The Magical My Wife

The Magical My Wife
TMMW Bab 27 - Butuh Penawar


__ADS_3

Ada rasa mengganjal di dalam hati Diena saat dia mendengarkan jawaban asisten Hanzo, terlebih seketika itu juga dia melihat dengan jelas senyum nona Syeran di hadapannya.


Masih tidak menyangka jika rencana sang Tuan berubah secepat ini.


Pasti ada sesuatu yang mempengaruhi tuannya tersebut.


Diena tidak semerta-merta langsung percaya dengan semuanya, dia masih terus berpikir alasan apa yang masuk akal sehingga tuannya tersebut bisa berubah dalam sekejap.


Dalam diamnya Diena menyambungkan satu kejadian dengan kejadian yang lain.


Tentang semalam nona Syeran yang hilang lalu tadi pagi terlihat berada di kamar tuan Zeon.


Semalam semua penjaga melihat jelas raut wajah marah boss nya itu. dan dibandingkan Semua ucapan nona Syeran, Diena lebih percaya dengan kesaksian semua pelayan yang bekerja di rumah ini.


Apa ini ada hubungannya dengan Nona Syeran yang tiba-tiba selalu menghilang? batin Diena.


Jika saja Nona Syeran menghilang di saat tuan Zeon hendak menaburkan benihnya pasti hal itu akan terasa sangat menyebalkan, mungkin karena itu kah sekarang tuan Zeon jadi mengabulkan semua keinginan nona Syeran?


Diena terus berpikir tanpa jeda, sampai akhirnya buntu ketika memikirkan apakah benar jika Nona Syeran bisa berpindah tempat dalam waktu sekejap.


mana ada manusia normal yang bisa melakukan itu.


Diena lantas kembali menatap lekat sang Nona, coba mencari keanehan dari wanita tersebut, tapi tetap saja yang dia lihat adalah manusia biasa.

__ADS_1


Apa nona Syeran seorang alien? batinnya makin mengada-ada.


Namun pada akhirnya dia putuskan untuk terus mengawasi istri bosnya tersebut.


"Aku sudah selesai, ayo kita turun ke lantai 1," ajak Syeran.


"Baik Nona," jawab Diena patuh, meski dia menjawab dengan patuh seperti itu, tapi tetap saja terdengar suara penuh keangkuhan.


Kini Syeran bisa memahami hal tersebut, karena sebelumnya tuan Zeon memang dengan terang-terangan mengatakan pada semua pelayannya bahwa dia hanyalah istri kontrak.


Dan hal itulah yang sekarang akan mulai Syeran ubah, dia akan menunjukkan diri bahwa dia adalah istri yang sesungguhnya untuk tuan Zeon.


Tiba di lantai 1, Syeran menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Diena.


Dan sumpah, Diena kesal sekali saat mendengar ucapan itu.


Namun dia bisa apa selain mengangguk patuh.


"Baiklah Nona, silakan sambut suami Anda, dan jangan lupakan Dom, mungkin dia juga akan menggigit anda," balas Diena, tak lupa tersenyum miring di ujung kalimat. Lalu pergi meninggalkan nona Syeran sendirian di sana.


"Cih! wanita itu benar-benar menyebalkan!" kesal Syeran. Dia masih bingung, di masa sekarang ini Diena itu seorang selir atau benar-benar hanya pelayan.


Jam 10 lewat beberapa menit akhirnya Syeran mendengar suara motor sang suami mulai memasuki halaman, sejak tadi dia membuka pintu utama mansion itu lebar-lebar, karena itulah dia bisa mendengar suara itu.

__ADS_1


Dengan segera Syeran bangkit dari duduknya dan berlari ke depan, tentu saja dia langsung disambut oleh gonggongan Dom, sampai membuat langkah kakinya yang berlari jadi terhenti.


GUK GUK!! teriak Dom langsung, meski wanita itu terlihat cantik tapi tetap saja Dom merasa tidak suka jika harus berbagi sang Tuan.


"Dom!" tegur tuan Zeon.


Saat gonggongan Dom terhenti, Syeran pun melanjutkan larinya, dan langsung jatuh di dalam pelukan sang suami.


Grep!


Hanzo yang juga ada di sana langsung memalingkan wajah.


Karena bicara dengan Diena tadi membuatnya kesal, jadi kini Syeran butuh penawar.


Tanpa aba-aba dia mengecup bibir suaminya.


Cup!


GUK! gonggong Dom keras.


Syeran yang kaget melepaskan ciuman itu, lalu mencebik.


Sementara Zeon tetap menatapnya dengan dingin, namun kali ini menatap lebih lekat.

__ADS_1


__ADS_2