The Magical My Wife

The Magical My Wife
TMMW Bab 67 - Jantungnya Ingin Meledak


__ADS_3

Mendengar ucapan sang suami, Syeran kini malah jadi menangis. Air matanya jatuh tak bisa dicegah, bahkan langsung mengenai tangan Zeon di bawah sana.


"Hei, kenapa kamu malah menangis?" tanya Zeon, sontak cemas dan buru-buru menghapus air mata itu.


"Tu-tuan tidak sedang bersandiwara di hadapanku kan?" tanya Syeran. "Tu-tuan benar-benar mencintai aku kan?" tanya Syeran lagi.


"Jika aku bohong, aku tidak mungkin tetap sadar saat kamu menghentikan waktu. Iya kan?" Balas Zeon, dia bertanya seperti itu dengan kedua mata yang menatap intens pada sang istri. Ingin Syeran membaca ketulusan yang tersirat jelas di kedua matanya.


Zeon juga menyadari tentang hal ini. Mungkin cinta yang sudah dia rasakan di dalam hati adalah jawabannya.


Tangis Syeran pun mulai perlahan mereda ketika mendengar ucapan tersebut, dia membenarkan pula pernyataan suaminya itu. Selama ini sebelum sang suami mengatakan cinta, Zeon tetap menjadi patung seperti Hanzo. Tapi sekarang tidak lagi.


"Jadi ... jika Tuan sudah tidak mencintaiku lagi, tuan akan jadi seperti Hanzo saat aku menghentikan waktu?" tanya Syeran.


Zeon mengangguk, "Mungkin akan seperti itu," jawabnya kemudian.


Mereka berdua terdiam sesaat, seperti sedang mendalami pemikiran masing-masing.

__ADS_1


Hingga tangis Syeran pun akhirnya benar-benar mereda, "Kalau begitu aku akan menguji Tuan setiap hari," balas Syeran akhirnya.


Zeon mengangguk, "Lakukan lah, aku pastikan akan mencintai mu setiap hari," jawab Zeon yakin. Jika dia sudah mencintai maka Zeon akan lakukan dengan sepenuh hati dan jiwanya. Zeon tidak akan berhenti jika Syeran tidak mengkhianatinya.


Mendengar jawaban itu, Syeran akhirnya tersenyum lagi. kini benar-benar yakin jika sang suami telah mencintai dia. Syeran bahkan langsung bergerak lebih dulu untuk memeluk sang suami, tak peduli dengan selang infus yang masih terpasang di tangan kanannya.


Zeon pun menyambut pelukan itu, dia bahkan mengangkat tubuh mungil sang istri untuk duduk di atas pangkuannya. Di atas ranjang tersebut mereka malah pangku-pangkuan.


Zeon juga mencium bibir sang istri dengan lembut, ciuman lembut yang lama-lama jadi Menuntut. Bahkan kedua tangan pria itu pun tak bisa diam, terus berputar-putar di area dadda Syeran.


Sampai berhasil membuat puncak dadda itu jadi menegang.


Tidak, tapi Tuan Zeon lah yang ahli sekali memancing gairrahnya.


"Yang tidak boleh itu kan menyatu, jika hanya seperti ini masih boleh," balas Zeon, dia bahkan melepas kancing gaun milik sang istri. Di bagian dada ada 3 kancing yang terpasang dan Zeon melepaskan semua.


Menarik gaun itu turun dari pundak sang istri hingga kedua gunung itu menyembul dengan sempurna di hadapannya.

__ADS_1


Selama ini mana pernah mereka melakukan adegan intim seperti ini, yang ada langsung pada inti permainan. Menyatu dan sudah, tak pernah ada pemanasan yang benar.


"Tuan," lirih Syeran, tubuhnya berdesir saat melihat sang suami terus menatap ke arah daddanya, sumpah, Syeran tidak kuat jika diperlakukan seperti ini.


Jantungnya ingin meledak.


"Aku baru sadar, daddamu sangat indah."


"Tuaaan," rengek Syeran, dia malu.


"Jangan panggil Tuan."


Syeran mencebik.


"Panggil aku Sayang," kata Zeon, lalu melahap pemandangan yang ada di hadapannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Gaun Syeran



__ADS_2