
Plak! Syeran memukul pipinya sendiri sampai terasa sakit.
"Awh!" keluh wanita itu, "Sakit," katanya dengan polos. Dia kira ini semua hanyalah mimpi, sang suami yang tiba-tiba mengatakan tentang cinta lalu dua permintaan maaf sekaligus.
Padahal 2 kata itu adalah dua kata yang paling mahal bagi Zeon. Selama ini mana pernah tuan Zeon meminta maaf meski berulang kali menyakiti Syeran. Mana pernah juga mengucapkan kata cinta meski Syeran berulang kali meminta.
"Astaga, Kenapa kamu menampar pipimu sendiri?" tanya Zeon, Tak habis pikir dengan apa yang dia lihat.
"Ku kira ini mimpi, rasanya sangat mustahil Tuan mengucapkan kata maaf," jawab Syeran.
"Maaf," balas Zeon lagi. Dia akui selama ini hatinya memang membatu, dia menutup mata atas perasaan orang lain. Bersikap semaunya dan menjunjung tinggi harga diri.
"Mulai sekarang jangan panggil aku dengan sebutan Tuan, ya?" tanya Zeon kemudian.
"Lalu aku harus panggil dengan sebutan apa?" tanya Syeran, dia kira sang suami akan kembali menjawab dengan kata terserah, tapi ternyata tidak.
__ADS_1
"Panggil Sayang, atau Honey, atau hubby, atau Daddy karena nanti kita akan membuat anak lagi," jelas Zeon, bahkan bicara panjang lebar serinci-rincinya, sampai sekarang Syeran jadi bingung sendiri karena terlalu banyak pilihan.
Syeran mengigit bibir bawahnya mengulum senyum, meski telinganya terasa geli ketika mendengar sang suami bicara manis seperti itu, tapi dia senang. Sangat senang, setelah kejadian paling buruk menimpa dia dengan kehilangan sang anak kini dunia seolah berbalik.
Syeran tidak lagi mengenali sang suami yang seperti dulu, tuan Zeon kini telah berubah.
"Aku jadi bingung mau panggil apa," jawab Syeran jujur, sedikit menunduk untuk menyembunyikan kedua pipinya yang sudah merah merona.
Sebuah sikap yang membuat Zeon jadi semakin merasa gemas pada sang istri. Zeon lantas mengangkat dagu Syeran agar tatapan mereka kembali bertemu.
Ada sebuah perban kecil yang terpasang di dahi Syeran.
Ah! Syeran membuka bibirnya sedikit dan memberi akses pada sang suami untuk masuk lebih dalam. Sedangkan tangannya segera meremat selimut untuk pelampiasan hasrat yang mulai bergelombang.
"Sayang," panggil Zeon Setelah dia melepaskan ciuman itu, sebuah panggilan yang membuat tubuh Syeran jadi merinding.
__ADS_1
Jantungnya berdegup tidak karuan. Sungguh, selama ini dia sangat menantikan sang suami memanggilnya dengan sebutan manis seperti ini. Tapi ternyata ketika dia sudah mendengarnya secara langsung, hati Syeran tidak kuat. Jantungnya seperti mau copot.
Jadi malu sendiri.
Tidak bisa membayangkan bagaimana jika Diena mendengar tuan Zeon memanggilnya dengan sebutan seperti itu, Syeran rasa Deina akan jatuh pingsan saat itu juga.
Karena malu, Syeran jadi memukul dadda sang suami, pukulan manja. karena tidak ada sakit-sakitnya sedikitpun.
"Kenapa?" tanya Zeon, "kamu tidak suka dengan panggilan seperti itu?" tanyanya lagi, hingga membuat Syeran semakin gugu.
"Tidak! bukan seperti itu!" balas Syeran buru-buru, " Bukan tidak suka! tapi aku sangat menyukainya," timpal Syeran lagi.
"Lalu kenapa memukul ku?" balas Zeon, sungguh, saat ini dia hanya sedang menggoda sang istri. Wajah Syeran yang malu-malu mau terlihat sangat lucu.
Diam-diam Zeon bahkan mengulum senyum.
__ADS_1
"Iihh, aku malu!" kesal Syeran.
Dan saat itu Zeon tak bisa menahan tawanya lagi, dengan tertawa dia memeluk Syeran erat.