The Heaven World

The Heaven World
Perubahan Pada Tubuh


__ADS_3

Menghadapi dua Kultivator yang masih menunjukkan perlawanan. Voran yang merasa mulai kehilangan kekuatannya pun segera mengakhiri pertarungan itu. Dia mengeluarkan Teknik Pukulan Naga : Pembersih Langit. Pukulan itu langsung ia lepaskan ke arah kedua Kultivator dengan seluruh energi yang dia miliki.


Lepas itu, tanpa berpikir untuk memeriksa kondisi mereka berdua. Voran berbalik dan lari meninggalkan tempat tersebut. Dia tidak ingin bertaruh dengan keberuntungannya. Ia sangat yakin jika para pengejarnya mulai mengetahui lokasinya. Oleh karena itu, ia hanya bisa lari meninggalkan tempat tersebut.


Saat dia melarikan diri, energi di dalam tubuhnya terus bergolak tanpa henti. Rasa sesak dan nyeri terus muncul di dadanya. Ia hanya berpikir untuk lari dan meninggalkan hutan. Dia tidak ingin bertarung untuk saat ini, energinya terlalu lemah dan dia juga merasa semakin lambat seiring dengan bertambah kuatnya gejolak energi di dalam tubuhnya.


Beberapa saat berlalu, ia berlari hingga matahari berada di atas kepalanya. Dia tiba di sebuah desa yang dipenuhi dengan aktivitas para penduduk. Voran bergegas menuju ke sebuah penginapan di desa tersebut. Tentu saja tidak setiap desa memiliki penginapan, hanya desa-desa berukuran besar ataupun makmur yang mempunyai tempat seperti itu.


Kebetulan, desa yang ia kunjungi ini merupakan desa berukuran besar dan cukup makmur. Terlihat dari berbagai pedagang yang menjajakan dagangannya serta para prajurit yang berkeliaran menjaga keamanan desa. Selain itu, dia juga melihat ada beberapa Kultivator yang berjalan serta berkeliaran di dalam desa. Sebuah pemandangan yang sejalan dengan sebuah kota.


Setelah ia berada di dalam sebuah penginapan, Voran segera bergegas ke dalam kamar dan melakukan meditasi. Dia merasakan desakan kuat di dalam Kolam Qi-nya seolah-olah ada sesuatu yang hendak terjadi. Voran tidak tahu apa yang sedang terjadi saat ini, tapi perasaan tidak nyaman terus menerus berada di dalam benaknya.


Begitu dia melakukan meditasi, tubuhnya bergetar beberapa kali dan energi terus menerus keluar dari tubuhnya. Aliran Qi yang semula tenang berubah menjadi kacau, energi yang dipenuhi dengan haus darah dan bau kematian. Voran membiarkan Qi di dalam tubuhnya bergerak liar. Dia hanya mengikuti arusnya saja, beberapa sumbatan di dalam tubuhnya terbuka sehingga aliran Qi menjadi lebih lancar.


Pembuluh darah di tubuhnya terlihat jelas saat aliran Qi menjadi semakin lancar. Keringat dan cairan berwarna hitam pekat menembus keluar dari tubuhnya melalui pori-pori yang terbuka lebar. Tak hanya itu, terdapat darah yang ikut serta dalam cairan itu. Voran menggertakkan giginya saat proses menyakitkan itu terjadi lagi.

__ADS_1


Dia telah merasakan hal ini beberapa waktu lalu, tapi kini dia merasakannya lagi. Voran merasa aneh dengan semua hal ini, seharusnya kejadian semacam ini tak lagi terjadi sebelum ia menerobos tahap selanjutnya. Walaupun dia merasa aneh dengan semua itu, Voran tetap menahan diri dan membiarkan Qi-nya mengalir ke seluruh tubuhnya.


Beberapa jam kemudian, rasa sakit di tubuhnya mereda dan dia merasa lebih baik. Namun, tubuhnya begitu lengket dan berbau. Ada perubahan besar dari wajah dan penampilannya. Semua terasa lebih jahat dan dipenuhi dengan aura membunuh yang sangat pekat. Matanya menjadi lebih menakutkan serta lebih dalam.


Pikiran Voran sejernih air meski dipenuhi dengan keinginan untuk melakukan kekerasan terutama keinginan untuk membunuh. Perasaannya juga menjadi lebih gelap dari sebelumnya. Tatapannya jauh lebih dingin dan merendahkan. Auranya pun menjadi semakin kuat dan gelap. Semua perubahan itu terjadi dalam sekejap mata. Terutama, perubahan yang cukup mencolok terlihat di rambutnya. Ujung rambutnya hitamnya berubah menjadi merah.


“Sudah berapa jam lamanya? Aku merasa tubuhku menjadi semakin kuat dan membaik. Apa ini efek dari Kekuatan Raja? Aku merasa bertambah kuat tapi pikiranku juga menjadi lebih buruk. Apa ini hal baik atau buruk? Benar-benar aneh,” ucap Voran saat dia melepaskan pakaiannya dan bergegas untuk membersihkan diri.


Ketika dia selesai membersihkan tubuhnya dari bau tidak menyenangkan. Dia melihat tubuhnya berubah total, dia tak melihat ada lemak di tubuhnya. Semuanya berkembang menjadi otot yang tampak seperti pahatan batu. Dia melihat bahunya melebar dan kokoh serta tangan dan dada yang berotot. Perubahan yang sangat jelas ini membuatnya tersenyum.


Oleh karena itu, dia hanya bisa menghubungkan kejadian ini dengan Kekuatan Raja. Dengan cara seperti itu, dia bisa menerima kejadian ini. Meski tubuhnya menguat dan mengeluarkan hawa jahat, kultivasinya tidak mengalami banyak peningkatan. Namun, Qi di dalam Kolam Qi-nya menjadi lebih jernih meski mengeluarkan hawa tidak menyenangkan.


***


“Sialan kita tidak bisa menemukan pria itu dan kita kehilangan empat Kultivator. Apa yang harus kita lakukan sekarang? Tidak mungkin kita kembali begitu saja. Tuan Salvatora pasti akan marah jika mengetahui hal ini. Bagaimana sekarang?”

__ADS_1


“Kita hanya bisa kembali dan melaporkan hal ini. Tidak ada pilihan yang kita miliki selain membiarkan Tuan Salvatora mengetahui semua ini. Meski kita akan mendapatkan hukuman. Itu jauh lebih baik daripada tidak melaporkan padanya.”


“Ya, kau benar. Akan lebih baik dia mengetahuinya dari mulut kita secara langsung daripada melihatnya sendiri. Apa kau tidak ingat apa yang terjadi pada keluarga itu?”


“Ah ... Benar katamu. Aku kira itu hanya rumor belaka, tapi tidak. Tuan Salvatora menghancurkan satu keluarga terpandang seorang diri karena mereka membohonginya. Dia tak menyisakan satu orang pun. Jika kita tidak melaporkannya, kau tahu nasib macam apa yang akan kita temui bukan?”


Mereka pun memutuskan untuk melaporkan insiden ini pada Salvatora. Ketika Salvatora mendengarkan laporan mereka. Tidak ada kemarahan dalam wajahnya. Ekspresinya yang setenang air membuat setiap Kultivator menelan ludah. Mereka tidak berani bernafas di hadapan Salvatora saat itu.


“Pria ini tidak asing bagiku, dia juga sudah berkembang. Kalian tidak perlu mengkhawatirkannya. Aku yakin dia akan kembali ke sini. Dia akan membersihkan masalah yang ada di wilayah timur ini. Jadi kalian hanya perlu mempersiapkan semuanya dan menyambutnya. Tunjukkan pada pria itu bila dia tidak bisa memprovokasi kalian!”


Salvatora sudah menebak identitas Voran melalui auranya. Namun, dia tak begitu peduli karena dia sudah diberi perintah untuk meninggalkan tempat itu karena ada sebuah masalah di tempat lain. Oleh karena itu, dia tidak terlalu terganggu oleh tindakan Voran.


“Kalian harus menyelesaikan ini sendiri. Dia bukan lawan yang mudah tapi dia juga tidak sulit untuk kalian hadapi. Selama kalian merencanakannya dengan baik. Kalian akan bisa meraih hasi yang baik.”


 

__ADS_1


__ADS_2