The Heaven World

The Heaven World
Konfrontasi Awal


__ADS_3

Suara yang cukup familiar itu menghentikan tindakan Voran. Radi menghampiri Voran serta Kultivator dan dari ekspresinya yang cukup buruk terlihat jelas bila Radi tengah kesal dengan pertengkaran yang terjadi saat ini.


“Kenapa kalian bertarung?” tanya Radi.


Voran tersenyum dingin dan menjawab, “Entah, pemimpin. Kau bisa tanya pada pria itu, alasan dari pertarungan ini dia tahu dengan pasti alasannya!”


Setelah mengatakannya, Voran menarik auranya kembali dan bersikap lebih sopan pada Radi. Dia tidak ingin menimbulkan masalah lain setelah pertarungan terjadi. Apalagi, dia merasakan Radi menatapnya dengan tatapan mencurigai. Voran tidak menginginkan adanya perselisihan dengan Radi ataupun Sekte Angin Timur.


Tak berapa lama setelah perselisihan itu terselesaikan. Sekte Angin Timur memberangkatkan murid-murid serta para Kultivator menuju ke markas Walcho yang terletak di sebuah desa dekat dengan sebuah bukit.


Saat pawai bergerak, Voran mengamati setiap Kultivator yang ada di sekitarnya dan matanya langsung tertuju pada tiga sosok yang menurunkan hawa kehadirannya serta mengenakan tudung kepala yang menutupi seluruh kepala. Voran merasa bila mereka bukan Kultivator yang direkrut melainkan sosok penting dari Sekte Angin Timur.


Perasaan itu ia dapatkan setelah membandingkan aura dari ketiga sosok itu dengan aura yang Radi keluarkan sewaktu pertarungannya terjadi. Perjalanan ini berlangsung cukup cepat. Voran memperkirakan ada ribuan orang yang tergabung dalam pawai ini. Meski tak semua dari mereka merupakan Kultivator kuat.


“Kekuatan ini cukup untuk melindungi satu wilayah tapi juga bisa berbahaya bila kekuatan semacam ini memiliki tujuan tertentu. Haruskah aku membiarkan Sekte ini tetap ada?” sekilas sebuah pikiran melintas dalam benak Voran ketika dia mengamati kekuatan yang ditunjukkan oleh Sekte Angin Timur.


Sembari mengamati setiap Kultivator, Voran juga melihat area sekeliling yang ia lewati. Area lapang yang dipenuhi dengan ilalang, area yang penuh dengan pepohonan rindang dan dipenuhi dengan vegetasi yang membuatnya menyegarkan telah mereka lewati hingga mereka tiba di satu wilayah yang memiliki hamprang ilalang berwarna hijau muda.

__ADS_1


Tepat ketika mereka tiba di sana, Voran melihat sebuah desa berukuran besar dengan tembok pertahanan yang kokoh serta empat menara pengintai. Di atas tembok tampak para prajurit memancarkan aura yang ganas dan kuat.


Voran menghela nafas saat melihat situasi tersebut. Dia tahu jika serangan yang dilakukan oleh Sekte Angin Timur telah bocor dan informasi tersebut didengar oleh Lord Walcho. Oleh sebab itu, adegan saat ini terjadi. Voran menatap mereka dari kejauhan dan dia berada di atas seekor kuda.


“Bulcha!” teriak seseorang dari kejauhan. Suaranya terdengar menggema di langit yang luas dan menggetarkan tanah yang mereka pijak. Suara yang diikuti dengan aura ganas dan pembunuh yang kuat memberikan tekanan besar untuk para murid Sekte Angin Timur maupun Kultivator biasa.


Ekspresi semua orang menegang saat mendengar suara tersebut menggaung di langit. Radi tidak bisa menyembunyikan ketegangannya, raut wajahnya mengeras bak sebuah batu. Tak hanya dia, dua sosok berkerudung hitam juga memiliki ekspresi yang sama, hanya satu orang yang memiliki ekspresi tenang, sosok itu berada di tengah-tengah dua pria berkerudung hitam.


“Tampaknya dia tahu aku berada di sini. Sensivitasnya dan pengumpulan informasinya benar-benar hebat. Tak diragukan lagi, Walcho sudah mengetahui semuanya,” ucap sosok itu dengan suara lirih yang hampir tak terdengar.


“Redan, Rios, tak perlu lagi kalian menyembunyikan diri. Sekarang bersikaplah tenang dan jangan takut. Jangan biarkan ketegangan ini terus berlangsung,” ucap Bulcha sembari menyingkap tudung kepala yang menutupi wajahnya.


Ketika tekanan datang dari arah desa, Voran mengucurkan setetes keringat dan wajahnya menegang. Dia tidak bisa mempercayai apa yang tengah terjadi. Tekanan yang dilepaskan oleh sosok itu setara dengan tekanan yang dilepaskan oleh Valaunter. Sulit untuknya mempercayai apa yang terjadi saat ini.


“Bagaimana sosok sekuat itu muncul di tempat seperti ini? Jika tekanannya sekuat ini maka tingkat kultivasinya tinggi. Ini berarti Bulcha yang ia sebut tadi memiliki tingkat kultivasi yang sama? Sialan! Bukankah kekuatan kerajaan tampak seperti semut dibandingkan dengan mereka?” geram Voran dalam benaknya.


Selang beberapa detik setelah Bulcha memberikan balasan, dia energi yang kuat saling bertabrakan hingga menciptakan bunyi bising yang memekakkan telinga. Hembusan angin juga menjadi lebih cepat dan tak beraturan. Lantas, sesosok pria gagah dengan beberapa pelindung besi yang menutupi area-area vital pada tubuhnya muncul dan melayang turun dari tembok.

__ADS_1


“Hahahaha … “ tawa jahat nan dingin itu terdengar ke seluruh area dan membuat semua orang bergidik ngeri.


Getaran tak menyenangkan dan membuat muak Voran rasakan ketika dia mendengar tawa itu. Tawa yang terdengar dingin itu dipenuhi dengan nafsu membunuh, tapi Voran merasakan ada suatu penghargaan walaupun hanya samar-samar.


Pria itu mengangkat tangannya ke udara kosong. Ketika ia mengambil tindakan tersebut, segera udara di sekitar tubuh pria itu berubah dan seketika angin menjadi lebih ribut serta berhembus dengan kuatnya. Energi tak berbentuk berkumpul di tubuh pria itu.


Bulcha merasakan sensasi bahaya dari tindakan Walcho. Tanpa berpikir lama-lama, ia segera melompat dari kuda sambil menarik Qi ke tubuhnya lantas membentuk sebuah Qi pelindung yang cukup luas.


Ketika dua benturan lain terjadi lagi, Voran semakin merasa tak nyaman. Pertemuan dua energi yang sama kuatnya membuat Voran merasa dirinya hanya seekor semut di hadapan dua kekuatan tersebut. Namun, tanpa dia sadari muncul perasaan lain di dalam benaknya ketika melihat kekuatan sebesar itu.


“Aku harus sekuat itu, tidak … harus lebih dari mereka. Aku tidak ingin mengandalkan Kekuatan Raja. Tapi, hanya kemampuan itu yang bisa meningkatkan kultivasiku lebih cepat. Meski ada kerugian, aku bisa mengatasinya!” gumam Voran ketika melihat konfrontasi Bulcha dengan Walcho.


Pertemuan dua energi yang kuat terus terjadi dan percikan-percikan energi menyebar memengaruhi kondisi moral para prajurit. Voran menyaksikan betapa ganasnya Walcho dan betapa lincah Bulcha. Mereka berdua memiliki kemampuan yang setara dengan Valaunter.


Bulcha terus bergerak dan tak berhenti pada satu posisi dalam waktu yang lama. Setiap satu detik saja akan selalu berpindah tempat dan hal ini membuat Walcho mengerahkan tenaga yang lebih besar dari seharusnya.


Tidak ada satupun orang yang bergerak saat mereka berdua bertarung. Voran mengamati mereka dengan tenang dan mempelajari kemampuan mereka termasuk cara mereka mengontrol Qi. Voran tahu akan kekuatan dan kemampuannya yang masih kurang. Oleh karenanya, melihat pertarungan mereka membuat mata Voran terbuka lebar.

__ADS_1


Voran merasakan ketegangan dari kedua belah pihak. Dia merasakan kegugupan para Kultivator dan semakin pertarungan menjadi intens semakin dia merasakan desakan untuk menggunakan Kekuatan Raja. “Aku harus tenang dan menunggu!”


Beberapa saat kemudian, ketegangan memuncak dan konfrontasi pun terjadi setelah Radi memberikan perintah.


__ADS_2