The Magical My Wife

The Magical My Wife
TMMW Bab 69 - Mataku Ternodda


__ADS_3

Gongongan Dom mulai mereda saat dia lihat sang Tuan datang ke kandangnya, tapi Dom menggonggong lagi saat melihat Syeran ikut ke sini.


Kemarin dia memang sudah menyelamatkan nyawa wanita itu, tapi bukan berarti Dom menerima keberadaan Syeran di samping sang Tuan.


Kemarin Dom hanya mematuhi perintah tuan Zeon untuk menemukan Syeran, dia menyelamatkan Syeran bukan karena keinginannya sendiri.


"Dom, jangan berisik! apa kamu lapar?" tanya Zeon, dia bertanya seperti itu tapi masih setia menggenggam erat tangan sang istri. Mengajak Syeran untuk berjongkok dihadapan sang anjing.


Zeon memanggil seorang pelayan untuk mengambilkan makanan Dom, sambil menunggu Syeran memberanikan diri untuk bicara pada anjing itu. "Dom, Terima kasih karena kemarin telah menemukan aku." kata Syeran dengan suara yang lirih, pasalnya dia masih merasa takut pada anjing tersebut, wajah Dom terlihat tidak ramah baginya. Tapi pendengaran Dom yang tajam, mampu membuatnya mendengar dengan jelas.


Bukannya menundukkan kepala menerima ucapan terima kasih tersebut, Dom justru menggonggong cukup kuat. Hingga Zeon akhirnya memukul kepala sang anjing.


Plak!


"Hei, jaga sikapmu!" titah Zeon.


Dom sontak mengkerut, hatinya sakit mendapatkan pukulan seperti itu.

__ADS_1


Sementara Zeon tidak suka jika Dom berlaku kasar seperti ini kepada sang istri. Dia saja sedang bersusah payah untuk terus membahagiakan Syeran, tapi anjingnya justru membuat sang istri merasa tidak nyaman.


"Sayang, jangan dipikul. Kasihan Dom," ucap Syeran, dia bahkan menarik tangan sang suami agar menjauhi kepala Dom, tak ingin tuan Zeon kembali memukul anjing tersebut.


Cih! kurasa dia hanya berakting saja, pura-pura membelaku! batin Dom. Kini Anjing itu sudah menunduk takut, tak ingin dipukul lagi oleh sang Tuan.


Makanan anjing itu pun akhirnya tiba, 2 potong daging segar.


"Mau memberinya makan?" tanya Zeon, tadi ketika bicara dengan Dom suaranya terdengar cukup tinggi, tapi sekarang saat bicara dengan Syeran suaranya mendadak berubah jadi halus.


Dom juga harus bersandiwara untuk memperdulikan Syeran agar sang Tuan menyayanginya juga.


"Tidak ah, aku takut," balas Syeran jujur, dia takut tiba-tiba mulut Dom terbuka sangat lebar hingga tangannya pun ikut kemakan juga.


Hii, hanya membayangkannya saja Syeran sudah merinding.


Namun belum sempat Zeon kembali bicara, Dom sudah menggerak-gerakkan kepalanya menuju ke arah Syeran, seolah memberi isyarat bahwa dia ingin makan dari tangan wanita itu.

__ADS_1


"Lihatlah, Dom ingin kamu suapi," kata Zeon, dia tersenyum dan mengelus puncak kepala Dom dengan lembut.


Tapi sungguh, Syeran masih saja merasa takut. Syeran menggelengkan kepalanya kuat, "Tidak mau, Sayang," rengeknya sampai ingin menangis.


Zeon terkekeh pelan, tangannya yang lain pun mengelus puncak kepala Syeran dengan lembut. "Ya sudah, aku yang akan memberi Dom makan," ucap Zeon.


tangan yang tadi mengelus puncak kepala Syeran, kini turun memegang tengkuk, lalu menarik tengkuk istrinya itu untuk lebih dekat dengannya, hingga bibir mereka saling bertemu. Zeon melumaatnya sedikit sampai bibir Syeran nampak basah.


Sumpah, Syeran tak menyangka jika tuan Zeon akan selalu menciumnya dimanapun seperti ini.


Syeran bahkan langsung melihat ke kiri dan ke kanan, memastikan tak ada yang melihat.


Tapi Zeon tetap acuh pada sekitar, setelah mencium bibir sang istri dia segera memberi Dom makan.


Di ujung dinding sana, Diena langsung bersembunyi. Matanya mendelik melihat adegan senonoh tersebut.


"Astaga ya Tuhan, mataku ternodda. Ahk!" pekik Diena dengan suara tertahan.

__ADS_1


__ADS_2