
King Of Atera menceritakan kisah tentang Raja Lorry, perjuangan dalam mempertahankan tahta, juga perjuangan dalam rumah tangganya.
Raja Lorry mencintai Ratu Syeran dengan cara membenci, karena hanya dengan cara itulah Ratu Syeran tak disentuh oleh para musuh. Lain dengan para selir yang selalu dia puja, satu per satu selir itu mati dibunnuh oleh para musuh yang bahkan berada di dalam istana.
Raja Lorry sadar, cara seperti itu membuat sang Ratu menderita atas perasaan mereka berdua. Sampai akhirnya sang Ratu memutuskan untuk merenggut nyawanya sendiri. Raja Lorry melihat secara langsung Kematian sang istri, gaun putih itu telah berubah jadi warna merah karena darrah.
Keterpurukan Raja Lorry atas meninggalnya sang Ratu dia jadikan titik balik untuk memperkuat kekuasaan. Sampai akhirnya di perang terakhir Raja Lorry mendapatkan kemenangan. Raja Lorry hidup bahagia dengan anak-anaknya, meski di dalam hati sang Raja penuh dengan rasa penyesalan atas Ratu Syeran.
Membaca buku itu lembar per lembar, Syeran menangis dengan sesenggukan. Saat dia diperistri usianya masih sangat muda, dia tak memahami intrik yang ada di dalam istana. Yang dia tau hanyakah tatapan sang Raja yang selalu nampak dingin kepadanya, tak ada kehangatan sedikit pun. Bahkan hanya akan menemui Syeran disaat hendak menambah anak.
Dadda Syeran terasa sesak sekali. Dan entah kenapa Zeon seperti bisa merasakan kesedihan sang istri.
Tangis Syeran kali ini tak bisa dia abaikan. Pilunya sampai terasa di hati Zeon.
"Masih mau lanjut baca atau tidak?" tanya Zeon dengan suara yang sangat lembut. Sumpah, ini adalah kali pertama dia bicara selembut itu. Bahkan tangan kanannya bergerak untuk mebelai lembut puncak kepala Syeran.
__ADS_1
Tak ada sedikitpun kemarahan yang dia tunjukkan. Bahkan Zeon telah melupakan niat awalnya tadi untuk memeriksa buku tersebut, apakah ada surat dari Erland.
Kini pemikiran itu sudah menepi, diganti dengan rasa cemas pada sang istri. Apalagi semua cerita di dalam buku itu, sama persis seperti yang pernah diceritakan oleh Syeran kepadanya. Bedanya Syeran bilang Raja Lorry membenci dia, tapi di dalam buku ini Raja Lorry sangat mencintai dia.
"A-aku tidak ma-mau baca lagi," jawab Syeran dengan suara yang sesenggukan, tenggorokannya terasa tercekat hingga dia kesulitan untuk bicara. Apa yang terjadi di masa lalu memang tak akan pernah bisa dia ulang kembali atau perbaiki.
Kini semua itu telah jadi kenangan, juga rasa penyesalan tanpa ujung.
Yang Mulia. Batin Syeran. satu yang dia syukuri dari semua kebenaran itu, bukan tentang cinta Raja Lorry, tapi tentang anak-anaknya yang tetap hidup dengan baik. Bahkan dalam buku itu Tertulis Raja Lorry lah yang membesarkannya secara langsung setelah peperangan, bukan para selir seperti selama dia hidup.
"Menangis mu sampai seperti ini, seperti sedang membaca buku diary suami mu," ucap Zeon.
Syeran tersenyum kecil, "Tapi dulu dia memang suamiku, sebelum akh bertransmisi ke tubuh Syeran yang sekarang."
"Ya Tuhan, kenapa hidupku jadi seperti ini. Memiliki istri yang aneh," balas Zeon, tapi dia memeluk pinggang Syeran erat.
__ADS_1
"Tuan tidak percaya padaku?" tanya Syeran serius.
"Aku bingung, bukan tidak percaya."
"Bagaimana caranya agar Tuan percaya?"
Zeon terdiam.
"Aku akan menunjukkan kekuatan ku di depan Tuan, pindah tempat sebanyak-banyaknya. Ya?" tanya Syeran, wajahnya serius sekali. Sampai membuat Zeon menelan ludah kasar.
"Tapi pergi mu jangan jauh-jauh, cukup pindah-pindah di dalam mobil ini saja," jawab Zeon, lihatlah, kini dia justru menyetujui keinginan Syeran tersebut. Karena di dalam hatinya pun selalu penasaran tentang hal ini.
Benarkah istrinya seajaib itu?
Syeran tersenyum, saat itu juga dia berkata "Hentikan Waktu."
__ADS_1