The Magical My Wife

The Magical My Wife
TMMW Bab 40 - Tempat Paling Privat


__ADS_3

Diena langsung mengulum senyum saat panggilan telepon itu terputus, dia sudah bisa menebak bahwa telepon itu langsung diputus begitu saja oleh sang Tuan.


Pemutusan secara sepihak.


Dan Syeran kesal sekali saat melihat senyum Diena itu, dia tau itu senyum meledek.


"Ini ponsel mu, terima kasih," kata Syeran, dia memang tidak memiliki ponselnya sendiri, untuk meminta pada suaminya itu pun Syeran tak punya keberanian.


Wanita yang di sekujur tubuhnya sudah penuh dengan tanda merah itu hanya mampu mencebikkan bibir, memang sedih saat sang Suami pergi tanpa pamit lebih dulu.


Sekarang Syeran tahu memang jika tuan Zeon pergi ke kantornya, tapi tetap saja ada rasa yang mengganjal di dalam hati.


Entah sampai kapan suaminya itu bersikap dingin seperti ini, tak ingin berbagi tentang apapun. Hanya berbagi dessah saja di atas ranjang.


"Maaf Nyonya, Sebaiknya anda segera mandi karena sarapannya sudah siap, nanti keburu dingin," ucap Diena, kini senyumnya terukir lebar.


Dari senyum itu dia menunjukkan kebahagiaan. Sampai kapan pun tuan Zeon memang tidak akan semudah itu menerima Nyonya Syeran sepenuh hati.


Tetap saja akan ada jarak, selalu ada dinding pembatas diantara keduanya.

__ADS_1


Syeran tidak menjawab apapun, dia segera masuk ke dalam kamar dan mandi.


Memendam tubuhnya di dalam bathtub dan sesekali menenggelamkan dirinya sendiri.


Sungguh, dia sangat berharap kejadiannya di masa lalu tak terulang di masa kini. Syeran tidak ingin hamil sebelum tuan Zeon benar-benar mencintainya.


Kini satu-satunya pembuktian adalah pada dirinya sendiri.


3 minggu lagi Syeran akan kembali melakukan pemeriksaan kehamilan.


Zeon tidak benar-benar menepati ucapannya untuk pulang di jam makan siang. Nyatanya pria itu tiba di rumah saat waktu sudah menunjukkan jam 3 sore.


Syeran yang menunggu di ruang tengah bahkan pura-pura tidak tahu jika pria itu sudah pulang, kini dia sedang marah.


Hentikan waktu. Batin Syeran.


"Huh!" Syeran lantas membuang nafasnya dengan kasar, terserahlah Jika dia disebut sikapnya terlalu kekanak-kanakan. Tapi Syeran memang paling tidak bisa menyembunyikan apa yang ada di dalam hatinya, jika bahagia maka akan dia tunjukkan bahagia, jika sedang kesal seperti ini maka akan langsung dia tunjukkan kekesalannya.


Tuan Zeon pergi dan pulang sesukanya, dia juga mau seperti itu.

__ADS_1


Syeran lantas pergi lagi dari mansion, jika kemarin dia mengambil jalan di sisi kanan, maka hari ini dia mengambil jalan di sisi kiri.


Matahari di atas sana memang nampak cukup terik, tapi pepohonan di pinggir jalan itu membuat hawanya jadi sedikit sejuk.


Syeran berjalan cukup lama, menikmati kesunyian karena waktu sedang berhenti. Dalam keadaan seperti ini Dia bisa menenangkan pikirannya sendiri.


Tidak kalut dengan kehidupan yang rumit.


Sampai Syeran merasa lelah barulah dia menjalankan waktu.


Baru hitungan beberapa detik, Syeran mendengar suara mobil yang mendekat. Dia kira dari arah belakang, tapi ternyata dari arah depan.


Pria di dalam mobil itu melebarkan mata saat melihat seorang wanita cantik di tengah hutan seperti ini.


Sang supir yang juga merupakan asisten pribadi dari pria itu pun sampai terkejut.


Darimana gadis ini berasal?


Tempat ini adalah tempat paling privat. Tak sembarangan orang bisa masuk.

__ADS_1


Orang-orang yang ada di sini jelas penghuni salah satu mansion mewah di sana.


Pria yang duduk di kursi belakang itu terus melihat Syeran dari kaca spion, sampai benar-benar tak terlihat.


__ADS_2