The Magical My Wife

The Magical My Wife
TMMW Bab 45 - Selalu Saja Gagal


__ADS_3

"Ada apa sih? apa yang mau dibakar?" tanya Syeran yang tiba-tiba muncul di belakang Zeon. kepalanya mendongak hingga melihat Diena di depan sana sedang memegang sebuah kotak berwarna merah muda. "Apa itu?" tanyanya lagi, padahal pertanyaan sebelumnya belum mendapatkan jawaban.


"Bukan apa-apa, ayo masuk!" ajak Zeon, yang tiba-tiba suaranya meninggi.


Diena ingin sekali mengatakan tentang paket ini pada Nyonya Syeran, tapi dia tidak punya keberanian untuk melawan perintah sang Tuan.


Jadi tanpa ada kata-kata lagi, Diena segera mengundurkan diri dari sana setelah menundukkan kepalanya memberi hormat.


"Kenapa marah padaku?" tanya Syeran, yang tubuhnya sudah kembali ditarik untuk masuk ke dalam kamar.


Pikirannya Zeon justru tidak terarah pada Syeran. Dia justru merasa begitu garam pada sang tetangga. Lancang sekali pria berstatus duda itu mengirimkan hadiah untuk istrinya.


Hanya karena pernah melihat Syeran berjalan di tengah hutan menggunakan sandal rumahan.


Apa yang sebenarnya dipikirkan oleh pria itu! Kurrang ajjar!


"Dengar aku baik-baik! mulai sekarang jangan pernah lagi keluar dari Mansion ini sendirian. Paham?"

__ADS_1


Syeran hanya mampu mencebik, hatinya sedang sedih tentang alur hidup yang tetap sama seperti masa lalu dan sekarang dia dimarahi tanpa tahu apa kesalahannya.


Tak punya tenaga untuk melawan, akhirnya Syeran Hanya bisa pasrah.


Hari itu berakhir dengan hatinya yang tetap setia merasa sendu.


Pagi datang.


Syeran keluar dari dalam kamarnya saat sang suami sedang mandi. Dia datang ke dapur karena merasa lapar.


Untunglah beberapa makanan sudah tersaji di atas meja, jadi Syeran langsung menyantapnya dengan lahap.


Tapi Diena tidak peduli, dia malah makin mendekati.


"Apa anda ingat kotak berwarna merah muda yang aku bawa kemarin?" tanya Diena, sesekali kedua matanya melirik ke arah pintu jaga-jaga jangan sampai tuan Zeon mendengar ucapannya kali ini.


Karena Diena sedang ingin meracuni pikiran sang Nyonya, bahwa ada pria lain yang menaruh perhatian padanya. Membuat nyonya Syeran kesenangan saat menerima hadiah dari pria lain, lalu tuan Zeon akan semakin murka.

__ADS_1


"Hem, Memangnya kenapa dengan kotak itu," tanya Syeran tanpa minat, dia lebih berhasrat untuk menghabiskan makanan yang ada di dalam piringnya.


"Sebenarnya itu adalah hadiah untuk anda, dari tuan Erland Davidson, tentangga kita. Tapi tuan Zeon malah memintaku untuk membakarnya," Jelas Diena, sedikit berbisik tapi Syeran mampu mendengarnya dengan jelas.


Dan kedua mata Syeran sontak medelik lebar saat mendengarnya. Bagaimana bisa pria kejam itu memberinya sebuah hadiah. Astaga, jantung Syeran berdegup dengan cepat, mulai membayangkan jika di dalam Hadiah itu banyak noda darahnya.


Seperti dalam adegan film-film di saat pria kejam mengirimkan sebuah hadiah.


"Ba-baguslah kalau dibakar. lain kali jangan terima hadiah apapun dari pria itu!" balas Syeran lebih menggebu, sampai membuat dahi Diena berkerut.


Loh Kenapa tanggapannya seperti ini? harusnya nyonya Syeran senang, lalu merasa bangga hati. Seorang yang mengiringinya hadiah bukanlah pria sembarangan, berasal dari keluarga darah biru. Harusnya nyonya Syeran menyesalkan tentang Hadiah itu yang sudah dibakar.


Tapi sekarang nyonya Syeran bahkan tidak menanyakan apa isi hadiah tersebut, seperti tak ada minat.


"Nyonya tidak ingin tahu apa isi hadiah itu?"


"Tidak! Tidak! Jangan pernah menyebutkannya! jangan lagi ungkit-ungkit tentang hal ini! Lu Pa Kan!" balas Syeran.

__ADS_1


Diena mendengus kesal, rencananya selalu saja gagal.


__ADS_2