya bisa berkembang ke arah yang mengerikan dan kerajaan bisa hancur jika semua itu dibiarkan.
__ADS_1