The Magical My Wife

The Magical My Wife
TMMW Bab 21 - Menuntut Penjelasan


__ADS_3

"Bersiaplah, malam nanti aku akan datang," ucap Zeon, sebelum dia dan dokter Emma pergi dari sana.


Syeran hanya terdiam, mematung saat mendengar kata-kata itu. Selalu saja mengingatkannya dengan masa lalu.


Jika dulu Syeran hanya bisa menuruti, namun sekarang tidak lagi.


Saat malam menjelang dan waktunya tuan Zeon datang, Syeran justru memakai baju setelan panjang. Celana panjang dan baju panjang untuk menutupi semua tubuhnya.


Ketika Zeon masuk dan melihat penampilan Syeran seperti itu, dia menatap dingin.


"Berbaring," kata Zeon, saat ini waktu masih menunjukkan jam 8 malam. Tapi semakin cepat di lakukan, akan terasa lebih baik pikir Zeon.


Syeran tetap bergeming di posisinya duduk, dia sedang membaca buku pemberian Diena dan duduk di sofa.


"Jangan membuat ku memperlakukan mu dengan kasar," kata Zeon lagi, dia tidak sadar bahwa suara dinginnya pun sudah melukai hati Syeran.


"Aku hanya akan melakukannya, tapi bakkar surat kontrak itu," jawab Syeran, dia meletakkan bukunya di atas meja dan membalas tatapan sang suami.


Melihat Zeon yang terdiam.


"Kita akan menikah seumur hidup, aku sudah kamu beli, lalu kenapa kita seperti ini? ayo tidur seranjang terus, ayo ciptakan keluarga yang bahagia," ucap Syeran.

__ADS_1


Dan Zeon begitu muak dengan semua kata-kata Syeran tersebut. Dia sampai bosan mendengar semua bualan.


Zeon bahkan memijit keningnya yang berdenyut. Datang hanya untuk menyiram bennih, tapi malah diajak berdebat..


Zeon berpikir karena Syeran masih berusia 19 tahun, karena itulah gadis ini merepotkan. Namun bukan tanpa alasan kenapa dia memilih Syeran, gadis itu telah berada dalam pengawasannya selama beberapa bulan sebelum mereka menikah. Syeran yang penurut, Syeran yang masih sucii, Syeran yang masih muda dan memungkinkannya untuk memiliki banyak anak.


Belum lagi Markus yang gila uang, makin membuatnya yakin untuk membeli Syeran dan dijadikannya istri pencetak anak.


Tapi setelah menikah mendadak wanita itu berubah 180 derajat. Bukannya selalu patuh, Syeran malah selalu membuatnya pusing.


Zeon lantas berjalan mendekat, tetap menatap dengan matanya yang tajam itu.


Syeran sudah menelan ludah kasar, sejujurnya dia selalu takut ketika berhadapan dengan taun Zeon seperti ini.


"Tuan sakit!" pekik Syeran, cekalan tangan tuan Zeon terasa sangat kuat, dan itu menyakiti dia.


Tapi Zeon tidak mau dengar hingga membuat Syeran menghentikan waktu.


Dan saat pria itu mematung, Syeran segera melepaskan tangannya dengan cepat.


Syeran menangis namun langsung dia hapus air mata itu.

__ADS_1


Karena kesal, Syeran pun memukul tubuh Zeon dan bahkan menendang kakinya.


"Jahat!" pekik Syeran.


Dia lantas memutuskan segera pergi dari sana dan melihat banyak penjaga di luar.


Syeran turun ke lantai 1, mencari kamar kosong untuk tempat sembunyi, namun dia malah menemukan kamar yang nampak seperti milik sang suami.


"Ya sudah, di sini saja sembunyinya," putus Syeran.


Dan ketika dia berucap waktu berjalan, di atas sana Zeon kembali sendirian.


"Syeran! SYERAN!!" pekik pria itu, kesal sekali kejadian seperti ini kembali terulang.


Syeran yang tiba-tiba hilang dari hadapannya.


Awalnya dia ingin acuh, tapi sekarang tidak lagi.


Secepat yang dia bisa, Zeon mengambil ponselnya di saku celana dan melihat gadis itu sudah berada di dalam kamarnya di lantai 1.


"Kurrang ajjar, makhluk apa sebenarnya kamu?" geram Zeon.

__ADS_1


Dengan langkah kaki lebar, Zeon keluar dari dalam kamar tersebut. Dia akan menuntut penjelasan untuk ini semua.


__ADS_2