The Magical My Wife

The Magical My Wife
TMMW Bab 30 - Paham?


__ADS_3

Zeon sudah berusaha untuk mengendalikan senjatanya agar tidak menegang seperti itu, tapi sejak tadi Syeran terus memancingnya hingga jadi seperti ini.


Kini tubuhnya sudah telanjjang bulat, Syeran bahkan sudah ketakutan hingga menutup kedua matanya.


Zeon justru melangkah maju dan sekarang Syeran yang mundur untuk menghindari serangan senjata.


Namun melihat Syeran yang ketakutan seperti itu membuat harga diri Zeon seolah kembali pulih.


"Kenapa menutup kedua matamu? katanya ingin memakaikan aku celana? ayo lakukan," kata Zeon, bahkan dengan sengaja menyodor-nyodorkan senjatanya sendiri.


"Tuan! jangan senonnoh seperti itu, pakai saja celananya sendiri!" kesal Syeran, dia sungguh tak kuasa untuk menatap terlalu lama benda tersebut.


Hiii, membuat tubuhnya merinding.


Syeran bahkan jadi enggan untuk memanggil pria itu dengan suamiku! jadi malas untuk menyebutkan nama itu.


Pria ini sangat menyebalkan! tak pantas dipanggil suamiku!


Zeon terkekeh pelan, pria itu bahkan tidak sadar jika sudah tertawa.


Dan entah sudah berapa lama pula Zeon tidak tertawa bahagia seperti ini. Biasanya dia hanya Selalu tertawa ketika sedang menertawakan musuhnya, bukan karena bahagia.


"Ayo cepat, ambil celana itu dan pakaikan padaku, aku sudah kedinginan," ucap Zeon, malah semakin mengintimidasi padahal Syeran sudah ter pojok hingga tubuhnya membentur ranjang.


"Tidak mau! Tuan pakai sendiri saja!" kesal Syeran, dia bahkan langsung berlari keluar meninggalkan kamar tersebut, lalu menutup pintunya dengan cukup kuat.

__ADS_1


Brak!!


Dan saat itu juga pecahlah tawa Zeon.


"Dasar wanita boddoh," ucap Zeon, begitu puas rasanya ketika sudah mengucapkan kalimat itu, membodohi kelakuan Syeran.


Di luar sana. Syeran langsung disambut dengan Diena yang sejak tadi berdiri di depan pintu sang Tuan.


Diena yang berdiri di sana sudah terlihat seperti hantu di mata Syeran, sampai membuat wanita itu terkejut.


"Ya Tuhan Diena! kamu membuatku terkejut!" bentak Syeran, jantungnya seolah tidak berhenti berdebar.


Tadi di kamar gara-gara sang suami dan sekarang ketika di luar gara-gara Diena.


Sampai akhirnya membuat Syeran kehilangan semua debar di dalam hati, Syeran lantas kembali melanjutkan langkah dan berdiri tepat di hadapan Diena. Jarak di antara mereka mungkin hanya satu langkah.


"Kenapa kamu ada di sini? berdiri di depan pintu kamar suamiku," kata Syeran. Dia harus selalu waspada ketika menghadapi Diena, karena saat ini Syeran belum tahu apakah di masa lalu Diana merupakan Selir Raja atau pelayan Raja.


Jika Selir maka Syeran harus bisa menanganinya dengan tepat.


"Maaf Nona, asisten Hanzo mengatakan bahwa Anda ada di sini, karena itulah saya datang. Berjaga-jaga jika tiba-tiba Anda membutuhkan bantuan saya," jawab Diena.


"Kumpulkan semua pelayan," titah Syeran, dia tidak menanggapi ucapan panjang lebar Diena tersebut, justru memberikan perintah baru.


Sebuah perintah yang membuat Diena mengerutkan dahi, untuk apa pula wanita ini memerintahkan dia mengumpulkan semua pelayan di mansion ini.

__ADS_1


Bukankah itu hanya membuang-buang waktu?


Karena wanita ini jelas tidak memiliki kepentingan sedikitpun.


"Kenapa diam? lakukan perintahku sekarang!" kata Syeran lagi, bahkan bicara dengan suaranya yang terdengar lebih tinggi.


Diena tersenyum kecil, sikap Syeran yang sok berkuasa seperti ini justru akan membuat tuan Zeon merasa kesal.


"Baik Nona," jawab Deina remeh.


Diena lantas pergi dari sana dan memerintahkan pada semua pelayan yang bekerja di Mansion ini untuk berkumpul di ruang tengah lantai 1, tentu saja dia mengatakan pada semua pelayan itu bahwa yang memanggil mereka adalah istri kontrak.


Jadi semua pelayan pun meremehkan Syeran.


Seolah mereka datang hanya untuk menertawakan wanita tersebut.


Tidak tahunya ketika mereka semua sudah berkumpul di ruang tengah itu ternyata ada tuan Zeon juga.


Syeran lah yang telah menarik pria berwajah dingin itu untuk datang ke sini.


"Cepat katakan!" bisik Syeran, seraya mencubit lengan sang suami. Dia sudah merasa geram sekali tentang hal ini. Tentang posisinya di rumah ini.


Dan sebelum berucap, Zeon lebih dulu berdehem.


"Ehem! mulai hari ini Syeran bukanlah istri kontrak ku, dia adalah istriku yang sesungguhnya. Jadi ... Hormati Syeran sebagaimana kalian menghormati aku. Paham?"

__ADS_1


__ADS_2