
Ahk, dessah mulai keluar dari mulut kecil milik Syeran. Di bathtub tersebut sudah banyak taburan bunga mawar berwarna merah, ditambah aromaterapi yang begitu memabukkan bagi keduanya.
Syeran tidak main-main, di benar-benar menebus tentang semalam.
Dan tiap kali gerakan yang dibuat oleh keduanya, air pun jadi berombak yang senada. "Ahk sayang," rintih Syeran, menikmati darrah yang terasa mendidih.
Sementara Zeon sudah tidak sanggup menanggapi ucapan sang istri, suara Syeran justru membuatnya semakin bergairrah, Zeon terus melahap kedua buah sintal di hadapannya tersebut. Emh ah, terus memadu kasih dan menikmati penyatuan.
Di ujung gairrah itu mereka saling memeluk erat, menekan lebih dalam.
Selesai bercinta, Syeran membatin Untuk menghentikan waktu. Tapi dia lihat dengan jelas sang suami yang masih bergerak memeluknya erat.
Menyadari itu Syeran tersenyum.
1 Minggu kemudian, Syeran kembali menghentikan waktu saat dia dan sang suami sedang berada di meja makan. Diena dan pelayan yang lain seketika berubah jadi patung, sementara dia masih melihat sang suami yang makan dengan lahap.
Syeran tersenyum lagi, "Kenapa kamu menghentikan waktu?" tanya Zeon, dia menatap istrinya lekat melihat Syeran yang tersenyum manis.
"Tidak apa-apa kok, waktu berjalan," kata Syeran.
1 bulan kemudian. Syeran akhirnya berkunjung ke perusahaan Zeon. Syeran pikir mungkin di sini ada wanita yang disukai oleh sang suami, mungkin karyawan cantik yang menarik hati Zeon.
Ingin tahu apakah cinta sang suami padanya goyah, jadi Syeran menghentikan waktu saat mereka semua berada di ruang rapat utama.
__ADS_1
Seluruh karyawan yang ada di sana seketika mematung, ruangan yang awalnya bising jadi senyap dalam sekejab.
"Kenapa kamu menghentikan waktu?" tanya Zeon.
Syeran malah tertawa melihat suaminya yang masih sadar, "Tidak Kok, ayo lanjutkan lagi. Waktu berjalan," kata Syeran.
Zeon diam-diam tersenyum, dia bukannya tidak tahu bahwa sang istri sedang menguji cintanya.
Tapi sayangnya sampai kapanpun usaha Syeran itu akan sia-sia, karena Zeon telah menjadikan Syeran cinta hidup dan matinya.
Selesai rapat dan memperkenalkan Syeran secara resmi pada semua karyawan, akhirnya kini Zeon mengajak sang istri untuk masuk ke ruang kerjanya.
Ruangan mewah yang selalu membuat Syeran merasa takjub. Menjadi istri seorang Zeon hidupnya memang berubah dalam sekejab, Kini dia selalu dikelilingi oleh kemewahan dan kemudahan dalam menggapai apapun.
"Ya ampun sayang! kamu kenapa?" tanya Syeran cemas.
"Tidak tahu, tiba-tiba mual. Huwek!" mualnya lagi dan kini Syeran sampai mendelik.
"Ya ampun! ayo kita ke rumah sakit!" ajak Syeran yang mulai Khawatir.
mereka belum sempat duduk di ruang kerja itu tapi harus pergi lagi menuju rumah sakit terdekat.
Tiba di sana yang diperiksa malah bukan Zeon, tapi Syeran. sang dokter sampai tersenyum saat menyampaikan hasilnya.
__ADS_1
"Nyonya Syeran hamil dan tuan Zeon mengalami Couvade Syndrome," ucap sang dokter dengan tersenyum.
"Hah? couvade syndrome? apa itu?" tanya Syeran bingung.
"Singkatnya karena tuan Zeon sangat mencintai Anda, itulah kenapa dia merasakan apa yang ada rasakan," jelas sang dokter.
Syeran langsung menangis dan memeluk suaminya erat, selama ini dia selalu menguji cinta sang suami, tak tahu jika suaminya sangat mencintai dia.
"Maafkan aku," kata Syeran lirih.
Sementara Zeon tak bisa berkata apa-apa lagi, dia senang karena mereka akan segera memiliki anak, tapi juga lemas karena dia mengalami morning sicknees.
Tau rasa menderitanya seperti ini, Zeon tak akan meminta Syeran untuk memiliki banyak anak.
"Maafkan aku," balas Zeon lirih, malah bicara seperti yang diucapkan oleh sang istri.
Syeran sontak melerai pelukannya dan mencium bibir sang suami lembut.
Hanzo yang juga ada di ruang itu langsung meminta maaf pada sang dokter menggunakan isyarat.
Anggap saja mereka hanya ngontrak, sementara ruangan dan dunia ini adalah milik tuan Zeon dan Nyonya Syeran.
...TAMAT...
__ADS_1