
Di dalam aula istana, Voran duduk berhadapan dengan Bernan Fasuk. Dia memiliki ekspresi yang tidak sedap pandang. Tatapannya terus tertuju pada sebuah peta yang tergelar di atas sebuah meja.
Peta itu ialah peta yang mencakup wilayah utara Benua Midland, wilayah yang menjadi tempat bernaung kerajaannya. Benua Midland sendiri terbagi atas lima wilayah, yakni utara, timur, selatan, barat, dan tengah.
Kerajaan Salauster dan kerajaan di sekitarnya berada di wilayah bagian utara. Dimana tempat itu merupakan tempat yang dipenuhi dengan kerajaan. Dari setiap wilayah, tempat terkuat berada di wilayah tengah dengan beberapa kerajaan yang memiliki kekuatan mengesankan.
Dihadapannya terpampang jelas area wilayah sekitar kerajaannya. Ketika melihat peta tersebut dan mendengarkan penjelasan yang Fasuk berikan, Voran tidak bisa tidak merasa ada bahaya yang selalu mengintai wilayahnya selain dari tiga kerajaan di sekitarnya.
“Walaupun mereka tengah berada dalam pertempuran. Mereka memiliki kekuatan yang cukup untuk mengacaukan wilayahku. Ini tidak bisa dibiarkan dan aku membutuhkan banyak kecerdasan serta informasi dari seluruh wilayah utara ini.”
Tanpa adanya kecerdasan tentang kekuatan yang ada di sekitar kerajaannya. Tidak mungkin dia bisa bergerak secara leluasa ataupun melakukan suatu tindakan terhadap kekuatan-kekuatan itu.
“Yang Mulia, meskipun informasi yang kita miliki cukup untuk mencakup wilayah-wilayah di sekitar empat kerajaan. Kita masih tidak mengetahui peta kekuatan dari wilayah lainnya. Jadi, dengan minimnya informasi yang kita miliki. Kita harus memperkuat kekuatan internal kita dan mendelegasikan beberapa utusan untuk mengikat beberapa kekuatan di sekitar kerajaan.”
Bernan Fasuk berbicara sembari memikirkan beberapa Lord yang berada dekat dengan kerajaan dan berpotensi untuk melakukan sebuah tindakan tertentu yang mampu merugikan kerajaan. Dia menyarankan suatu ide pada Voran untuk menarik kekuatan tersebut.
“Aku tahu itu. Namun, tidak semua kekuatan bisa kita tarik. Saringlah kekuatan-kekuatan itu dan coba untuk mencari yang terbaik dari mereka. Terutama untuk potensi dan kesetiaan. Dua hal ini harus menjadi tolak ukur saat menyaring mereka, Fasuk.”
Sulit bagi Voran untuk tidak tertarik dengan para Lord yang ada di sekitar kerajaannya. Menurut data yang telah dikumpulkan oleh bawahannya, ada lima Lord yang memiliki kekuatan cukup signifikan di sekitar wilayahnya.
__ADS_1
Menarik mereka ke sisinya tidak semudah membalikkan tangan. Kekuatan tidak akan selalu menjadi suatu faktor mumpuni dalam menarik suatu kelompok ke dalam satu faksi. Hanya manfaat dan keuntungan yang akan membawa mereka masuk ke dalam suatu faksi.
Voran paham akan hal ini dan tentunya dia tahu seberapa besar dampak yang akan dibawa oleh mereka jika mereka menolak ataupun menerima tawarannya. Jadi, dia berhati-hati dalam merumuskan rencana untuk menarik mereka ke sisinya.
Walaupun dua kerajaan telah memberikan respons terhadap pembentukan aliansi melawan Kerajaan Edarecia. Ia tidak bisa begitu saja menaruh kepercayaannya hanya pada satu rencana. Sehingga, dia mulai mengumpulkan kekuatan lain yang ada di sekitarnya, baik bandit ataupun Lord itu sendiri.
Kerajaan Sevaeni mengirimkan seorang utusan membahas masalah kerja sama dalam menanggulangi tindakan Kerajaan Edarecia dan hal itu terjadi beberapa waktu lalu.
Jauh di wilayah utara sana ada kekuatan lain yang juga mampu menahan kekuatan Kerajaan Edarecia. Hanya saja, Voran ragu untuk menariknya ke dalam keruhnya kolam ini. Dia tidak yakin apakah kekuatan itu akan memberikan dampak positif atau malah membuat kolam ini menjadi semakin keruh dan berbahaya.
Selek Valaunter membawa sebuah pasukan yang berukuran sedang ke Ibukota kerajaan. Dia datang sebagai bala bantuan untuk memperkuat perbatasan dan juga untuk menghadapi pertempuran yang mungkin akan segera terjadi.
Dia menemui Voran serta Fasuk. Tidak ada keraguan di dalam dirinya untuk mengabdikan diri pada Kerajaan Salauster. Ada beberapa faktor yang membuat dia merelakan kekalahan waktu itu dan memilih menyerah pada Kerajaan Salauster, salah satu faktor utamanya adalah penduduk.
Ia sudah menunggu kekuatan ini. Selain itu, dia juga sudah mendapatkan kabar dari para Lord yang dihubungi Fasuk beberapa waktu lalu dan juga dia mendapatkan kabar dari perbatasan.
“Ya, Yang Mulia. Aku membawa pasukan sesuai dengan perintah Yang Mulia. Bagaimana situasi di perbatasan, Yang Mulia?” tanya Selek Valaunter tanpa berbasa-basi.
Situasi saat ini cukuplah mendesak dan sulit untuk bersantai. Walaupun perang bisa saja terjadi dalam setiap waktu. Ia tahu, inisiatif peperangan tidak hanya berada di tangan Kerajaan Edarecia saja. Melainkan, ada pada beberapa pihak.
Fasuk yang mendengar pertanyaan itu segera membeberkan apa yang dia ketahui. Dia menjelaskan situasi di perbatasan sekaligus percobaan yang dia lakukan sebelumnya, yakni menarik kekuatan lain. Dari lima Lord yang coba ia tarik, beberapa dari mereka setuju, tapi ada juga penolakan maupun tanpa jawaban.
__ADS_1
“Lord? Mereka memang kuat, tapi juga egois dan oportunis. Hanya manfaat nyata yang bisa menarik mereka. Sebelumnya aku pernah mencoba menarik mereka, tapi tidak ada satupun dari mereka yang menerima tawaranku. Kusarankan untuk tidak mempercayai mereka terlalu banyak, Yang Mulia,” ucap Selek Valaunter.
Fasuk terdiam sejenak. Dia tahu maksud dari Selek Valaunter. Namun, untuk memperkuat kerajaan serta mengantisipasi variabel lain, mereka cukup diperlukan.
Dengan senyum ramah dan nada yang hangat Fasuk bertanya mengenai para Lord pada Selek Valaunter. “Apakah kau tahu tentang mereka? Bisakah kau memberiku rekomendasi atau pengetahuan tentang mereka dan siapa dari mereka yang memiliki integritas tertinggi?”
Voran hanya mendengarkan sambil memikirkan bagaimana caranya meningkatkan kekuatannya sendiri. Dari perang sebelumnya, ia tahu jika kekuatan individu bisa sangat memengaruhi suatu pertempuran bahkan bisa menentukan perang itu sendiri.
“Ada salah satu dari mereka yang memiliki kekuatan mengesankan dan sikap yang tangguh serta mumpuni dalam beberapa hal. Namun, untuk menariknya ke sisi kita tidaklah mudah. Dulu sekali aku pernah mencobanya, tapi dia menginginkan kekuatan independen sebagai persyaratannya,” jawab Selek Valaunter.
Kekuatan independen merupakan salah satu cara untuk mempertahankan kekuatan serta pengaruh seseorang dalam suatu wilayah ataupun kelompok. Cara semacam ini banyak dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kekuatan besar ataupun pengaruh tinggi.
Fasuk mengernyitkan dahinya ketika mendengar hal ini. Kekuatan independen? Bagaimana bisa kerajaan membiarkan kekuatan semacam ini ada. Sebuah benih masalah yang cukup merepotkan ini tidak bisa diterima.
“Bukankah dia terlalu menuntut? Kekuatan independen? Siapa yang bisa menerimanya? Aku rasa dia terlalu penuh dengan dirinya sendiri!” gerutu Fasuk saat dia merasakan ketidaknyamanan dalam sikap yang dimiliki oleh Lord tersebut.
Voran yang mendengarkan percakapan itu memiliki senyum yang berbeda. Sorot matanya menjadi lebih cerah saat dia berkata, “Aku bisa menerimanya! Biarkan dia memiliki kekuatan independen itu dan aku bisa memberinya sebuah posisi. Letnan Jenderal sudah cukup untuknya. Selain itu, selama dia bisa memberikan eksploitasi militer aku akan menunjuknya sebagai Jenderal.”
“Yang Mulia, tolong pertimbangkan kembali. Bahaya dan manfaat yang kita terima tidak sebanding. Aku rasa Yang Mulia perlu mempertimbangkan masalah ini dengan serius,” seru Bernan Fasuk yang terkejut dengan ucapan Voran.
“Tenang saja, aku tahu apa yang aku lakukan, Kanselir. Biarkan dia datang dan memiliki apa yang dia mau. Namun, begitu dia terikat. Aku akan menempatkannya ke posisi paling berbahaya dan menjadikannya sebagai pelopor dan garda paling depan. Kita tidak akan mengalokasikan sedikitpun pasukan padanya!” Voran tersenyum dingin saat mengatakannya dan suaranya yang sedingin es membuat suhu di ruangan itu menurun seketika.
__ADS_1
Mana mungkin Voran melepaskan peluang semacam ini. Bantuan ada di depan mata dan dia hanya perlu memberikan sebuah posisi yang tak begitu besar. Apalagi, dia tidak merasa perlu memberi mereka pasukan lebih. Seperti mendapatkan pasukan gratis, begitu pikir Voran ketika itu.
Di perbatasan sendiri, situasi semakin tak menentu. Ada pancaran menyesakkan dari empat arah yang masing-masing arah mengarah pada tiap-tiap kerajaan. Suasana perlahan-lahan menjadi lebih dingin dan tajam dari setiap arah tersebut.