The Magical My Wife

The Magical My Wife
TMMW Bab 42 - Mengada-ada


__ADS_3

"Karena itulah jangan suka kabur-kaburan seperti ini, itu hanya akan merugikan mu sendiri," balas Zeon, meski menegur namun dia bicara cukup pelan, hanya saja penuh dengan penekanan.


Ingin Syeran mengerti bahwa ucapannya ini tidak main-main, Zeon tidak ingin Syeran kabur lagi. Disaat keinginan tahuannya makin menggebu-gebu, tentang bagaimana caranya Syeran bisa ada di sini?


Jangan membuatku gila! Zeon ingin sekali meneriakan kata-kata itu.


"Baik Tuan, maafkan aku, lain kali aku hanya akan kabur di sekitar mansion saja," balas Syeran, dia masih sesenggukan namun coba melepas pelukannya sendiri pada sang suami.


Dan jawaban Syeran itu, makin membuat Zeon membuang nafasnya dengan frustasi.


Terserahlah, batin Zeon.


"Sekarang pulang," ucap Zeon, dia menarik Syeran untuk masuk ke dalam mobil.


Syeran menurut.


"Apa ini mobil milik Tuan? aku tidak pernah melihatnya."


"Banyak mobil di garasi," balas Zeon asal. Setelah dia duduk dengan sempurna, Zeon segera menyalakan mesin mobil itu dan pergi dari sana.


"Tuan tidak ingin mengatakan sesuatu padaku?" tanya Syeran, kini mobil telah melaju dengan kecepatan sedang.


Zeon melirik Syeran sekilas sebelum kembali menghadap ke depan.


"Mengatakan apa?" tanya pria itu, sungguh dia tidak tau ke mana arah pembicaraan Syeran.


Mana tau dia jika sebenarnya Syeran hanya ingin mendengar kata maaf terucap dari pria itu.

__ADS_1


Maaf karena pergi tanpa pamit.


Syeran sangat ingin mendengar kalimat itu, tapi sepertinya sang suami tak ada sedikitpun niat untuk mengatakannya.


Pada akhirnya tuan Zeon hanya akan menganggap aksi kabur-kaburnya ini tidak penting, hanya akan berlalu begitu saja, marahnya tidak berguna. Nanti tiba-tiba tuan Zeon mendekat saat hendak bercinta.


Huh! Syeran membuang nafasnya kasar, sampai Zeon pun mampu mendengarnya dengan jelas. Sampai Zeon menatap ke arah Syeran.


"Kenapa? ada yang membuatmu kecewa?" tanya Zeon.


"Tidak!" Jawab Syeran singkat, bahkan terkesan ketus.


Nah, kenapa lagi dia? apalagi salahku? Batin Zeon.


Syeran benar-benar membuatmu berfikir keras, seolah apapun yang dia lakukan selalu salah di mata wanita itu.


Seolah dua kata itu adalah dua kata yang paling Zeon hindari.


Mendengar ucapan sang suami, Syeran sontak menoleh, dia cukup senang mendengarnya.


"Jangan bohong!" tuntut Syeran kemudian.


"Tidak, asal jangan pernah menghilang lagi. Itu membuat ku gila."


"Gila? kenapa?"


"Kenapa? tadi kamu jelas-jelas ada di hadapan ku, lalu hanya dalam waktu sedetik kamu sudah ada di tempat ini. Dan kejadian seperti itu terus aja terulang, apa itu masuk akal?" balas Zeon, menggebu saat menjawab itu.

__ADS_1


Syeran terdiam.


Selama ini pikirannya tidak sejauh itu, mana terpikirkan olehnya bahwa tuan Zeon akan gila. Yang Syeran pikirkan hanyalah terus kabur.


"Andai saja di tubuhmu tidak ada chip_" Zeon seketika menghentikan ucapannya, jadi ragu untuk melanjutkan.


Dia tak ingin Syeran mencabut chip tersebut.


"Chip? chip apa?" tanya Syeran kemudian.


"Kita sudah sampai, turun lah," balas Zeon, Syeran lantas melihat ke arah luar dan ternyata benar mereka sudah tiba di halaman mansion.


Banyak pembicaraan membuatnya tak fokus pada jalanan.


"Kenapa tadi kamu sangat ketakutan? apa ada seseorang yang mengganggumu ketika di jalanan?" tanya Zeon, kini mereka telah sama-sama keluar dari mobil, berdiri berhadapan di samping mobil tersebut.


"Tidak, hanya saja sebelum Tuan datang ada sebuah mobil yang melintas. Jalannya ngebut sekali, jadi aku takut."


"Itu adalah mobil milik salah satu keluarga Davidson, tetangga kita. Mansion berwarna biru di ujung sana," terang Zeon.


"Tetangga?"


Zeon mengangguk.


"Berhati-hati lah dengannya, dia lebih mengerikan dari pada aku," bohong Zeon, mengada-ada agar Syeran takut.


Saat dilihatnya wanita itu bergidik ngeri, Zeon tersenyum miring.

__ADS_1


__ADS_2