The Magical My Wife

The Magical My Wife
TMMW Bab 65 - The Magical My Wife


__ADS_3

Glek! Syeran menelan ludahnya dengan kasar. Saat ini bukan hanya tuan Zeon yang merasa bingung dengan keadaan di sekitar, tapi Syeran juga.


Bagaimana bisa tuan Zeon tetap sadar saat dia sedang menggunakan kekuatannya untuk menghentikan waktu.


Mungkinkah karena pria itu baru saja mengakui tentang cintanya, cinta yang bukan hanya keluar dari mulut saja tapi benar-benar dirasakan oleh hati.


Perasaan tulus yang akhirnya membuat Syeran takkan pernah bisa kabur dari pria itu meski dia menggunakan kekuatannya.


Karena Zeon tetap bisa mengawasi.


"Tu-tunggu Tuan, aku juga sedang bingung. Harusnya tuan Zeon jadi patung seperti asisten Hanzo," jelas Syeran.


Sebuah penjelasan yang membuat dahi Zeon langsung berkerut, jadi selama ini sang istri telah melakukan kecurangan padanya. Membuat Dia seolah bodoh dengan menjadi patung lalu Syeran kabur dengan mudahnya.


"Aku akan menghukum mu," balas Zeon, dia kembali naik ke atas ranjang dan memeluk pinggang sang istri dengan posesif.


"Sekarang tunjukkan padaku bagaimana caranya kekuatanmu itu bekerja," titah Zeon.

__ADS_1


Syeran sudah gugup bukan main, dia seperti sedang menghadapi ujian. Uji nyali untuk menunjukkan kekuatannya di hadapan sang suami.


"Tu-tunggu dulu, aku juga sedang bingung kenapa Tuan bisa tetap sadar seperti ini," balas Syeran, wajahnya bahkan nampak pias.


"Kenapa? Hem? Kamu bingung karena sekarang tidak akan bisa kabur lagi dariku kan? Hem? ngaku kamu?!" cerca Zeon, dia kini menindih Syeran, yang awalnya mereka duduk sini sama-sama berbaring di atas ranjang itu.


Glek! Syeran lagi-lagi menelan ludah. "Bu-bukan seperti itu Sa ... yang," balas Syeran.


Zeon malah jadi ingin tertawa ketika mendengar saja memanggilnya dengan sebutan seperti itu. Zeon tau, Syeran memanggilnya sayang karena tak ingin dia marah.


"Ternyata kamu memang benar-benar istriku yang ajaib," kata Zeon, masih betah menindih sang istri dan menatap lekat wajah Syeran di bawah kungkungannya.


Syeran hanya bisa mengangguk.


Menyambut saat sang suami lagi-lagi mencium bibirnya dengan lembut, lalu Berubah jadi cukup kasar. "Jangan kabur lagi Sayang, aku mohon," pinta Zeon.


"Jika sudah seperti ini aku tidak akan bisa kabur, karena aku tidak akan bisa menghentikan waktu jika tidak melihat wajah Tuan," balas Syeran, jujur dan apa adanya. Harusnya jika dia memiliki hati yang licik Syeran tak akan mengungkapkan kelemahannya itu.

__ADS_1


Tapi hati Syeran terlalu lembut, dia tak bisa mencurangi sang suami. Melihat tuan Zeon yang nampak berputus asa karena takut ditinggal membuatnya langsung mengungkapkan tentang kelemahannya tersebut.


"Benarkah?" tanya Zeon dan Syeran mengangguk.


"Sini," kata Zeon lagi, dia duduk lebih dulu dan membawa sang istri untuk duduk di hadapannya. Zeon memeluk Syeran dari belakang.


"Tunjukkan padaku sekarang," titah Zeon.


Syeran lagi-lagi mengangguk, saat itu dia langsung bicara untuk waktu kembali berjalan.


"Tuan! Ada apa?" tanya Hanzo dengan cemas, lalu mendelik saat melihat tuan dan Nyonyanya masih baik-baik saja, bahkan saling memeluk di atas ranjang itu.


"Hentikan waktu," kata Syeran lagi.


Dan Hanzo lagi-lagi mematung, Syeran menoleh ke belakang dan melihat sang suami yang tetap sadar.


"Astaga, kamu benar-benar ajaib," kata Zeon.

__ADS_1


"Apa Tuan takut padaku?" tanya Syeran, takut jika hal ini begitu aneh bagi sang suami.


"Tidak," jawab Zeon. "Aku jadi ingin memelukmu terus seperti ini, agar kamu tidak kabur."


__ADS_2