The Magical My Wife

The Magical My Wife
TMMW Bab 59 - Menghapus Jejak Kaki


__ADS_3

Zeon memang sangat terkejut ketika dia menyadari bahwa Syeran sudah tidak ada di dalam mobil ini. Tapi keterkejutannya itu masih bisa dia kendalikan, Zeon lantas mengambil ponselnya dan melihat keberadaan sang istri saat ini.


Sontak kaget ketika melihat Syeran ada di tengah hutan.


"Astaga, apa dia tidak mengerti apa yang aku bicarakan? Sudah kubilang jangan hilang terlalu jauh!" geram Zeon. Radar berwarna hijau itu tidak bergerak kemanapun hanya berdiam di satu tempat, Zeon lantas segera berlari masuk ke dalam hutan untuk menyusul Syeran.


namun hingga Dia tiba di titik hijau tersebut tapi Syeran tak ada di sana."****!" umpat Zeon.


Ada bekas rerumputan yang layu, tanda seolah baru saja ditimpa oleh sesuatu. Saat Zeon mengamati dia justru menemukan chips tersebut jatuh di sana.


"Ya Tuhan," geram Zeon, kesal dan cemas yang bercampur jadi satu.


"SYERAN!!" pekik Zeon dengan sangat kuat, sampai suaranya menggema di dalam hutan tersebut. tapi dia tidak mendapatkan sahutan apapun.


Zeon lantas mengusap wajahnya frustrasi, saat itu juga dia segera menghubungi Hanzo dan seluruh anak buahnya.


"Bawa Dom untuk datang kemari!" titah Zeon.

__ADS_1


Tak sampai 20 menit mobil-mobil telah banyak terparkir di pinggir jalan daerah hilangnya Syeran, seluruh anak buah Zeon datang bersama dengan Dom pula.


Tapi sayang, tiba-tiba saat itu hujan turun seolah menghapus semua jejak kaki yang ditinggalkan oleh Syeran.


"Aku tidak mau tau! Temukan Syeran sekarang juga!" titah Zeon dengan isi kepala yang sudah berkecamuk tidak tenang. Dia pun ikut menyisir hutan di tengah guyuran hujan deras tersebut.


Jam 4 sore mobil milik Erland melintas di sana dan menatap heran pada banyaknya mobil di pinggir jalan.


Anak-anaknya pun menatap dengan penuh rasa penasaran. "Bukankah itu mobil milik Om Zeon?" tanya Betrand, dia memiliki ingatan yang cukup kuat. dan yakin 100% pernah melihat mobil itu di halaman mansion milik Om Zeon.


"Kamu benar," balas Erland, Dia segera menepikan mobilnya di salah satu sisi.


Menggunakan payung berwarna hitam, Erland turun dari dalam mobil tersebut. memeriksa mobil itu satu persatu melihat apakah ada seseorang yang tinggal di sini, hingga akhirnya dia bertemu dengan salah satu pelayan wanita. Erland tidak tahu siapa namanya, tapi yang jelas dia pernah melihat wanita itu di rumah Zeon.


Pelayan wanita itu adalah Diena.


"Tuan Erland," sapa Diena lalu menundukkan kepala memberi hormat.

__ADS_1


"Apa yang terjadi? Kenapa banyak mobil di sekitar sini?" tanya Erland langsung.


Dan Diena segera menjelaskan yang terjadi tanpa banyak basa-basi, "Nyonya Syeran hilang Tuan, Tuan Zeon dan semua orang sedang menyisir hutan untuk mencari nyonya Syeran," jelas Diena.


Dia juga merasa cemas tentang keadaan ini, apalagi hujan dan malam yang akan datang semakin menghantui. Akan sangat bahaya jika nyonya Syeran tidak segera ditemukan.


Mendengar kebenaran itu, Erland terdiam sesaat. Sebelum akhirnya dia menelepon seseorang dan memerintahkan seluruh anak buahnya untuk ikut bekerja dalam pencarian ini.


Diena cukup merasa lega ketika mendengar itu, karena semakin banyak yang mencari maka akan semakin besar peluang Nyonya Syeran segera ditemukan.


"Bagaimana Pa?" tanya Serafina setelah sang ayah kembali ke dalam mobil.


"Tidak apa-apa sayang, om Zeon hanya sedang berburu. Lebih baik kita segera pulang," jawab Erland.


Betrand tak percaya jawaban itu, tapi dia hanya bisa diam saja.


Erland lantas segera melajukan mobilnya kembali, Setelah dia mengantar anak-anaknya, Erland pun akan turun ke hutan untuk mencari Syeran.

__ADS_1


Sekali saja, sekali saja, dia ingin menyelamatkan hidup seseorang yang memiliki paras seperti mendiang sang istri.


__ADS_2