
Bernan Fasuk menceritakan kondisi ketiga jenderal yang semakin membaik. Dia juga memberitahu Voran tentang situasi kerajaan setelah kekalahan pada perang di perbatasan. Tidak ada pergerakan yang membahayakan keutuhan kerajaan selama waktu ini.
Voran merasa lega setelah mendengar kedua hal tersebut. Membaiknya mereka bertiga membuat situasi di kerajaan menjadi lebih kondusif setelah mengalami sedikit perubahan. Disamping situasi kerajaan yang semakin hari semakin membaik dan pulih dari kekalahan sebelumnya. Keputusan kedua kerajaan untuk menyudahi koalisi cukup memberikan pukulan fatal pada kerajaan.
“Fasuk, aku pikir aku harus meninggalkan kerajaan untuk jangka waktu yang tak sebentar. Kondisiku sudah mulai membaik dan rencana ini sudah aku pikirkan sejak lama. Jadi, aku akan menyerahkan segala urusan kerajaan padamu dan Veus serta Larsson,” ucap Voran tiba-tiba.
Bernan Fasuk menatap tak percaya pada Voran. Dia tidak mengharapkan Voran akan mengatakan hal tersebut setelah dia sedikit membaik. Selain itu, meninggalkan kerajaan? Apa yang ingin Voran lakukan dengan meninggalkan tampuk kekuasaan.
“Yang Mulia bercanda? Kenapa Yang Mulia ingin meninggalkan kerajaan?” tanya Fasuk dengan cepatnya.
“Aku sadar, kekuatanku terlalu lemah untuk memimpin kerajaan ini. Aku perlu meningkatkan kekuatanku dan melihat dunia dengan mata kepalaku sendiri. Perang di perbatasan telah membuka mataku lebar-lebar, meski aku memiliki kekuatan yang tak dimiliki khalayak umum, aku tetap lemah seperti mereka. Jika aku tak bertambah kuat, apa yang akan aku lihat bukan situasi seperti ini lagi, tapi kehancuran,” jawab Voran dengan tenang dan penuh tekad.
Voran berusaha duduk dengan menopang tubuhnya menggunakan kedua tangannya. Saat Fasuk melihat hal itu, dia hendak membantunya tapi dihentikan Voran dengan sebuah gerakan tangan. “Tak perlu, Fasuk. Aku akan meninggalkan istana dan pergi melihat-lihat wilayah kerajaan sebelum aku meninggalkan kerajaan. Aku harap kau bisa memahami dan membantuku.”
Setelah mengatakan hal itu, Voran mengambil sebuah pedang yang tergantung di dinding tak jauh dari ranjangnya. Pada awalnya langkah kakinya sedikit goyah dan keseimbangannya kacau. Sembari menggertakkan gigi, Voran menyeimbangkan tubuh dan gerakannya. “Argh!”
“Fasuk, kau harus memberitahu mereka berdua tentang perjalananku. Namun, untuk yang lain kau bisa mengatakan pada mereka jika aku masih berada dalam masa penyembuhan. Sedangkan, pada Valaunter ... Jika kau merasa dia pantas untuk mengetahuinya kau bisa mengatakannya. Namun, aku ingin kau memberitahu dia hal yang sama seperti ucapanku untukmu,” ucap Voran sambil mengenakan jubah berwarna hitam.
Lepas itu, ia meninggalkan kerajaan.
__ADS_1
***
Di sebuah kedai minum, Voran duduk di salah satu meja sembari menunggu pesanannya. Dia mendengarkan percakapan orang-orang yang ada di kedai tersebut dengan tenang dan menutupi wajahnya menggunakan kerudung jubah.
“Apa kau sudah dengar, tampaknya Sekte Angin Timur sudah melakukan gerakan untuk menyerang salah satu Lord?”
“Ah ... Benarkah? Apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka? Belum lama ini kerajaan mengalami kekalahan dan kini ada perang lain yang melibatkan dua kekuatan di kota ini. Ini mengerikan sekali!”
“Huh! Apanya yang mengerikan? Sekte Angin Timur sudah melindungi kota ini cukup lama dan tindakan mereka saat ini dilakukan untuk menumpas Lord-Lord yang sudah membuat kerusuhan di kota. Tindakan mereka heroik dan hebat daripada para prajurit kerajaan!”
“Sst ... Jangan bicarakan itu!”
Voran yang mendengarkan semua percakapan itu sedikit merenung. Ia tidak tahu akan adanya sekte di dalam wilayah kerajaannya, apalagi sekte itu cukup terkenal di kota dan diakui oleh masyarakat sebagai pelindung.
“Tampaknya ini akan menjadi sesuatu yang menarik untuk aku lihat. Sekte Angin Timu, sekte macam apa ini dan apa tujuan sekte ini berdiri di sini?” gumam Voran sambil menggigit sepotong daging yang tersaji di mejanya.
Selama dia mendengarkan percakapan orang-orang di kedai, sesekali dia merasakan sirkulasi Qi yang mengalir dari Kolam Qi dan menyebar ke sekujur tubuhnya. Aliran yang tak begitu lancar membuatnya sadar bila kondisinya belum sepenuhnya pulih dari luka sebelumnya.
“Apa kau tahu kalau Sekte Angin Timur juga merekrut orang-orang untuk ikut serta dalam pertempuran melawan Lord ini. Banyak dari Kultivator yang bergabung dalam pertempuran ini karena Sekte Angin Timur memberikan hadiah untuk mereka yang berhasil membunuh petinggi musuh.”
__ADS_1
“Benarkah? Aku tidak tahu bila mereka mengumpulkan Kultivator. Siapa sebenarnya Lord yang mereka hadapi ini? Aku tidak begitu mengikuti berita ini.”
“Huh ... Kau ini, pantas kalau kau tidak mengerti mengapa Sekte Angin Timur memberikan hadiah serta menarik kekuatan luar sekte. Lawan yang mereka hadapi ini ialah Lord Walcho. Lord terkuat di wilayah timur yang memiliki ribuan prajurit dan aku dengar-dengar dia memiliki beberapa orang yang mengerikan juga.”
Voran terus menyantap makanan di mejanya tanpa tersisa sembari mendengarkan percakapan mereka diam-diam. “Lord Walcho, Radi, Sekte Angin Timur, mereka tidak pernah kudengar. Apa para pengintai tidak mengindentifikasi hal ini? Apa mungkin tangan mereka belum menyentuh tempat ini?”
Beberapa saat kemudian, Voran meninggalkan kedai minuman tersebut setelah mendapatkan banyak informasi. Dia bergegas menuju ke Sekte Angin Timur untuk melihat situasi di sana. Di sepanjang jalan, dia melihat orang-orang yang bebas memegang senjata dan tampak memiliki kekuatan yang memadai.
“Situasi semacam ini cukup berbahaya, tapi anehnya aku tidak merasa mereka memiliki keinginan untuk berbuat onar. Seolah-olah ada sesuatu hal yang menahan hasrat mereka. Aku rasa ini ada kaitannya dengan Sekte Angin Timur dan pemimpin kota ini,” ucap Voran saat berkuda menuju ke Sekte Angin Timur.
Tidak lama setelah dia melewati beberapa jalan, Voran menemukan lokasi Sekte Angin Timur. Sebuah bangunan besar nan luas dengan gaya arsitektur kuno yang terlihat indah dipenuhi dengan kerumunan orang.
Voran memeriksa setiap orang yang ada di dalam kerumunan itu dari kejauhan. Beberapa dari mereka memancarkan aura yang cukup kuat dan menarik perhatian Voran. Dia tidak terlalu banyak berpikir dan hanya mengamati mereka semua, lalu pandangannya segera beralih menuju ke beberapa orang yang mengenakan pakaian sama.
“Mereka murid-murid Sekte Angin Timur. Aura mereka cukup kuat dan mereka memiliki perawakan yang stabil dan kokoh. Semua itu hanya bisa diraih setelah melalui pelatihan yang sulit, Sekte Angin Timur ini tampaknya tidak sederhana,” gumam Voran ketika melihat beberapa murid Sekte Angin Timur
Setelah melihat situasi di depan pintu masuk sekte. Voran segera bergegas bercampur dengan kerumunan dan ikut mendaftar. Meski kondisinya masih cukup buruk, Voran memilih untuk masuk ke dalam pertempuran.
“Jika aku bisa masuk dan melihat kemampuan sekte ini serta orang-orangnya, aku yakin aku bisa belajar sesuatu yang baru di sini!” gumam Voran saat ikut mengantri di dalam kerumunan.
__ADS_1