The Heaven World

The Heaven World
Menyelinap


__ADS_3

Di sebuah desa yang lokasinya tak begitu jauh dari medan perang. Voran memperhatikan kegiatan orang-orang di tempat tersebut. Meski mereka menyamarkannya, Voran masih bisa merasakan bau darah dari tubuh mereka. Dia berada di atas sebuah barang pohon dan mengamati situasi di dalam desa yang dipenuhi dengan orang.


“Dia cukup pandai untuk mengambil desa biasa menjadi markasnya. Jika tidak diperhatikan dengan teliti, sulit untuk menebak jika tempat ini merupakan persembunyian Kelompok Walcho. Tanpa bau darah, mungkin aku tidak yakin jika tempat ini merupakan persembunyiannya!” gumam Voran saat memastikan lokasi persembunyian Kelompok Walcho.


Setelah beberapa saat mengamati tempat tersebut, Voran segera masuk ke desa. Dia bergerak secara sembunyi-sembunyi sehingga tidak ada orang yang mendeteksi keberadaannya. Tentu saja, dia melihat ada beberapa orang yang menatap ke arahnya, tapi mereka tak menunjukkan tanda-tanda bergerak.


Begitu ia masuk ke dalam desa, ia segera bertindak seperti kebanyakan orang. Dia bergegas ke sebuah kedai yang menjajakan beberapa makanan. Di sana berkumpul beberapa orang yang memancarkan aura bengis dan keji. Meski mereka berusaha untuk menyembunyikannya, Voran masih bisa merasakan energi mereka walau itu kecil.


“Perang kemarin harusnya memberi kita banyak keuntungan. Namun, bukannya kita berhasil menaklukkan kota seperti yang Tuan janjikan. Kita malah kembali ke tempat ini dan bersembunyi!”


“Tenanglah dan pelankan suaramu. Semua orang tahu, pertempuran kemarin sudah berada di tangan kita. Namun, karena ulah seseorang semuanya menjadi buyar. Ketua Sekte Angin Timur serta ketiga tuan mudanya terluka parah saat itu dan kemenangan sudah berada di depan mata. Semua orang tahu itu, meski tuan juga terluka, kita yakin kita bisa mengambil keuntungan.”


“Benar katamu, aku tidak akan percaya mereka lagi, terutama pria tua Bangka itu. Tidak hanya dia terluka dan kalah dari seseorang. Dia juga memerintahkan orang-orangnya untuk menyabotase pihak kita. Sial! Jika aku tahu mereka melakukan itu, aku tidak akan segan-segan untuk menghabisi mereka dengan cara terkejam.”


Voran yang baru saja duduk mendengar semua itu dan wajahnya berubah menjadi serius. Ia bisa menebak jika pria tua yang disebut mereka merupakan sosok tua yang ia lawan dan ia lukai. Mendengar ini membuat Voran penasaran dengan identitas pria itu. Selain itu, samar-samar ia bisa menebak situasi di medan perang hanya dengan mendengarkan mereka.


“Ya, tidak salah lagi. Pria tua busuk itu mengkhianati tuan kita dan membuat pasukan kita menderita kerugian besar. Sebagian pasukan hancur di tangannya. Saat ini, kekuatan kelompoknya menjadi yang tertinggi di wilayah ini. Benar-benar pria licik, beruntung dia terluka parah. Jika tidak, entah akan seperti apa nasib kita.”

__ADS_1


“Benar katamu, pertempuran kemarin terlalu mengerikan dengan perubahan-perubahan yang tak bisa aku bayangkan. Aku merasa beruntung masih selamat dari pertempuran kemarin. Aku merasakan adanya gelombang energi yang mengerikan di berbagai sisi saat bertempur di sana. Mengingatnya membuat tubuhku bergidik.”


Voran mengamati sekelilingnya termasuk berbagai bangunan di desa. Dalam satu tatapan mata, penglihatannya segera terfokus pada satu bangunan yang berukuran paling besar dengan kemewahan tertentu. Membandingkannya dengan bangunan di sekelilingnya hanya akan membuat tempat itu menjadi lebih buruk.


“Sepertinya aku harus memeriksa bangunan itu. Jika Walcho memulihkan diri di tempat itu, maka kesempatanku untuk menghabisinya akan lebih tinggi!” gumam Voran.


Kedai itu menjadi semakin ramai seiring dengan terik matahari yang makin menyengat. Voran tak meninggalkan tempat itu dan tetap mendengarkan setiap percakapan yang ada di sana. Beberapa kali ia mengerutkan keningnya saat mengetahui betapa besar pengaruh pertempuran itu.


Voran tidak mengharapkan pertempuran itu akan memengaruhi banyak wilayah termasuk ke kerajaan lain. Meski dia hanya mendengarkan semua informasi itu dari mulut orang biasa. Voran merasa informasi yang ia dapatkan cukup baik. Terkadang sebuah rumor tak berasal bisa menjadi sebuah kebenaran.


Voran terus bertanya-tanya dalam hatinya ketika mendengar isi dari percakapan setiap orang di dalam kedai. Apalagi, saat ini ia berada di markas musuh dan pernyataan mereka kemungkinan besar benar adanya. Hal ini makin membuat suasana hati Voran rumit. Ia ingin berkelana dan meningkatkan kekuatannya sebelum memerintah kembali.


Namun, sebelum ia bisa meninggalkan wilayahnya, dia harus berhadapan dengan sebuah masalah yang bisa mengacaukan kerajaannya. Voran memikirkannya dalam-dalam di kedai sebelum meninggalkan tempat itu dan bergegas mencari sebuah tempat untuk memantau keadaan di dalam desa sebelum memulai pergerakannya di malam hari.


Malam pun tiba, setelah beristirahat dan memikirkan segalanya. Voran segera bergegas menuju ke bangunan paling besar di dalam desa. Bangunan itu memiliki dinding pelindung dan mengelilinginya sehingga meningkatkan keamanan dan pertahanannya.


Berbeda dengan siang hari, Voran melihat ada banyak penjaga yang melindungi bangunan tersebut dan berpatroli. Melihat sikap dan aura yang mereka lepaskan. Voran mengerti jika kondisi Walcho cukup buruk dan mungkin berada di ambang kematian. Meski begitu, Voran tak ingin bertindak gegabah dan ia mengamati mereka untuk beberapa saat.

__ADS_1


Setelah itu, dia melesat bak angin yang berhembus kencang menuju k bagian belakan. Di sana ada dua pria yang sedang berjaga-jaga dan mereka memancarkan aura kuat, jauh lebih kuat daripada penjaga di bagian depan.


Voran berlari melalui tembok dan bergerak sehening mungkin. Dia tidak ingin menimbulkan suara terlalu keras. Gerakannya yang halus dan cepat tak menimbulkan sedikitpun kegaduhan. Dia melewati dinding dan segera melompat ke lantai kedua.


“Mereka tak mendengarkan, bagus.”


Voran bergegas masuk ke dalam bangunan dengan tenang. Ketika ia berada di dalam, segera ia merasakan lautan energi kuat berkeliaran dengan bebasnya. Ia segera memasang Qi pelindung dan masuk ke sebuah ruangan.


“Energi ini sangat kuat, siapa yang mampu melepaskan energi sekuat ini?” tanya Voran dalam benaknya ketika energi yang kuat itu bertambah menjadi lebih kuat lagi.


Voran melihat ada sebuah lubang yang mengarah ke sebuah ruangan. Ia segera mendekat dan mengintip ke dalam lubang tersebut. Saat pandangannya menembus melalui lubang itu, ia melihat sesosok pria yang membuatnya sadar akan betapa lemah dirinya. Dia tidak yakin apakah penglihatannya benar atau tidak.


“Mengapa pria itu ada di sini?” tanyanya dalam hati. Ia tidak percaya akan melihat sosok itu. Apalagi pria itu tampak sedang menyuntikkan Qi ke dalam tubuh Walcho.


Energi di dalam ruangan itu sangat padat dan kuat. Saat ini Voran tak bisa melakukan apapun kecuali melihat seluruh kejadian di depan matanya. “Haruskah aku merusak penyembuhan yang dilakukan pria itu? Mungkin aku bisa membuat Walcho mengalami penyimpangan Qi.”


Voran memikirkannya sejenak. Lalu bergumam saat dia mengambil keputusan. “Aku harus berhati-hati mulai detik ini!”

__ADS_1


__ADS_2